Editor
KOMPAS.com - Transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal dinilai semakin berperan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Hal tersebut tercermin di Desa Manemeng di Sumbawa Barat, NTB, yang mengandalkan nilai gotong royong sebagai fondasi utama dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui semangat “Marenta Barmak” atau bekerja bersama, masyarakat Desa Manemeng mengembangkan berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, hingga produksi bahan bangunan seperti batu bata dan batako.
Kepala Desa Manemeng, Jayadi, mengatakan mayoritas masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama.
Baca juga: Tabel KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 10 Juta, Cicilan Mulai Rp 198.000 per Bulan
“Manemeng adalah desa yang homogen, mayoritasnya petani dan buruh tani. Ada yang berladang dan berternak, tetapi pekerjaan utamanya tetap di sektor pertanian,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Di luar aktivitas utama tersebut, warga juga mengembangkan usaha tambahan, seperti peternakan dan produksi batu bata, sebagai sumber pendapatan lain. Dalam sehari, produksi batu bata dapat mencapai ribuan unit yang dipasarkan ke wilayah sekitar.
Seiring perkembangan, pemasaran produk desa mulai memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, masyarakat juga mulai mengakses layanan keuangan digital dan memperluas jaringan usaha melalui agen layanan keuangan di desa.
Perkembangan ekonomi desa turut didukung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukses Mandiri yang berdiri sejak 2018. BUMDes berperan dalam memperkuat distribusi dan pemasaran produk pangan lokal serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat secara kolektif.
Di sektor peternakan, warga membentuk kelompok usaha yang dikelola bersama. Pengembangan usaha ini juga didukung akses pembiayaan, termasuk melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Baca juga: Jadwal Buka Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA Setelah Libur Lebaran 2026
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan penguatan ekonomi desa menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan melalui optimalisasi potensi lokal.
“Pendekatan yang dilakukan mencakup penguatan kelembagaan desa, akses pembiayaan, serta integrasi ekosistem usaha agar desa lebih produktif dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut dia, hingga saat ini program pengembangan desa telah menjangkau ribuan desa di Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya