KOMPAS.com-Eropa saat ini memegang rekor sebagai benua yang suhu udaranya naik paling cepat di dunia.
Gelombang panas itu membuat negara-negara seperti Irlandia, Prancis dan Inggris mencetak rekor suhu terpanas yang baru bulan Mei lalu dan kemungkinan akan makin menyengat selama beberapa saat ke depan.
Lantas mengapa Eropa memanas lebih cepat daripada tempat lain di bumi? berikut beberapa alasannya melansir RTE, Sabtu (27/6/2026).
Suhu yang lebih tinggi
Bumi kita saat ini sudah sekitar 1,4 derajat C lebih panas dibandingkan dengan zaman pra-industri (masa antara tahun 1850-1900).
Sebagai perbandingan, suhu di benua Eropa sekarang sudah sekitar 2,4 derajat C lebih panas daripada zaman pra-industri tersebut, menurut data dari Layanan Perubahan Iklim Copernicus milik Uni Eropa.
Baca juga: Peringatan PBB: Panas Ekstrem Picu Krisis Pangan Global
"Hampir semua panas ini dipicu oleh efek rumah kaca akibat ulah manusia dari emisi bahan bakar fosil. Sementara itu, penyebaran panas berlebih ini di lapangan ditentukan oleh beberapa faktor," kata Ben Clarke, seorang peneliti cuaca ekstrem dan perubahan iklim di Imperial College London.
Perubahan pada perputaran udara di atmosfer telah menyebabkan gelombang panas menjadi lebih sering terjadi dan lebih menyengat saat musim panas di Eropa.
Direktur Copernicus, Carlo Buontempo mengungkapkan sistem tekanan udara tinggi, yang biasanya membawa cuaca tenang dan suhu yang lebih panas, sekarang menjadi lebih sering muncul di Eropa.
"Jika Anda melihat selama 20 hingga 30 tahun terakhir, ada peningkatan kondisi antisiklon semacam itu, terutama di musim panas, yang membuat gelombang panas lebih mudah terjadi," kata direktur Copernicus, Carlo Buontempo.
Apakah makin seringnya sistem tekanan udara tinggi jenis tersebut muncul disebabkan oleh perubahan iklim atau hanya sekadar kebetulan masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan.
Alasan utama lainnya adalah faktor geografis atau posisi wilayah.
"Eropa tersambung langsung dengan kawasan Arktik, yang suhunya naik jauh lebih cepat daripada wilayah lain di planet bumi," kata Clarke.
Kawasan Arktik saat ini sudah 3,2 derajat C lebih panas dibandingkan dengan zaman pra-industri, menurut data dari Copernicus.
Lonjakan suhu di wilayah kutub ini sebagian disebabkan oleh sebuah proses alam yang dikenal sebagai efek umpan balik albedo (albedo feedback).
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya