Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau

Kompas.com, 15 April 2026, 11:58 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lingkungan kantor PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN kini tampak berbeda. Setiap Jumat, tak ada lagi deru mesin kendaraan berbahan bakar fosil yang memadati area parkir.

Melalui gerakan Clean Energy Day, puluhan ribu insan PLN di seluruh Indonesia mulai menerapkan budaya kerja baru, yakni meninggalkan kendaraan fosil dan beralih ke gaya hidup hijau.

Gerakan itu merupakan langkah strategis PLN dalam membangun budaya kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi konsumsi energi fosil dan emisi karbon.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Yusuf Didi Setiarto menjelaskan bahwa gerakan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan transformasi paradigma dan perilaku kolektif yang melibatkan lebih dari 37.158 pegawai PLN.

“Sebagai komitmen menjalankan arahan pemerintah, kami menghadirkan Clean Energy Day sebagai langkah transformasi budaya kerja yang lebih efisien, hijau, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Bukan 4.655 Unit, Manager PLN UP3 Lhokseumawe Sebut Tersisa 547 Huntara Proses Pemasangan Listrik

Dengan semangat gotong royong, Didi mengatakan, PLN optimistis langkah tersebut akan memberikan dampak nyata dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional serta mereduksi emisi karbon secara signifikan.

Clean Energy Day diterapkan melalui kebijakan pembatasan parkir kendaraan berbahan bakar fosil di seluruh kantor PLN setiap hari Jumat.

Seluruh pegawai didorong menggunakan moda transportasi umum, seperti kereta rel listrik (KRL), mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), atau bus rapid transit (BRT), kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bersepeda, hingga berjalan kaki.

Selain sektor transportasi, Clean Energy Day juga menyasar efisiensi operasional perusahaan.

Dalam pelaksanaannya, PLN menekan perjalanan dinas hingga 50–70 persen dan mengoptimalkan rapat koordinasi secara daring.

Untuk memastikan keberhasilan program, PLN mengintegrasikan Clean Energy Day ke dalam aplikasi internal yang telah dikembangkan perusahaan.

Baca juga: Listrik Huntara Aceh Utara Belum Terpasang, PLN: Material Masih Dikirim dari Jakarta

Melalui sistem tersebut, pegawai dapat mencatat aktivitas perjalanan harian secara otomatis.

Data tersebut akan dipantau secara real-time dan menjadi dasar manajemen dalam memberikan apresiasi bagi pegawai maupun unit kerja yang paling aktif berpartisipasi.

Pada pelaksanaan perdana Clean Energy Day pada Jumat (10/4/2026), insan PLN berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 28.600 kilogram (kg) karbondioksida (CO2) atau rata-rata 2,9 kg CO2 per pegawai. 

Inisiatif ini juga mencatat penghematan konsumsi BBM sekitar 12.400 liter dengan efisiensi biaya energi setara kurang lebih Rp 153 juta dalam satu hari.

Didi mengatakan, Clean Energy Day merupakan gerakan PLN untuk masa depan, yakni cara baru yang menjawab kebutuhan efisiensi sekaligus menjaga produktivitas.

“Kami ingin membuktikan bahwa bekerja dengan cara yang lebih hijau adalah sebuah kebanggaan dan menjadi standar baru di PLN,” jelasnya.

Baca juga: PLN Bakal Rampungkan 13 Proyek Pembangkit EBT Berkapasitas 700 MW

Adapun gerakan Clean Energy Day merupakan pengejawantahan arahan pemerintah untuk mengoptimalkan penghematan energi fosil di tengah tantangan geopolitik global, sekaligus memperkuat komitmen korporasi dalam memimpin transisi energi di Tanah Air.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau