Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PeHa Pembersih Sepatu, UMKM Asal Medan yang Jangkau Seluruh Indonesia

Kompas.com, 11 Februari 2026, 20:10 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PeHa, produk pembersih sepatu karya usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Suryadi Ilyas berhasil dijual ke seluruh wilayah Indonesia.

Surya, sapaan akrab Suryadi, menjelaskan PeHa adalah pembersih sepatu yang dikemas dalam botol 130 mililiter. Konsumen bisa membersihkan sepatunya, dengan menuangkan busa pembersih, lalu menyikat bagian yang kotor tanpa perlu dibilas air lagi.

Baca juga: 

"Untuk di ritel, harga produk sabunnya saja mulai dari Rp 40.000-an. Nah, tapi kalau untuk grosir) kami jual Rp 20.000 sampai Rp 25.000 tergantung kuantitasnya," ujar Surya ditemui dalam Meet The Market Road to InaBuyer 2026, Gedung Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

Produk kit yang terdiri dari cairan pembersih, lap mikrofiber, dan sikat dijual dengan harga Rp 60.000.

Produksinya pun masih sederhana, Surya membuat cairan pembersih sepatu dari rumahnya di Medan, Sumatera Utara.

Mengenal PeHa, produk UMKM pembersih sepatu

Membuat produk yang lebih layak diterima masyarakat

Surya mulanya tertarik dengan dunia usaha sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Ia sempat menjual sabun cuci piring yang diproduksi mandiri, tapi terhenti kala ia berkuliah.

Usai lulus kuliah, laki-laki berusia 32 tahun ini memilih bekerja sebagai wartawan di salah satu media televisi.

"Sampai setelah Covid, mungkin dunia lebih bergeser sudut pandangnya. Saya melihat apa yang pernah saya buat dulu, saya buka lagi memori, saya pernah bikin produk-produk consumer goods," jelas Surya.

"Akhirnya saya bikin produk yang lebih layak yang lebih bisa diterima masyarakat. Terwujudlah dengan adanya produk pembersih sepatu ini," tambah dia.

Baca juga:

Merek PeHa diambil dari istilah kimia “pH” yang berkaitan dengan tingkat keasaman atau penetralan.

Menurut Surya, sejumlah pelanggan mengartikan PeHa sebagai singkatan dari Pembersih Handal. Ia pun mengakui bahwa produk ini bukan yang pertama kali ada.

"Sebelum ada produk-produk lain juga saya sudah terpikirkan cara praktis membersihkan sepatu, karena beberapa orang kan mungkin yang mobilitasnya tinggi, yang dia untuk menaruh di laundry juga belum sempat. Jadi dia itu bisa bawa ini ke mana-mana semacam mungkin semir, tapi ini bukan semir, lebih ke sabun pembersih sepatu yang praktis," papar dia.

Produk pembersih sepatu merek PeHa dijajakan di Smesco Indonesia, Rabu (11/2/2026). KOMPAS.com/ZINTAN Produk pembersih sepatu merek PeHa dijajakan di Smesco Indonesia, Rabu (11/2/2026).

Sejak diluncurkan pada pertengahan 2023, produk PeHa telah terjual lebih dari 3.000 unit melalui platform e-commerce (lokapasar) dan menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.

Hal ini mendorongnya untuk terus mempromosikan PeHa, termasuk di kegiatan Meet The Market Road to InaBuyer 2026. 

"Tujuannya ke sini untuk bisa mendapatkan market fix yang lebih besar, seperti modern retail, bahkan mungkin ada beberapa mitra-mitra strategisnya BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bisa kami rebranding lagi produknya untuk peruntukannya untuk perusahaan-perusahaan BUMN," jelas dia.

Produk PeHa, lanjut Surya, bisa dijadikan pilihan pelengkap bagi penumpang pesawat di bandara.

Selain itu, Surya berharap produknya dapat dipajang dalam mesin penjual otomatis di area publik.

"Jadi produk-produk seperti ini bisa dikurasi, jadi bisa gampang dibeli atau dijangkau oleh masyarakat kan, terutama masyarakat Jakarta yang kegiatannya pasti di area publik," ucap Surya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau