Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dunia Bisnis Belum Siap Hadapi Bahaya Deepfake dan Kecerdasan Buatan

Kompas.com, 16 Mei 2026, 21:40 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber trellis

KOMPAS.com-Data terbaru dari GlobeScan menunjukkan bahwa tim corporate affairs perusahaan merasa kurang percaya diri dalam menghadapi ancaman deepfake dan misinformasi yang dibuat oleh AI.

Padahal, risiko penggunaan AI kini semakin naik ke peringkat atas dalam daftar ancaman bisnis global.

Melansir Trellis, Kamis (14/5/2026) riset corporate affairs dari GlobeScan tahun 2026 ini memperlihatkan adanya kesenjangan yang melebar antara meningkatnya risiko terkait AI dan kesiapan perusahaan untuk mengatasinya.

Saat ini, sebanyak 44 persen praktisi di seluruh dunia menyebut dampak AI dan teknologi sebagai salah satu risiko terbesar yang dihadapi bisnis global dalam dua tahun ke depan, melonjak tajam dibanding tahun 2025 yang hanya 17 persen.

Meski begitu, tingkat kepercayaan diri mereka dalam menangani deepfake yang merupakan salah satu ancaman AI paling nyata saat ini serta misinformasi buatan AI masih sangat rendah.

Baca juga: Anak Perempuan Kurang Percaya Diri Hadapi Teknologi AI Dibandingkan Laki-Laki

Secara global, hanya 18 persen praktisi yang menyatakan bahwa tim corporate affairs mereka siap menghadapi insiden deepfake atau hoaks berbasis AI, sementara 43 persen menyatakan tidak terlalu siap.

Sebanyak 30 persen lainnya menyatakan agak siap, yang menunjukkan bahwa banyak perusahaan baru memiliki rencana sebagian atau kemampuan tahap awal, bukan sistem penanganan yang benar-benar matang dan teruji.

Karena AI membuat konten palsu menjadi semakin terlihat meyakinkan, menyebar lebih cepat, dan jangkauannya lebih luas, celah ketidaksiapan ini menjadi risiko reputasi yang semakin besar bagi perusahaan.

Perbedaan kesiapan antar wilayah

Sementara itu pola kesiapan menghadapi tantangan deep fake dan AI di setiap wilayah menunjukkan perbedaan yang cukup penting.

Eropa menjadi wilayah dengan tingkat kepercayaan diri yang paling rendah, di mana 46 persen responden menyatakan tim mereka tidak siap dan 11 persen lainnya tidak bisa memberikan jawaban.

Di Afrika, lebih dari separuh responden juga masuk dalam dua kategori tersebut yakni masing-masing 42 persen tidak siap dan 15 persen tidak bisa menjawab.
Di Amerika Utara, hanya 11 persen praktisi yang mengaku benar-benar siap, sementara 42 persen merasa agak siap.

Hal ini mencerminkan penilaian yang berhati-hati terhadap rumitnya mengelola hoaks berbasis AI. Di sisi lain, para responden di Amerika Latin melaporkan kepercayaan diri tertinggi dalam hal kesiapan, yang menurut sebagian orang mungkin mencerminkan rasa optimis yang terlalu meremehkan ancaman di masa depan.

Hasil per sektor mempertegas bahwa tingkat bahaya yang dihadapi dan kesiapan perusahaan tidak selalu sejalan.

Praktisi hubungan korporat di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta media hiburan relatif lebih percaya diri, di mana sekitar sepertiganya menyatakan sudah siap. Hal ini wajar karena pekerjaan mereka memang lebih dekat dengan platform digital dan risiko terkait AI.

Sebaliknya, sektor produk konsumen dan ritel menunjukkan tingkat kesiapan yang paling lemah, dengan 62 persen responden mengaku tidak terlalu siap dan hanya 8 persen yang menyatakan siap.

Baca juga: Dilema AI: Diandalkan untuk Efisiensi, Diragukan untuk Ekspansi Bisnis

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Data Baru Sebut Suhu Lautan Dunia Pecahkan Rekor Terpanas Sepanjang Juni
Data Baru Sebut Suhu Lautan Dunia Pecahkan Rekor Terpanas Sepanjang Juni
Pemerintah
Emisi Karbon Pusat Data Diprediksi Lebih Tinggi dari Perkiraan
Emisi Karbon Pusat Data Diprediksi Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Uni Eropa Adopsi Aturan Daur Ulang untuk Kendaraan
Uni Eropa Adopsi Aturan Daur Ulang untuk Kendaraan
Pemerintah
Ledakan Penduduk di Kawasan Industri Morowali Picu Krisis Sampah
Ledakan Penduduk di Kawasan Industri Morowali Picu Krisis Sampah
LSM/Figur
Tata Kelola Rantai Pasok Energi Jadi Fondasi Keberlanjutan Industri
Tata Kelola Rantai Pasok Energi Jadi Fondasi Keberlanjutan Industri
Swasta
Malaysia Andalkan Waste-to-Energy untuk Kurangi Sampah dan Hasilkan Listrik
Malaysia Andalkan Waste-to-Energy untuk Kurangi Sampah dan Hasilkan Listrik
Pemerintah
Kolaborasi 'Pendidikan Bilingual untuk Tuli', Menjadikan Bahasa Isyarat Hak Dasar Pendidikan Inklusi
Kolaborasi "Pendidikan Bilingual untuk Tuli", Menjadikan Bahasa Isyarat Hak Dasar Pendidikan Inklusi
LSM/Figur
NU dan Jihad Menjaga Lingkungan
NU dan Jihad Menjaga Lingkungan
Pemerintah
Bumi yang Lebih Panas, El Nino yang Lebih Mahal
Bumi yang Lebih Panas, El Nino yang Lebih Mahal
Pemerintah
Mandatori B50 Tak Bisa Jadi Strategi Jangka Panjang, IESR Desak Pemerintah Hitung Ulang Risiko
Mandatori B50 Tak Bisa Jadi Strategi Jangka Panjang, IESR Desak Pemerintah Hitung Ulang Risiko
LSM/Figur
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Tujuan Strategis Investasi Aksi Iklim dan Transisi Energi
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Tujuan Strategis Investasi Aksi Iklim dan Transisi Energi
Pemerintah
Dulu Semalam Dapat 10 Kg, Kini Nelayan Bahodopi Bersyukur Pulang Membawa Dua Ekor Ikan...
Dulu Semalam Dapat 10 Kg, Kini Nelayan Bahodopi Bersyukur Pulang Membawa Dua Ekor Ikan...
LSM/Figur
FAO Petakan Daerah yang Paling Rentan Kena Dampak Kekeringan
FAO Petakan Daerah yang Paling Rentan Kena Dampak Kekeringan
Pemerintah
Bank Dunia Batalkan Target Alokasi 45 Persen Dana Pinjaman untuk Proyek Iklim
Bank Dunia Batalkan Target Alokasi 45 Persen Dana Pinjaman untuk Proyek Iklim
Pemerintah
Tanpa Kendali Regulasi, AI Bakal Gagal Wujudkan Target SDG
Tanpa Kendali Regulasi, AI Bakal Gagal Wujudkan Target SDG
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau