Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Lagi Bebas Polusi, Plastik Ditemukan di Lapisan Tanah Murni Antartika

Kompas.com, 28 Juli 2026, 20:00 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Earth com

Teknologi ini mampu mendeteksi partikel plastik yang ukurannya sangat kecil, jenis plastik yang pasti akan lolos dan tidak terdeteksi oleh alat penguji versi lama.

Lebih lanjut, belum ada yang tahu pasti bagaimana plastik-plastik ini bisa sampai di sana. Namun, para peneliti menduga pencemaran ini kemungkinan berasal dari gabungan beberapa sumber.

Sebagian pencemaran mungkin berasal dari stasiun-stasiun penelitian yang ada di Antartika sendiri. Sementara itu, partikel lainnya kemungkinan telah terbawa angin melintasi jarak yang sangat jauh melalui atmosfer sebelum akhirnya mengendap di dalam tanah.

Untuk mengetahui secara pasti berapa banyak kontribusi dari masing-masing sumber tersebut, serta apa dampaknya bagi ekosistem yang sebelumnya hampir tidak pernah tersentuh plastik, masih diperlukan lebih banyak penelitian lanjutan.

"Bukti ini menunjukkan bahwa tanah di salah satu lingkungan paling murni di Bumi pun tidak bebas dari pencemaran plastik," ujar Nhu Phan, penulis utama studi.

"Temuan ini menegaskan perlunya penelitian mendesak mengenai ke mana arah pergerakan plastik, bagaimana cara berpindahnya, serta apa dampaknya bagi ekosistem di wilayah kutub," paparnya.

Risiko bagi kehidupan di Kutub

Para peneliti benar-benar khawatir tentang apa arti temuan ini bagi ekosistem Antartika.

Lingkungan kutub sebenarnya bisa jadi jauh lebih rentan terhadap pencemaran plastik dibandingkan wilayah yang lebih hangat. Hewan tak bertulang belakang seperti serangga kecil atau cacing yang hidup di sana memiliki metabolisme dan pertumbuhan yang cenderung lebih lambat.

Ciri-ciri tersebut membuat hewan-hewan di Antartika lebih sulit beradaptasi dan lebih mudah terkena dampak zat kimia berbahaya yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya.

"Temuan kami meningkatkan kekhawatiran mengenai sejauh mana jangkauan pencemaran plastik di seluruh dunia," kata salah satu penulis penelitian, Crispin Halsall dari Lancaster University.

"Masih belum jelas apakah partikel nanoplastik yang sangat halus ini terbawa oleh angin dari tempat yang sangat jauh, atau berasal dari sampah plastik besar di pantai Antartika yang hancur terkikis cuaca," katanya lagi.

Jika sebagian besar plastiknya berasal dari lokal, membersihkan stasiun penelitian dan memperketat aturan sampah di Antartika tentu bisa sangat membantu.

Namun, jika plastik tersebut terbawa angin dari berbagai belahan dunia, pembersihan di tingkat lokal saja tidak akan pernah cukup.

Solusinya harus dilakukan dalam skala yang jauh lebih besar, yaitu dari tempat mana pun plastik itu berasal sejak awal.

Baca juga: Kerugian akibat Polusi Plastik Diperkirakan Capai Rp 44.340 Triliun Per Tahun

Tidak mengenal batas wilayah

Para peneliti menegaskan bahwa hasil temuan mereka menunjukkan perlunya kerja sama internasional yang mendesak untuk mengurangi sampah plastik di seluruh dunia.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau