“Tingkat emisi penerbangan yang mencapai rekor tertinggi adalah tanda nyata bahwa industri ini tidak berniat memperbaiki diri. Sudah waktunya untuk berhenti memberikan subsidi pada ketergantungan bahan bakar fosil dan mulai berinvestasi untuk masa depan sektor penerbangan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Juru bicara Ryanair mengatakan bahwa emisi gas rumah kaca mereka meningkat karena mereka adalah maskapai dengan pertumbuhan tercepat di Eropa.
Ia menambahkan pertumbuhan ini terjadi dengan harga tiket yang lebih murah namun menggunakan pesawat baru yang hemat bahan bakar, sehingga jumlah polusi per penumpang sebenarnya menurun.
Baca juga: Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Bisa Pangkas Signifikan Emisi Industri Penerbangan
Pertumbuhan Ryanair juga menggantikan perjalanan udara pada maskapai lama yang kurang efisien, yang tingkat polusinya per penumpang jauh lebih tinggi daripada Ryanair.
Ryanair juga membantah dengan menyatakan bahwa angka emisi dari sistem ETS sama sekali tidak bisa dipercaya karena tidak menghitung penerbangan dari maskapai lain yang dibebaskan dari pajak lingkungan.
Mereka menganggap sistem ETS Eropa tidak adil karena hanya memajaki penerbangan di dalam Eropa, sementara penerbangan jarak jauh yang paling banyak menghasilkan polusi justru dibebaskan dari pajak.
Ryanair mengatakan bahwa jika semua jenis penerbangan dihitung, jumlah total emisi mereka masih di bawah maskapai besar seperti Lufthansa, Air France/KLM, dan IAG (pemilik British Airways).
Mereka juga mengklaim memiliki tingkat emisi per orang yang paling rendah di antara maskapai besar Eropa, yaitu sekitar 64 gram per penumpang untuk setiap kilometer perjalanan.
sumber https://www.theguardian.com/environment/2026/may/08/airline-emissions-in-europe-top-pre-covid-levels-despite-pledge-to-decarbonise
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya