KOMPAS.com - Hujan ringan hingga sedang diperkirakan masih terjadi selama sepekan ke depan di Indonesia. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi itu disebabkan dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal.
"Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprediksi makin bergeser ke timur, sehingga konsentrasi pembentukan awan hujan lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur," kata BMKG dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Baca juga:
Menurut BMKG, hujan ringan hingga sedang terjadi sepekan ke depan di beberapa wilayah. Simak wilayah mana saja yang harus waspada.Selain itu, gelombang kelvin dan gelombang rossby ekuatorial diprediksi aktif dari Laut Sulawesi, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua.
Hal itu dapat meningkatkan aktivitas konvektif serta potensi hujan signifikan di wilayah tersebut.
BMKG menambahkan, daerah tekanan rendah persisten terpantau berada di daratan Australia bagian utara.
Daerah itu memicu peningkatan kecepatan angin di Laut Arafuru hingga Pesisir Utara Australia bagian utara, serta membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudra Hindia Selatan Pulau Timor sampai Laut Arafuru.
Hujan turut dipicu kelembapan udara yang masih cukup tinggi. Berdasarkan prediksi BMKG, periode Jumat (13/3/2026) sampai Minggu (15/3/2026), cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.
Wilayah yang perlu waspada peningkatan hujan intensitas sedang hingga lebat antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jakarta, dan Jawa Barat.
Kemudian, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, serta Papua Selatan.
"Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi," ucap BMKG.
Sementara itu, cuaca dari Senin (16/3/2026) sampai Kamis (19/3/2026) diprediksi didominasi hujan ringan hingga hujan sedang.
Perlu diwaspadai hujan intensitas sedang hingga lebat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, serta Papua Selatan.
Baca juga:
Menurut BMKG, hujan ringan hingga sedang terjadi sepekan ke depan di beberapa wilayah. Simak wilayah mana saja yang harus waspada.Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyatakan, selama momen libur Lebaran Idul Fitri 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam masa peralihan musim hujan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah.
“Berdasarkan analisis BMKG, potensi peningkatan intensitas curah hujan utamanya terjadi pada minggu pertama hingga minggu kedua Maret 2026. Selanjutnya intensitas tersebut diperkirakan akan menurun," ucap Faisal, Kamis (12/3/2026).
Memasuki April 2026, curah hujan diperkirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi dengan potensi sangat tinggi terutama di Papua Tengah.
Oleh sebab itu, Faisal mengungkapkan, BMKG menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional dan berbasis kebutuhan untuk menekan intensitas curah hujan di wilayah yang berpotensi terdampak.
Langkah ini bertujuan untuk memitigasi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas transportasi khususnya penyeberangan.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya