KOMPAS.com - Para ahli tata kota mengatakan bahwa Inggris berisiko membangun gedung-gedung generasi baru yang justru menjadi "perangkap maut" karena suhunya bisa menjadi terlalu panas dan mematikan.
Hal tersebut bisa terjadi jika pemerintah tidak memperketat aturan dan mengutamakan perlindungan terhadap perubahan iklim.
Melansir Guardian, Rabu (15/7/2026) kekhawatiran makin meningkat terkait nasib orang-orang yang rentan saat gelombang panas terjadi.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada 2.700 orang meninggal akibat gelombang panas pada bulan Mei dan Juni di Inggris dan Wales. Padahal, menurut temuan lembaga perencanaan setempat, baru sekitar setengah dari rencana pembangunan daerah yang mewajibkan gedung baru memiliki sistem pendingin atau ventilasi udara untuk mencegah suhu terlalu panas.
Baca juga: Kota-Kota di Asia dan Afrika Paling Terancam Cuaca Panas Ekstrem
Meskipun hampir semua pemerintah daerah di Inggris mengaku ingin menyediakan fasilitas hijau di perumahan baru, seperti menanam pohon untuk meneduhkan jalan atau akses ke saluran air, baru sekitar seperempat dari pemerintah yang benar-benar menggunakan alat ukur resmi untuk memastikan hal itu terwujud.
"Ini adalah masalah hidup dan mati. Kita harus mencegah pembangunan gedung-gedung yang bisa menjadi perangkap maut," kata Celia Davis, perwakilan dari lembaga tata kota TCPA.
Davis memperingatkan bahwa meskipun banyak pemerintah daerah punya target tinggi untuk mengatasi masalah suhu panas, kenyataannya tidak selalu sama.
"Ada jarak yang besar antara apa yang ingin mereka lakukan dengan apa yang benar-benar mereka capai," katanya.
Laporan RTPI yang berjudul Rencana Daerah dan Krisis Iklim menggunakan teknologi AI untuk memeriksa rencana pembangunan dari berbagai pemerintah daerah di Inggris.
Laporan ini mencakup rencana yang sudah berjalan maupun yang masih diajukan. Meskipun para penulis mengakui bahwa penggunaan AI ini masih bersifat uji coba dan bisa saja ada sedikit kekeliruan, pihak RTPI yakin bahwa metode ini memberikan gambaran umum yang bisa dipercaya.
Awal tahun ini, pemerintah mengumumkan aturan baru bernama standar rumah masa depan untuk mengatur cara pembuatan rumah mulai tahun 2028. Aturan ini mencakup cara agar rumah tetap hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas.
Namun, aturan ini tidak berlaku untuk bangunan seperti sekolah, rumah sakit, dan panti jompo. Para ahli tata kota juga mengungkapkan aturan ini mungkin belum cukup untuk mencegah suhu terlalu panas, karena pemerintah tidak mewajibkan rumah baru memakai kisi-kisi atau penutup jendela penahan panas seperti yang disarankan para ahli.
"Aturan standar rumah masa depan saja tidak cukup karena kita juga harus melihat lingkungan di sekitarnya," kata Dan Slade, kepala penelitian di RTPI.
"Jika di sekitar rumah kurang pohon, kurang peneduh, atau kurang ruang hijau, hal itu akan membuat rumah-rumah tersebut menjadi jauh lebih panas," tambahnya.
Slade juga mengingatkan adanya aturan pelonggaran izin yang membolehkan bekas kantor diubah menjadi tempat tinggal tanpa harus mengikuti aturan ketat rumah biasa.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya