KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan 10 kota terpanas di Indonesia sejak Selasa (17/3/2026) hingga Rabu (18/3/2026).
Jakarta masuk daftar tersebut, sedangkan Kota Medan di Sumatera Utara menempati urutan pertama dengan suhu maksimum 35,8 derajat celsius. Simak selengkapnya.
Baca juga:
BMKG mengakui bahwa beberapa wilayah di Indonesia terasa sangat panas dalam sepekan terakhir. Penyebab cuaca panas akhir-akhir ini karena fenomena gerak semu tahunan matahari.
"Secara teknis matahari seolah-olah berialan dari belahan bumi selatan menuiu ke utara," tulis BMKG dalam unggahan di akun Instagramnya, Rabu (18/3/2026).
Menurut BMKG, faktor penyebabnya ialah posisi matahari yang makin mendekat ke ekuator dengan intensitas radiasi sinar matahari yang diterima bumi menjadi lebih maksimal.
Jaraknya yang seolah tegak lurus di atas kepala, yang mengakibatkab suhu udara melonjak.
"Matahari akan tepat berada di atas garis ekuator (khatulistiwa) pada Sabtu (21/3/2026) hingga Senin (23/3/2026)," tulis BMKG.
Penyebab lainnya adalah karena sedikit tutupan awan dan masa transisi musim hujan ke musim kemarau. Meski demikian, BMKG memprediksi hujan masih akan melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu ke depan.
Baca juga:
Tugu Khatulistiwa di Pontianak, Kalimantan Barat. Kota Medan menjadi kota terpanas di Indonesia dengan suhu maksimum 35,8 derajat, disusul beberapa wilayah lain, termasuk Jakarta.Musim kemarau 2026 di Indonesia diprediksi terjadi lebih awal yakni pada April 2026. Pergeseran musim ini seiring melemahnya La Nina yang berlangsung sejak Oktober 2025 dan berakhir Februari 2026.
"Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April, yaitu ada 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari seluruh zona musim yang ada di Indonesia, sejumlah 699," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di YouTube BMKG, Rabu (4/3/2026).
Pada Mei 2026, BMKG memprediksi kemarau melanda 184 zona musim, dan Juni 2026 sebanyak 163 zona musim. Musim kemarsu 2026 akan diawali di wilayah Nusa Tenggara, lalu bergerak ke arah barat secara bertahap.
Wilayah yang diprediksi mengalami kemarau pada April 2026, antara lain pesisir utara Jawa Barat, Jawa bagian Barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian kecil Bali, sebagian besar Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian kecil Kalimantan Selatan, dan sebagian kecil Sulawesi Selatan.
Musim kemarau pada Mei 2026 diprediksi terjadi di sebagian Sumatera, Jawa bagian Barat, sebagian kecil Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Bali, sebagian kecil Nusa Tenggara Barat, Kalimantan bagian Selatan, sebagian kecil Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan sebagian Papua.
Sementara itu, pada Juni 2026 meliputi sebagian besar Sumatera, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, dan sebagian kecil Pulau Papua.
"Terkait puncak musim kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia atau di 429 zona musim atau sekitar 61,4 persen dari keseluruhan diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026," jelas Faisal.
Di samping itu, durasi musim kemarau sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan lebih panjang dari biasanya.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya