Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arisan Telur Jadi Cara Unik Desa di Ngawi Cegah Stunting

Kompas.com, 27 April 2026, 15:30 WIB
Add on Google
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Anjar, seorang ibu hamil dengan risiko kekurangan energi kronis (KEK) sudah pernah sekali memperoleh arisan telur yang dikocok ketika kegiatan posyandu. Ia membawa pulang satu kilo telur dari salah satu program penurunan stunting di Kabupaten Ngawi.

"Kalau di rumah anak-anak suka ditelur dadar. Kalau yang digodok itu biasanya si bungsu enggak mau," ujar Anjar, Kamis (16/4/2026).

Selain mendapatkan dukungan dana dari pemerintah desa, program penanganan stunting — termasuk arisan telur — juga dibantu kader pembangunan manusia (KPM) dan tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP-PPK). Mereka melakukan pendampingan melalui pendekatan 'jemput bola', yang bahkan membawa timbangan dan mengukur badan di rumah-rumah warga.

Baca juga: Manfaatkan Pangan Lokal, Sup Matahari Jadi Menu Favorit Atasi Stunting di Ngawi

Arisan telur murah

Ketua TP-PPK, Dwi mengungkapkan bahwa arisan telur menjadi insiatif desa untuk pencegahan stunting sejak tahun 2025. Telur dipilih sebagai sumber protein hewani dengan harga paling terjangkau dan mudah diolah.

"Kan digaungkan Dinkes (Dinas Kesehatan) minimal makan satu protein hewani. Kami berinisiatif untuk bagaimana kalau di posyandu diadakan arisan telur," tutur Dwi.

Seorang KPM, Eli mengatakan, desa mengenalkan terlebih dahulu makanan yang perlu dikonsumsi untuk seorang ibu hamil, seperti telur, daging ayam, daun kelor, sampai bayam. Desa juga menyosialisasikan makanan yang sebaiknya dihindari, terutama seblak bagi ibu muda dalam kondisi hamil.

Proses edukasi dibingkai dengan berbagai kegiatan yang disiapkan untuk menarik minat warga agar mau datang ke posyandu. Di sana, setidaknya ada kegiatan yang mendorong kegiatan fisik motorik dan demo masak dengan menu bervariasi.

"Kami adakan tanya jawab (seputar penanganan stunting) yang diberi doorprize, itu tidak seberapa, tapi kan bisa menarik ibu-ibu lain, supaya semangat hadir ke posyandu.

Namun, edukasi pentingnya telur terkadang terkendala kepercayaan masyarakat setempat yang berbalut sikap overprotektif kakek-neneknya.

Baca juga: Sosok Kartini dari Gunung Lewotobi, Oca Berjuang Lawan Stunting dengan Honor Rp300.000

"Biasanya Mbah (kakek-nenek) itu (melarang) 'ojo dikei ngono maem (jangan diberi makan) itu seperti telur, memang sangat sulit kami memperkenalkan pertama kali. Jangan diberi telur nanti bisulen (bisul) dan timbilen (bintitan)," ucap Eli.

Penguatan tata kelola

TP-PPK dan KPM tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting (TPPS) di tingkat desa, yang dibentuk pemerintah. Program PASTI melakukan intervensi dengan mengadvokasi orang-orang yang tergabung dalam TPPS supaya lebih baik dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka.

Program Manager PASTI Wahana Visi Indonesia (WVI), Hotmianida Panjaitan mengatakan, intervensi terhadap TPPS dimulai dari memberikan pemahaman secara menyeluruh tentang stunting. Program PASTI juga mengajarkan kepada TPPS bagaimana mengumpulkan dana untuk penanganan stunting dari program pemerintah dan CSR perusahaan.

"Jadi, kami lebih kepada memberi kail ya, terus pendampingan. Setelah melakukan kegiatan baru, bikin inovasi, mereka kadang enggak tahu mau ngapain lagi. Banyak program, tapi jalan atau enggak?, nah sebenarnya kami membantu di situ," ucapnya.

Program PASTI bertujuan menguatkan tata kelola TPPS sebagai garda depan penanganan stunting di desa dengan berbagai cara sederhana. Di antaranya, dengan mengajarkan pentingnya memantau kinerja dan mengumpulkan notulensi pada setiap evaluasi pelaksanaan kegiatan penanganan stunting. Itu termasuk di dalam memastikan keberhasilan program arisan telur.

"Enggak perlu bikin program muluk-muluk, bikin program enggak perlu dana besar. Arisan telur dan memastikan tetangga kanan kiri yang dapat 20 telur dari arisan bisa memakannya tiap hari, atau satu minggu sudah habis," ujar Hotmianida.

Baca juga: Cegah Stunting, IPB Beri Penyuluhan ke Masyarakat di Cirebon

Program PASTI juga melatih relawan PGD untuk memahami standar membantu penanganan stunting dan berdasarkan hasil evaluasi pada 2025, kegiatan ini berhasil meningkatkan berat badan 85 persen anak yang ikut atau sudah normal.

Diketahui, Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI) merupakan program kemitraan antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk. Program percepatan pencegahan stunting dan perbaikan status gizi di Indonesia hingga Januari 2027 ini diimplementasikan oleh WVI dan didukung Yayasan Cipta.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menteri LH: Industri Ekstraktif Harus Tetap Jalan karena RI Butuh Uang
Menteri LH: Industri Ekstraktif Harus Tetap Jalan karena RI Butuh Uang
Pemerintah
FEM IPB: Mayoritas Manfaat MBG masih Terkonsentrasi di Jawa dan Perkotaan
FEM IPB: Mayoritas Manfaat MBG masih Terkonsentrasi di Jawa dan Perkotaan
Pemerintah
Lewat Program Teman Biruni Bahagia, Biruni Foundation Salurkan Ratusan Bantuan untuk Anak Rentan
Lewat Program Teman Biruni Bahagia, Biruni Foundation Salurkan Ratusan Bantuan untuk Anak Rentan
LSM/Figur
Angkat Tema Pemberdayaan, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Dibuka untuk Umum
Angkat Tema Pemberdayaan, Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 Dibuka untuk Umum
LSM/Figur
Asia ESG Summit Dorong Akuntabilitas Perusahaan di Dunia Nyata
Asia ESG Summit Dorong Akuntabilitas Perusahaan di Dunia Nyata
Swasta
Menteri LH Baru: Pemerintah Berhutang pada Gen Z
Menteri LH Baru: Pemerintah Berhutang pada Gen Z
Pemerintah
Ada Kesenjangan Kesadaran Hadapi Krisis Iklim antara Laki-laki dan Perempuan
Ada Kesenjangan Kesadaran Hadapi Krisis Iklim antara Laki-laki dan Perempuan
LSM/Figur
Meta Nyalakan Pusat Data di Malam Hari dengan Energi Surya dari Luar Angkasa
Meta Nyalakan Pusat Data di Malam Hari dengan Energi Surya dari Luar Angkasa
Pemerintah
Atasi Tantangan Pembangunan Nasional, PFI Dorong Perkuat Peran Filantropi
Atasi Tantangan Pembangunan Nasional, PFI Dorong Perkuat Peran Filantropi
Pemerintah
Perlu Riset Interdisipliner untuk Temukan Solusi Adaptasi Iklim
Perlu Riset Interdisipliner untuk Temukan Solusi Adaptasi Iklim
LSM/Figur
Peringatan Hari K3 dan May Day, Buruh Soroti Potensi Penyakit akibat Asbes
Peringatan Hari K3 dan May Day, Buruh Soroti Potensi Penyakit akibat Asbes
Swasta
FIF Group Kukuhkan 37 Guru SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan
FIF Group Kukuhkan 37 Guru SMK se-Indonesia sebagai Duta Literasi Keuangan
Pemerintah
Teknologi AI-IoT Bantu Mitigasi Banjir Rob di Pantura Jateng, Peran Perempuan Jadi Kunci
Teknologi AI-IoT Bantu Mitigasi Banjir Rob di Pantura Jateng, Peran Perempuan Jadi Kunci
LSM/Figur
Inggris Masukkan Sektor Aviasi dan Maritim ke Anggaran Karbon
Inggris Masukkan Sektor Aviasi dan Maritim ke Anggaran Karbon
Pemerintah
Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus
Kisah Petani Tambak Bisa Produksi Garam, Rumput Laut, Air Minum, dan Listrik Sekaligus
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau