KOMPAS.com - Penelitian baru memperingatkan bahwa masih banyak perusahaan di industri kopi dan olahan kopi yang belum menetapkan target penurunan emisi metana yang ambisius.
Temuan tersebut merupakan laporan dari Changing Markets Foundation yang telah menilai kinerja emisi metana dari 23 perusahaan susu dan kopi di seluruh Eropa dan Amerika Utara.
Melansir Edie, Rabu (27/5/2026) penelitian tersebut menemukan bahwa meskipun 91 persen dari perusahaan yang dinilai telah mengakui adanya hubungan antara peternakan dan iklim dalam laporan resmi mereka, hanya ada tiga perusahaan yang sudah menetapkan target penurunan emisi yang jelas untuk tahun 2030.
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan susu dan kopi yang terdepan sudah mulai blak-blakan membuka data emisi metana mereka dan melaporkan rencana penurunannya. Namun, sebagian besar perusahaan lain di sektor ini ternyata masih tertinggal jauh.
Baca juga: Mitigasi Metana Perlu Dipikul Bersama
Danone menjadi satu-satunya perusahaan yang targetnya sejalan dengan Global Methane Pledge (Janji Metana Global), yaitu memotong emisi metana minimal 30 persen di bawah tingkat emisi tahun 2020 pada tahun 2030 nanti.
Perusahaan lain yang juga sudah punya target untuk tahun 2030 tetapi belum sejalan dengan janji global tersebut adalah General Mills dan FrieslandCampina.
Sementara itu hanya ada tiga perusahaan saja yaitu Danone, Le Groupe Bel, dan Nestlé yang melaporkan adanya penurunan emisi metana mereka untuk tahun 2024 atau 2025.
Dari segi cara dan pendekatan keseluruhan dalam mengurangi metana, Danone menduduki peringkat terbaik pertama, disusul oleh General Mills dan Starbucks.
"Peringkat yang kami buat menunjukkan bahwa menetapkan target emisi metana yang berdasarkan data ilmiah adalah salah satu cara paling ampuh untuk mendorong pengurangan polusi," papar Nusa Urbancic, Direktur Utama Changing Markets Foundation.
Kemajuan yang diraih Danone membuktikan bahwa sebuah target bisa membuat perusahaan menjadi sangat fokus, asalkan didukung dengan laporan yang rutin dan tanggung jawab yang jelas.
Gas metana adalah 'rem darurat' yang sangat penting untuk mengatasi krisis iklim, dan kita butuh perusahaan makanan lainnya untuk segera meningkatkan keseriusan mereka.
Metana adalah salah satu penyebab utama krisis iklim dalam jangka waktu 20 tahun, gas rumah kaca ini bisa memerangkap panas 80 kali lebih banyak daripada karbon dioksida (CO2).
Penelitian tersebut menemukan bahwa 15 dari 23 perusahaan gagal membuka data emisi metana mereka untuk tahun 2024 atau 2025.
Perusahaan susu dan kopi sebenarnya jauh lebih maju daripada perusahaan supermarket. Penelitian dari Changing Markets Foundation menunjukkan bahwa tidak ada satu pun supermarket besar di dunia yang secara terbuka mengumumkan emisi metana mereka, menetapkan target pengurangan metana, atau menerbitkan rencana aksi nyata pada tahun 2026 ini.
Target pemotongan emisi metana sebesar 30 persen dalam kesepakatan Global Methane Pledge (GMP) sekarang waktunya tinggal kurang dari lima tahun lagi, namun komitmen yang ada saat ini baru bisa memenuhi kurang dari sepertiga dari target tersebut.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya