Sebagian besar pertumbuhan ini akan terpusat di Asia dan Afrika. Laporan tersebut juga memperingatkan bahwa harga rumah yang tidak terjangkau membuat status kepemilikan tempat tinggal menjadi tidak aman.
Hampir satu dari empat orang dewasa di 108 negara merasa takut kehilangan rumah atau hak atas tanah mereka, terutama para penyewa rumah dan penduduk kota usia muda yang menghadapi kenaikan biaya sewa serta cicilan rumah (KPR).
Untuk mengatasi krisis ini, UN-Habitat mendesak pemerintah di berbagai negara untuk tidak lagi menyerahkan urusan perumahan sepenuhnya kepada pasar.
Pemerintah diminta untuk mengambil cara-cara yang lebih adil bagi semua orang, termasuk memperbanyak program rumah murah, memperketat aturan harga sewa, memperbaiki pengurusan tanah, serta meningkatkan investasi untuk rumah bersubsidi dan fasilitas kota.
Tanpa adanya tindakan cepat, laporan tersebut memperingatkan bahwa ketimpangan masalah rumah ini bisa semakin parah dan dapat mengancam kedamaian masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan di seluruh dunia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya