KOMPAS.com - Minat masyarakat terhadap produk ramah lingkungan menunjukkan pertumbuhan. Hal tersebut tercermin dari peningkatan nilai transaksi dalam penyelenggaraan Langkah Membumi Market (LMM) yang digelar Blibli Tiket Action.
Berdasarkan rekam jejak penyelenggaraan LMM, nilai transaksi pada tahun lalu tercatat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa produk dengan nilai keberlanjutan mulai mendapatkan tempat di pasar, termasuk di kalangan konsumen muda.
Baca juga: Kesadaran Lingkungan Meningkat, Korsel Mulai Tinggalkan Botol Plastik
Pada penyelenggaraan tahun lalu, lebih dari 40 tenant terkurasi berpartisipasi dalam LMM. Sejumlah di antaranya adalah Gaea Home, Organic Culture, Ulur Wiji, Jumbuh, dan Karplanter.
LMM kembali digelar Blibli Tiket Action untuk kelima kalinya pada 2026. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung konsep LMM 2026 sebagai ruang temu antara responsible brands, konsumen, komunitas, media, kreator, dan mitra strategis.
Melalui kegiatan tersebut, konsumen dapat mengenal produk sekaligus melihat cerita dan dampak yang dibawa oleh masing-masing merek.
Kegiatan ini juga menyasar konsumen muda, khususnya generasi Z dan young millennials, dengan menghadirkan berbagai *workshop* dan *talkshow* mengenai gaya hidup berkelanjutan.
CEO dan Co-Founder Ulur Wiji Joko Santoso mengatakan, kehadiran LMM menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
"Kami happy sekali karena acara Langkah Membumi ini selaras dengan visi kami di Ulur Wiji. Kami berharap masyarakat, terutama anak-anak muda, akan semakin aware terhadap isu-isu lingkungan, global warming, dan sampah," ujar Joko dalam keterangan resmi dikutip Kamis (17/8/2026).
Selain melalui LMM, produk ramah lingkungan juga mulai tersedia melalui ekosistem perdagangan daring Blibli.
Sejumlah merek menawarkan produk dengan pendekatan berbeda terhadap isu keberlanjutan.
Dopper, misalnya, menawarkan tumbler berbahan material daur ulang. Sementara itu, ChopValue memanfaatkan sumpit bekas untuk diolah menjadi perabot dan produk interior rumah.
Ada pula Demibumi yang menyediakan produk hasil kurasi bebas plastik, 180 Degrees dengan lini pakaian berbahan daur ulang, serta Pala Nusantara yang mengembangkan aksesori jam tangan menggunakan bahan alam dan material daur ulang dari sampah plastik.
Keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa konsep keberlanjutan tidak hanya diterapkan pada satu sektor, tetapi telah merambah berbagai kategori, mulai dari fesyen, kebutuhan rumah tangga, hingga aksesori.
Tahun ini, LMM kembali membuka kesempatan bagi lebih banyak pelaku usaha lokal dan sustainable brands untuk memperluas jangkauan pasar.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya