KOMPAS.com - Perubahan iklim menyebabkan stok ikan dunia terancam, menurut studi dari Monash University di Australia.
Model dalam studi tersebut memprediksi bagaimana perubahan iklim akan mengubah hasil tangkapan di berbagai wilayah dunia.
Baca juga:
Hal ini memberikan dampak beruntun yang mengancam ketahanan pangan, sumber penghasilan masyarakat, dan masa depan biota laut sebagai sumber pangan berkelanjutan, dilansir dari Phys.org, Senin (16/3/2026).
Model prediksi yang ada selama ini hanya melihat bagaimana spesies ikan merespons suhu yang memanas tanpa mempertimbangkan adanya perubahan evolusioner.
Namun, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science kini meninjau bagaimana ikan akan berevolusi dalam menanggapi iklim di masa depan.
Perubahan iklim menyebabkan stok ikan dunia terancam, khususnya terkait evolusi ikan. Sektor perikanan menyediakan protein hewani bagi miliaran penduduk, yang permintaannya diprediksi akan terus meningkat. Namun, seiring memanasnya suhu lautan dan berubahnya pola cuaca, ikan-ikan kini mulai berevolusi.
Sebagai informasi, seiring waktu, ikan akan berevolusi agar bisa beradaptasi terhadap air yang lebih hangat, yang membantu mereka bertahan hidup dan bereproduksi meskipun iklim berubah.
Meski ikan tersebut mungkin bisa beradaptasi dengan baik, tapi ada berbagai efek yang bisa berdampak pada manusia.
Para peneliti juga menemukan, respons evolusioner terhadap perubahan global kemungkinan besar akan menurunkan keberlanjutan sektor perikanan dan berdampak negatif pada hasil tangkapan ikan dunia.
Pasalnya, intensitas perkembangbiakan ikan bisa berkurang atau bahkan menghilang sama sekali dari perairan.
Profesor Craig White, Kepala Sekolah Ilmu Biologi, memprediksi pula bahwa pemanasan global akan menyebabkan ikan tumbuh lebih cepat tetapi dewasa lebih awal, yang pada akhirnya memperkecil ukuran maksimal mereka.
"Evolusi ini berdampak baik bagi ikan, tapi buruk bagi industri perikanan. Evolusi menetralisasi dampak pemanasan global terhadap kebugaran fisik ikan, tetapi justru memperburuk dampaknya terhadap hasil panen yang berkelanjutan," ujar Profesor White.
Menurutnya, setiap derajat pemanasan diprediksi akan menurunkan produksi perikanan sehingga menyebabkan kerugian ekonomi bagi industri perikanan.
Namun, kebijakan iklim yang baik yang membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celsius berpotensi menyelamatkan jutaan ton produksi perikanan yang jika tidak dilakukan, akan hilang begitu saja.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya