Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TLFF Diluncurkan Ulang, Dorong Pembiayaan Ekonomi Hijau di Indonesia

Kompas.com, 8 April 2026, 08:32 WIB
Add on Google
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat kajian SUSTAINABILITAS di bawah Universitas Harkat Negeri (UHN) meluncurkan ulang Tropical Landscapes Finance Facility (TLFF) sebagai upaya mendorong pembiayaan dan edukasi ekonomi hijau di Indonesia, Selasa (7/4/2026).

TLFF sebelumnya telah diluncurkan pada 2016 sebagai platform pembiayaan campuran (blended finance) yang berfokus pada pengurangan deforestasi, pengembangan pertanian berkelanjutan, serta energi baru terbarukan (EBT).

Inisiatif ini melibatkan sejumlah lembaga internasional seperti UNEP dan ICRAF, bersama pelaku industri keuangan.

Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said mengatakan, peluncuran ulang TLFF dilakukan dengan pendekatan yang lebih adaptif di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Banyak agenda jangka panjang yang kini terabaikan karena kita terjebak pada kepentingan jangka pendek,” ujar Sudirman.

Ia menilai, sejumlah kebijakan di Indonesia masih cenderung berorientasi jangka pendek, seperti ketergantungan pada impor, lambatnya transisi energi, serta kurangnya perhatian terhadap pengembangan transportasi publik.

Dorong Perubahan Gaya Hidup dan Kebijakan

SUSTAINABILITAS sebagai pusat kajian yang menaungi TLFF juga mengusung pendekatan perubahan perilaku, termasuk dalam penggunaan transportasi publik.

Lokasi pusat kajian yang berada di kawasan transportasi terpadu Dukuh Atas, Jakarta, dipilih untuk mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi massal.

Direktur SUSTAINABILITAS William Sabandar mengatakan, pembangunan infrastruktur perlu diiringi perubahan budaya masyarakat.

“Dalam krisis selalu ada peluang. Tantangannya bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, pusat kajian ini akan menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan rekomendasi kebijakan, mengembangkan skema pembiayaan, serta membangun kemitraan dalam mendukung agenda keberlanjutan.

Peluang di Tengah Tantangan

Sekretaris Jenderal Global Alliance for a Sustainable Planet Satya Tripathi menilai, peluncuran ulang TLFF menjadi relevan di tengah kebutuhan percepatan transisi menuju ekonomi hijau.

Ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar, termasuk dari sisi sumber daya alam dan cadangan karbon, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi hijau yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Satya menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan program pembiayaan berkelanjutan dapat berjalan efektif.

Peluncuran kembali TLFF diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembiayaan hijau di Indonesia, sekaligus mendorong integrasi antara kebijakan, investasi, dan praktik lapangan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pertamina Lirik Tebu jadi Bahan Baku Bensin Nabati
Pertamina Lirik Tebu jadi Bahan Baku Bensin Nabati
BUMN
BRIN Dorong Pengembangan PLTSa untuk Tangani Sampah di Wilayah 3T
BRIN Dorong Pengembangan PLTSa untuk Tangani Sampah di Wilayah 3T
Pemerintah
Menteri LH Perkuat Penegakan Hukum Kasus Karhutla
Menteri LH Perkuat Penegakan Hukum Kasus Karhutla
Pemerintah
BMKG Sebut Hujan Bakal Melanda hingga 20 April, Ini Wilayah yang Harus Waspada
BMKG Sebut Hujan Bakal Melanda hingga 20 April, Ini Wilayah yang Harus Waspada
Pemerintah
Waste4Change: Produksi Sampah Nasional Per Hari Setara 12 Candi Borobudur
Waste4Change: Produksi Sampah Nasional Per Hari Setara 12 Candi Borobudur
LSM/Figur
Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan
Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan
Swasta
Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
LSM/Figur
Minim Aksi Iklim, Pendapatan Rata-Rata Masyarakat Dunia Diprediksi Turun 15 Persen
Minim Aksi Iklim, Pendapatan Rata-Rata Masyarakat Dunia Diprediksi Turun 15 Persen
Pemerintah
ISO Perbarui Standar Utama Manajemen Lingkungan
ISO Perbarui Standar Utama Manajemen Lingkungan
Swasta
Dosen Unej Teliti Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen
Dosen Unej Teliti Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen
LSM/Figur
Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global
Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global
Pemerintah
KKP Tak Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Seperti Era Susi Pudjiastuti, tapi Diberikan ke Nelayan
KKP Tak Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Seperti Era Susi Pudjiastuti, tapi Diberikan ke Nelayan
Pemerintah
Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Pemerintah
Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di Kalangan Remaja Rendah, Ngantuk Saat Jam Pelajaran
Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di Kalangan Remaja Rendah, Ngantuk Saat Jam Pelajaran
LSM/Figur
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Disebut Lebih Jelas dan Terarah
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Disebut Lebih Jelas dan Terarah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau