KOMPAS.com – Semangat Raden Ajeng (RA) Kartini kini tak lagi sekadar kebaya, sanggul, dan seremoni, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata dalam mendorong ekonomi keluarga.
Melalui inisiatif Srikandi Movement, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menunjukkan bahwa kekuatan perempuan dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
Srikandi Movement merupakan inisiatif Srikandi PLN yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup melalui pemberdayaan masyarakat. Sepanjang 2025 hingga menjelang Hari Kartini 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 40.000 penerima manfaat di 140 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, Srikandi PLN tidak hanya berperan dalam kegiatan operasional dan penyediaan energi listrik, tetapi juga aktif mendorong penciptaan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan.
Baca juga: Kabel PLN Tersangkut Truk, Jalan Kaligawe Semarang Macet Total 4 Kilometer
“Melalui Srikandi Movement, PLN ingin memastikan bahwa kehadiran kami memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (22/4/2026).
Darmawan menambahkan, program itu dirancang untuk mendorong kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) ini tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga merupakan investasi kemanusiaan yang terukur.
Baca juga: Menuju Hub Digital Asia, BP Batam Wujudkan Proyek Pusat Data DayOne dan PLN Batam
Srikandi Movement diimplementasikan melalui lima inisiatif utama, yakni Srikandi Goes to School/Campus, Srikandi Sahabat Anak, Women Support Women, Srikandi Care, serta Inspiring Srikandi. Kelima program ini menyasar sektor pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, hingga pengembangan kapasitas perempuan.
Ketua Harian Srikandi PLN Kamia Handayani menyampaikan, Srikandi Movement telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat melalui berbagai inisiatif lintas sektor.
Dampak tersebut tecermin dari capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 89,5 serta nilai social return on investment (SROI) yang positif sebagai indikator manfaat yang dirasakan masyarakat.
Kamia menjelaskan, Women Support Women menjadi salah satu program unggulan dengan capaian implementasi yang signifikan. Program ini menjangkau 1.296 penerima manfaat dan melibatkan 36 kelompok, dengan nilai SROI mencapai 5,79 pada 2025.
Baca juga: PLN Kejar 4.118 Proyek Transisi Energi, Meski Dihantam Volatilitas Global
“Melalui Women Support Women, kami mendorong perempuan untuk lebih mandiri secara ekonomi, tidak hanya dengan memberikan akses dan peluang,” kata Kamia.
Ia menambahkan, peserta juga dibekali keterampilan, pendampingan, serta jejaring untuk memperkuat keberlanjutan usaha mereka.
Selain itu, program Srikandi Goes to School/Campus berfokus pada peningkatan literasi dan wawasan melalui kegiatan di luar kurikulum formal. Program ini telah menjangkau 5.102 peserta serta 240 tenaga pendidik di 60 lokasi.
Baca juga: Jumat Tanpa Asap, 37.158 Insan PLN Tinggalkan Kendaraan Fosil demi Gaya Hidup Hijau
Sementara itu, Srikandi Sahabat Anak memperkuat pemenuhan hak dan kesejahteraan anak melalui edukasi, pendampingan, serta bantuan kebutuhan dasar.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya