Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di sektor industri terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk menekan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi.
Salah satu implementasi terbaru dilakukan di fasilitas produksi PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) di Bogor melalui pemasangan PLTS atap berkapasitas 788,97 kilowatt peak (kWp).
Proyek tersebut dibangun oleh PT Energia Prima Nusantara (EPN), anak usaha PT United Tractors Tbk yang bergerak di bidang energi terbarukan.
Baca juga: PLTS 100 GW Dikejar, Fondasi Eksekusi Jadi Penentu
Sistem tersebut terdiri dari 1.326 panel surya dan diproyeksikan menghasilkan listrik sebesar 1.084.981 kilowatt hour (kWh) pada tahun pertama operasionalnya.
Selain memasok kebutuhan listrik dari sumber energi terbarukan, PLTS tersebut diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga sekitar 900 ton karbon dioksida (CO2) per tahun.
Direktur EPN Achmad Rizal Roesindrawan mengatakan pemanfaatan energi surya di sektor industri menjadi salah satu langkah untuk mendukung transisi energi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
“EPN sudah berpengalaman sejak tahun 2018 dan hingga saat ini telah mengembangkan kapasitas PLTS mencapai 37 MWp. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh ASKI. Semoga kehadiran PLTS ini dapat membantu efisiensi energi ASKI sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan,” ujar Achmad Rizal dikutip Senin (1/6/2026).
Sementara itu, Presiden Direktur ASKI Prihatanto Agung Lesmono mengatakan penggunaan PLTS menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi jejak karbon operasional sekaligus memperkuat sinergi di lingkungan Grup Astra.
“Value chain sesama Astra untuk memperkuat sesama perusahaan Astra, terutama pada perusahaan kami yang memproduksi alat kesehatan. Langkah ini adalah kontribusi nyata terhadap lingkungan oleh ASKI dan pengurangan emisi karbon,” kata Prihatanto.
Ia menambahkan, perusahaan juga tengah mempertimbangkan pengembangan sistem penyimpanan energi berbasis baterai untuk mengoptimalkan pemanfaatan listrik yang dihasilkan panel surya.
Baca juga: Industri Mulai Lirik ke PLTS Demi Jaga Bisnis Tetap Jalan
“Selanjutnya kami memperhitungkan bersama untuk pemasangan baterai berkolaborasi dengan EPN. Pemakaian solar panel bisa tersambung sempurna dengan mesin yang ASKI miliki. Semoga ini menjadi kerja sama awal dan lebih besar lagi ke depannya,” ujarnya.
Pemanfaatan PLTS atap di sektor industri dinilai semakin penting di tengah dorongan pemerintah untuk meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan serta mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Selain membantu menekan emisi, penggunaan energi surya juga menjadi salah satu strategi perusahaan dalam memenuhi target keberlanjutan dan efisiensi operasional jangka panjang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya