KOMPAS.com - Penelitian baru dari University of Bristol di Inggris menemukan berkurangnya serangga penyerbuk secara langsung dapat mengancam kesehatan dan kesejahteraan manusia.
Melansir Phys, Rabu (6/5/2026) penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature ini menunjukkan keanekaragaman hayati berperan penting dalam menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh kita sehari-hari.
Sudah lama diketahui bahwa serangga penyerbuk sangat penting membantu menghasilkan buah, sayur, dan kacang-kacangan yang menjadi sumber vitamin serta mineral, namun bukti nyata tentang bagaimana berkurangnya serangga ini berdampak langsung pada manusia selama ini masih terbatas.
Dalam studinya peneliti pun melakukan penelitian di sepuluh desa pertanian kecil di Nepal dan lingkungan sekitarnya. Setelah itu para peneliti mengamati hubungan antara serangga penyerbuk liar, jumlah hasil panen, dan nutrisi yang dibutuhkan oleh keluarga di sana.
Baca juga: Peran Serangga dan Laba-Laba di Negara Maju Diabaikan
Dengan memantau pola makan, kandungan gizi tanaman, dan serangga yang mendatangi tanaman tersebut selama setahun, tim peneliti membuktikan bahwa serangga penyerbuk berperan langsung dalam mendukung pemenuhan gizi dan mata pencaharian warga.
Penelitian ini menemukan bahwa serangga penyerbuk sangat penting bagi gizi dan penghasilan keluarga petani.
Serangga penyerbuk menyumbang 44 persen dari pendapatan pertanian warga dan memberikan lebih dari 20 persen asupan vitamin A, folat, serta vitamin E mereka.
Ketika jumlah serangga berkurang, keluarga petani berisiko kekurangan gizi, sehingga lebih mudah jatuh sakit dan terjebak dalam lingkaran kemiskinan serta kesehatan yang buruk. Saat ini, seperempat penduduk dunia menderita "kelaparan tersembunyi" semacam ini.
Penelitian ini menunjukkan adanya peluang besar untuk perubahan positif ketika masyarakat membantu melindungi serangga penyerbuk, asupan gizi dan penghasilan mereka bisa meningkat.
Langkah-langkah sederhana seperti menanam bunga liar, mengurangi penggunaan pestisida, atau memelihara lebah lokal dapat membantu memperbanyak jumlah serangga penyerbuk, yang pada akhirnya memperkuat alam sekaligus kesejahteraan manusia.
Meskipun petani kecil sangat rentan terhadap kehilangan keanekaragaman hayati, tindakan nyata di tingkat lokal ini dapat meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi mereka. Temuan ini juga dapat membantu memperbaiki kesehatan dan mata pencaharian jutaan petani kecil di seluruh dunia.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati bukanlah sebuah kemewahan. Ini adalah hal mendasar bagi kesehatan, gizi, dan mata pencaharian kita," ungkap Dr. Thomas Timberlake, peneliti utama studi ini
Dengan menunjukkan bagaimana spesies seperti serangga penyerbuk membantu menghasilkan makanan yang kita makan, peneliti tidak hanya memperlihatkan risiko kehilangan alam bagi kesehatan manusia, tetapi juga peluang besar untuk memperbaiki hidup manusia dengan cara bekerja sama dengan alam.
Jane Memmott, Profesor Ekologi dan penulis senior, menambahkan ada situasi yang menguntungkan semua pihak di mana kita bisa memperbaiki kondisi alam sekaligus membantu manusia secara bersamaan.
Ini membutuhkan pemahaman tentang alam, tetapi biayanya sangat murah dan memberikan keuntungan besar bagi kedua belah pihak.
"Lebih dari separuh anak-anak dalam penelitian kami stunting. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh pola makan buruk yang sangat bergantung pada sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan yang dihasilkan lewat bantuan serangga penyerbuk," terang Dr. Naomi Saville dari University College London.
Seiring berkurangnya keragaman serangga penyerbuk, upaya untuk memulihkan populasi serangga penyerbuk sangatlah penting.
Penelitian ini telah menunjukkan bahwa kesehatan manusia sangat terikat dengan kesehatan alam. Dengan mengamati bagaimana serangga penyerbuk mendukung produksi pangan dan pola makan, studi ini mengungkapkan bahwa hilangnya keanekaragaman hayati bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Dengan sekitar 2 miliar orang yang bergantung pada pertanian kecil dan banyak di antaranya kekurangan vitamin, melindungi alam yang menyediakan makanan bergizi sangatlah penting untuk pembangunan masa depan.
Baca juga: Perubahan Iklim Bikin Serangga di Daerah Tropis Sulit Beradaptasi
Lebih lanjut, temuan penelitian ini memberikan panduan nyata bagi pemerintah dan petani untuk merancang sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Meskipun penelitian ini dilakukan di Nepal, hubungan yang sama juga terjadi di seluruh dunia. Pola makan di negara-negara maju pun masih sangat bergantung pada serangga penyerbuk dan ekosistem yang menjaga kelangsungan pertanian global.
Peneliti kini mulai bekerja sama dengan petani, organisasi lokal, peneliti, dan pemerintah untuk membantu masyarakat memahami betapa berharganya serangga penyerbuk serta cara mendukung keberadaan serangga dalam pertanian.
Dengan menunjukkan mengapa serangga penyerbuk sangat penting serta membagikan teknik sederhana dan praktis untuk menjaga mereka, para peneliti mulai melihat para petani melakukan perubahan.
Perubahan ini membantu meningkatkan hasil panen, gizi, dan penghasilan mereka. Gabungan upaya ini menunjukkan bagaimana bukti ilmiah dapat membawa perubahan nyata di dunia, yakni meningkatkan kesehatan, mata pencaharian, serta ketahanan masyarakat dengan cara memulihkan kelestarian alam.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya