Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekspansi Pusat Data AI Bikin Emisi Karbon Microsoft Melonjak 25 Persen

Kompas.com, 15 Juli 2026, 14:18 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Microsoft melaporkan bahwa total emisi gas rumah kaca mereka melonjak sebesar 25 persen tahun lalu.

Kenaikan ini utamanya dipicu oleh perluasan pusat data dan pembangunan fasilitas baru yang dibutuhkan untuk mendukung layanan kecerdasan buatan (AI).

Informasi ini berasal dari Laporan Keberlanjutan Lingkungan terbaru yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.

Melansir Edie, Senin (13/7/2026) kenaikan emisi ini menunjukkan kelanjutan tren yang sudah dimulai sejak Microsoft memperbesar skala bisnis layanan awan (cloud) dan teknologi AI mereka.

Pada tahun fiskal 2024, Microsoft melaporkan kenaikan total emisi sebesar 23 persen jika dibandingkan dengan data tahun 2020. Kenaikan terbesar terjadi pada emisi Scope 3 yaitu polusi yang berasal dari pembelian barang, jasa, serta alat-alat berat untuk pembangunan gedung pusat data dan pembuatan perangkat keras.

Baca juga: Emisi Karbon Pusat Data Diprediksi Lebih Tinggi dari Perkiraan

Akan tetapi tagihan polusi Microsoft pada tahun fiskal 2025 mencapai 20,29 juta metrik ton karbon, melonjak dari 16,22 juta metrik ton pada tahun fiskal 2024.

Laporan terbaru ini juga menunjukkan perubahan besar pada emisi Scope 2 yaitu polusi yang dihasilkan dari listrik yang dibeli dan digunakan oleh perusahaan.

Emisi Scope 2 menyumbang 13 persen dari total emisi Microsoft pada tahun fiskal 2025, melonjak drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya hampir 2 persen.

Microsoft menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi karena mereka berhenti menggunakan sertifikat energi terbarukan murah. Sekarang, mereka lebih memilih mendanai proyek yang benar-benar membangun pembangkit listrik bersih baru.

Perusahaan mengakui bahwa cara baru ini membuat angka polusi mereka terlihat naik dalam jangka pendek. Namun, langkah ini sengaja diambil demi mendukung pembangunan proyek energi bersih yang nyata, bukan sekadar membeli sertifikat di atas kertas.

Pada tahun fiskal 2025, Microsoft berhasil memenuhi 100 persen kebutuhan listrik global tahunan mereka dari sumber energi terbarukan. Mereka juga telah menandatangani kontrak kerja sama untuk membangun pembangkit energi bersih baru hingga 40 gigawatt (GW) di 26 negara, di mana 19 GW di antaranya sudah mulai beroperasi.

Strategi penyerapan karbon

Microsoft selama ini menjadi salah satu pembeli terbesar di pasar penyerapan karbon, tetapi aktivitas belanja mereka melambat dalam beberapa bulan terakhir.

Data dari perusahaan penilai karbon, Sylvera, menunjukkan bahwa jumlah kontrak pembelian penyerapan karbon di masa depan turun sebesar 65 persen dibanding tahun lalu. Pada paruh pertama tahun 2026, jumlahnya turun menjadi 21,52 juta ton, dari yang sebelumnya mencapai 61 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara total nilai uang dari kontrak yang diumumkan juga merosot 70 persen, dari 7,46 miliar dolar AS menjadi 2,25 miliar dolar AS.

Pengurangan belanja oleh Microsoft menjadi penyebab utama penurunan drastis di pasar ini. Sebagai perbandingan, pada paruh pertama tahun 2025, Microsoft menguasai 54,08 juta ton pembelian penyerapan karbon, yang setara dengan 88,7 persen dari total seluruh pasar dunia.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ekspansi Pusat Data AI Bikin Emisi Karbon Microsoft Melonjak 25 Persen
Ekspansi Pusat Data AI Bikin Emisi Karbon Microsoft Melonjak 25 Persen
Pemerintah
Deloitte Rilis Metode Baru untuk Ukur Nilai Investasi Keberlanjutan
Deloitte Rilis Metode Baru untuk Ukur Nilai Investasi Keberlanjutan
Pemerintah
Urgensi Membangun Tata Kelola Transparan Sejak di Tingkat Tapak
Urgensi Membangun Tata Kelola Transparan Sejak di Tingkat Tapak
Pemerintah
'Ecomystic' dan Konstitusi Lingkungan Kurang Berdaya
"Ecomystic" dan Konstitusi Lingkungan Kurang Berdaya
Pemerintah
Maybank Marathon Bidik Ajang Lari Netral Karbon pada 2030
Maybank Marathon Bidik Ajang Lari Netral Karbon pada 2030
Swasta
IPB Kembangkan Empat Varietas Cabai Superpedas Lokal Pertama Indonesia
IPB Kembangkan Empat Varietas Cabai Superpedas Lokal Pertama Indonesia
Pemerintah
ITS Kembangkan Traktor Perahu Listrik, Ubah Pertanian di Lahan Gambut Jadi Lebih Ramah Lingkungan
ITS Kembangkan Traktor Perahu Listrik, Ubah Pertanian di Lahan Gambut Jadi Lebih Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Satu Abad Panas Bumi Indonesia, Pemanfaatannya Didorong Tak Lagi Sekadar untuk Listrik
Satu Abad Panas Bumi Indonesia, Pemanfaatannya Didorong Tak Lagi Sekadar untuk Listrik
BUMN
IPB: Dana Desa Diproyeksikan Menurun, Desa Berpotensi Kehilangan Kesempatan Membangun
IPB: Dana Desa Diproyeksikan Menurun, Desa Berpotensi Kehilangan Kesempatan Membangun
LSM/Figur
65,5 Persen Kepala Keluarga Perempuan Tanpa Bansos Terancam Kenaikan Muka Air Laut
65,5 Persen Kepala Keluarga Perempuan Tanpa Bansos Terancam Kenaikan Muka Air Laut
Pemerintah
Warga Lereng Gunung Lewotobi Dapat Akses Air Bersih dari Pembangunan Sumur Bor
Warga Lereng Gunung Lewotobi Dapat Akses Air Bersih dari Pembangunan Sumur Bor
Swasta
Pemerintah Percepat Pipanisasi Air Bersih untuk Tekan Penurunan Muka Tanah
Pemerintah Percepat Pipanisasi Air Bersih untuk Tekan Penurunan Muka Tanah
Pemerintah
AHY: Giant Sea Wall Tak Akan Efektif Tanpa Mitigasi Penurunan Muka Tanah
AHY: Giant Sea Wall Tak Akan Efektif Tanpa Mitigasi Penurunan Muka Tanah
Pemerintah
Bappenas: Krisis Iklim Bisa Ancam  Kedaulatan Negara
Bappenas: Krisis Iklim Bisa Ancam Kedaulatan Negara
Pemerintah
Perubahan Iklim Bisa Bikin Tagihan Air Kota Naik Dua Kali Lipat
Perubahan Iklim Bisa Bikin Tagihan Air Kota Naik Dua Kali Lipat
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau