Data emisi terbaru Shell ini menunjukkan adanya dilema besar dalam sistem energi dunia. Di satu sisi, perusahaan minyak dan gas masih sangat dibutuhkan untuk memasok energi saat ini.
Namun, di sisi lain, mereka didesak untuk segera berhenti merusak iklim.
Bagi para investor, profil emisi Shell yang stabil menunjukkan bahwa strategi transisi perusahaan masih berfokus pada pergeseran portofolio secara bertahap, alih-alih melakukan pengurangan produksi bahan bakar fosil secara cepat.
Bagi para pembuat kebijakan, angka-angka ini mempertegas pentingnya kerangka regulasi yang menangani intensitas maupun emisi absolut jika target iklim global ingin tetap dapat dicapai.
Baca juga: Pohon di Kota Serap Lebih Banyak CO2 Dibanding Emisi Kendaraan
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya