KOMPAS.com – Ratusan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengikuti gelaran “UMKM Digital Finance Tour–Tangerang Edition” di Mall Alam Sutera, Tangerang, Banten, Selasa (29/4/2026).
Mengusung tema “UMKM Go Digital: Kuatkan Usaha, Luaskan Pasar Online”, kegiatan itu menjadi wadah kolaborasi sekaligus sarana peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memperkuat daya saing di pasar digital.
Acara tersebut dihadiri Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana, Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital Boni Pudjianto, serta Direktur Utama PT Bank Seabank Indonesia Sasmaya Tuhuleley.
Baca juga: Seribu Kemasan Produk UMKM Dikirim ke Belanda, Siap Tampil di Rotterdam Fair 2026
Dalam sambutannya, Temmy menekankan pentingnya literasi keuangan dan digital bagi pelaku UMKM, termasuk penerapan pembukuan yang baik untuk membuka akses pembiayaan.
“Melalui UMKM Digital Finance Tour, kami berharap, pelaku UMKM dapat meningkatkan literasi keuangan digital, mulai menerapkan pembukuan digital, serta memanfaatkan pembiayaan secara bijak,” ujar Temmy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/4/2026).
Senada dengan itu, Boni menyebut bahwa kemajuan ekonomi nasional berawal dari penguatan usaha di tingkat lokal.
“Ketika usaha lokal mampu bertransformasi dan naik kelas, maka akan menjadi daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Boni.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley memperkenalkan platform “UMKM Pintar” sebagai sarana pembelajaran mandiri bagi pelaku usaha.
Baca juga: Green Financing untuk UMKM Belum Optimal, OJK Dorong Ekonomi Hijau di Daerah
Menurut dia, tantangan utama UMKM tidak hanya pada akses pembiayaan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara sehat dan berkelanjutan.
“Melalui platform UMKM Pintar, kami ingin menyediakan sarana pembelajaran yang praktis dan mudah diakses agar pelaku UMKM memiliki ketahanan finansial dan lebih siap untuk tumbuh di era digital,” jelas Sasmaya.
Para peserta juga mendapatkan pembekalan intensif terkait literasi digital, mulai dari penerapan prinsip attention, interest, desire, dan action (AIDA) dalam pemasaran, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, hingga penggunaan sistem point of sale (POS) untuk meningkatkan efisiensi usaha.
Dalam sesi bertajuk “UMKM Go Digital: Kuatkan Usaha, Luaskan Pasar Online”, peserta diajak memahami konsep dasar pemasaran digital, manfaatnya dalam memperluas jangkauan pasar, serta menghindari kesalahan umum dalam strategi pemasaran.
Baca juga: PeHa Pembersih Sepatu, UMKM Asal Medan yang Jangkau Seluruh Indonesia
Selain itu, peserta juga mendapatkan pendalaman mengenai penggunaan sistem POS, termasuk pengenalan mitra, seperti ShopeePay, CBI SME Bureau, Majoo, dan Olsera, serta langkah-langkah implementatif dalam mengoptimalkan penggunaannya.
Untuk memberikan pengalaman langsung, acara itu menghadirkan 10 booth interaktif dari berbagai mitra, antara lain Credit Bureau Indonesia (CBI), Mediawave Interaktif, Majoo, Olsera, Kasir Pintar, Qasir, Atourin, UMKM Pintar, SeaBank Indonesia, dan Flazztax.
Melalui area pameran tersebut, peserta dapat berkonsultasi langsung, mencoba demo sistem digital, hingga memperluas jejaring dengan sesama pelaku usaha.
Lewat acara itu, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mendapatkan wawasan, tetapi juga pemahaman teknis yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha mereka di era digital.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya