Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kepedulian Lingkungan Perusahaan Berdampak Positif pada Performa Finansial

Kompas.com, 18 Agustus 2026, 14:03 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Banyak penelitian telah menghubungkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dengan hasil keuangan perusahaan yang lebih kuat, namun bagaimana tepatnya kepedulian lingkungan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi, masih belum jelas.

Kini, penelitian yang dipimpin oleh Profesor Sang-Ho Lee dari Departemen Ekonomi di Universitas Nasional Chonnam, Korea Selatan, bekerja sama dengan Profesor Arturo Garcia dari Universitas Otonom Nuevo León di Meksiko, telah menemukan bahwa
keberlanjutan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan secara tidak langsung dengan cara meningkatkan penjualan.

Penelitian mereka telah diterbitkan dalam jurnal Corporate Social Responsibility and Environmental Management.

Melansir Phys, Kamis (13/8/2026) meningkatnya kekhawatiran tentang perubahan iklim telah mendorong perusahaan di berbagai industri untuk mengurangi emisi, menerapkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, dan memperkuat kepedulian lingkungan mereka.

Baca juga: PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset

Di saat yang sama, konsumen menjadi lebih sadar akan dampak lingkungan dari barang yang mereka beli, sehingga tekanan terhadap perusahaan untuk menunjukkan bukti nyata dalam menjaga lingkungan makin besar.

Karena konsumen makin peduli dengan dampak lingkungan dari keputusan belanja mereka, tanggung jawab lingkungan kini menjadi faktor penting yang memengaruhi minat beli masyarakat.

"Seiring meningkatnya tren konsumen ramah lingkungan, melonjaknya kekhawatiran global atas perubahan iklim memaksakan perusahaan di berbagai industri untuk memasukkan praktik ramah lingkungan seperti pengurangan gas rumah kaca dan penggunaan teknologi hijau ke dalam kegiatan utama bisnis mereka," jelas Lee.

Untuk memahami bagaimana tanggung jawab lingkungan memengaruhi kinerja keuangan, para peneliti menganalisis nilai ESG dari Korea Corporate Governance Service dan data keuangan dari basis data KIS Value untuk 579 perusahaan publik di Korea Selatan yang mencakup 2.316 data tahunan antara 2019 hingga 2022.

Menggunakan analisis perantara, mereka meneliti apakah tingkat penjualan menjadi alasan utama di balik hubungan antara tanggung jawab lingkungan dan kinerja keuangan, serta apakah hubungan ini berbeda berdasarkan jenis perusahaan dan periode sebelum atau sesudah pandemi COVID-19.

Tak berdampak langsung ke keuangan

Hasil analisis menunjukkan bahwa tanggung jawab lingkungan tidak secara langsung meningkatkan kinerja keuangan. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki kepedulian lingkungan lebih kuat berhasil mencatatkan angka penjualan yang lebih tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan keuntungan atas aset dan ekuitas.

Hubungan tidak langsung ini terlihat nyata pada perusahaan-perusahaan konglomerat besar (Chaebol), namun tidak signifikan pada perusahaan non-Chaebol.

Ini menunjukkan bahwa perusahaan besar lebih mampu mengubah aksi ramah lingkungan menjadi dorongan penjualan nyata berkat popularitas dan reputasi mereka yang lebih tinggi.

Baca juga: 70 persen Perusahaan Global Stop Beli Mobil Dinas Berbahan Bakar Fosil

Dampak yang didorong oleh angka penjualan ini juga menjadi jauh lebih kuat setelah pandemi COVID-19. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepedulian konsumen dan para pemangku kepentingan terhadap isu keberlanjutan.

Temuan ini menegaskan bahwa penjualan adalah jalur utama bagaimana tanggung jawab lingkungan dapat menciptakan nilai ekonomi.

"Pendekatan ini berpotensi diterapkan di negara-negara lain yang memiliki gaya bisnis dan tingkat kesadaran konsumen ramah lingkungan yang berbeda," tambah Lee.

Para peneliti percaya bahwa hasil studi mereka dapat membantu pelaku bisnis, investor, dan pembuat kebijakan untuk lebih memahami manfaat ekonomi dari keberlanjutan, serta mendorong strategi yang memperkuat tanggung jawab lingkungan sekaligus kepercayaan konsumen.

"Penelitian kami menyoroti tidak hanya pentingnya kesadaran konsumen ramah lingkungan untuk menjaga kualitas lingkungan dalam jangka panjang, tetapi juga keberlanjutan strategi bisnis berbasis kinerja keuangan sebagai proyek yang saling menguntungkan bagi bumi dan manusia," tutup Lee.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
LSEG: Pemilik Aset Semakin Integrasikan Keberlanjutan ke Dalam Portofolio
Pemerintah
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Bisakah Pemulihan Populasi Hewan Besar Bantu Atasi Perubahan Iklim?
Pemerintah
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
Dari Rotan, Masyarakat Dayak Merawat Tradisi dan Membuka Jalan Penghidupan
LSM/Figur
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
Pembangunan Proyek Batu Bara Baru Tiga Kali Lebih Cepat dari Penghentiannya
LSM/Figur
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
Ketika Greenpeace Mencuri Panggung di Bundaran HI
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau