KOMPAS.com - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump mengajukan gugatan terhadap negara bagian California untuk membatalkan aturan emisi kendaraan yang dinilai terlalu ketat.
Gugatan tersebut diajukan oleh Departemen Kehakiman dan Departemen Transportasi AS ke pengadilan federal, dengan sasaran regulasi yang diterapkan California Air Resources Board (CARB).
Aturan itu mewajibkan produsen mobil menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) rata-rata kendaraan secara bertahap serta meningkatkan penjualan kendaraan tanpa emisi (zero-emission vehicles atau ZEV).
Baca juga: Sektor Energi Sumbang 75 Persen Emisi Global, Ini Pentingnya Transparansi Data di Indonesia
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk membatalkan berbagai kebijakan transportasi berkelanjutan yang sebelumnya diterapkan di tingkat negara bagian maupun federal.
Pemerintah AS menilai aturan California tersebut bertentangan dengan kewenangan federal, khususnya peran National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) sebagai regulator utama standar efisiensi bahan bakar kendaraan.
Departemen Kehakiman dan Transportasi AS juga berpendapat bahwa regulasi tersebut pada dasarnya merupakan standar jarak tempuh kendaraan versi negara bagian, yang seharusnya berada di bawah otoritas federal.
Melalui gugatan tersebut, pemerintah meminta pengadilan menyatakan aturan CARB melanggar hukum serta menghentikan penerapannya secara permanen, termasuk mencegah California mengadopsi regulasi serupa di masa mendatang.
Menteri Transportasi AS Sean Duffy menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan memberi fleksibilitas bagi produsen mobil dan menekan biaya bagi konsumen.
Ia mengkritik kebijakan kendaraan listrik yang dinilai membebani masyarakat. “Kami ingin memungkinkan produsen mobil memproduksi kendaraan yang benar-benar diinginkan keluarga Amerika dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Senada, Jaksa Agung AS Pamela Bondi menilai mandat kendaraan listrik meningkatkan biaya dan melanggar hukum federal.
“Mandat kendaraan listrik yang mahal ini menaikkan biaya bagi konsumen dan bertentangan dengan hukum federal,” kata Bondi.
Di sisi lain, aturan California selama ini dikenal lebih ketat dibandingkan regulasi federal dan kerap menjadi acuan bagi sejumlah negara bagian lain di AS.
Baca juga: Studi Ungkap 28 Kebijakan Iklim Efektif Kurangi Emisi, Mana yang Terbaik?
Sebelumnya, pemerintahan Trump juga mencabut sejumlah kebijakan terkait pengurangan emisi gas rumah kaca, termasuk target era Presiden Joe Biden untuk meningkatkan porsi kendaraan listrik hingga 50 persen dari penjualan kendaraan baru pada 2030.
Langkah tersebut juga berdampak pada target ambisius California yang berencana mewajibkan 100 persen penjualan kendaraan tanpa emisi pada 2035.
Selain itu, pemerintahan Trump telah mencabut temuan ilmiah dari Environmental Protection Agency (EPA) yang menjadi dasar pengaturan emisi gas rumah kaca, yang dinilai dapat melemahkan regulasi iklim di sektor transportasi.
Kebijakan tersebut mencerminkan sikap skeptis Trump terhadap isu perubahan iklim, termasuk pandangannya yang kerap mengkritik pengembangan energi terbarukan dan kebijakan pengurangan emisi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya