Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang

Kompas.com, 7 September 2026, 16:01 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

Sepanjang agenda learning visit di Jepang, para Krisan Fellows berkesempatan mengikuti serangkaian kunjungan, diskusi interaktif, serta pertukaran pengetahuan bersama universitas terkemuka seperti Universitas Terbuka Jepang, Tsukuba University of Technology (NTUT), dan Kyoto University.

Rangkaian kegiatan ini dirancang khusus agar peserta dapat mendalami beragam pendekatan dalam membangun sistem dukungan bagi mahasiswa disabilitas, sekaligus merancang lingkungan pendidikan tinggi yang jauh lebih inklusif.

“Jepang dipilih karena pengalaman dan konteks kulturalnya dalam pendidikan inklusif memiliki kemiripan dengan Indonesia," ujar Head of Public Policy Pijar Foundation, Anthony Marwan. 

Dia menambahkan, "rangkaian kegiatan ini kami desain untuk menjadi ruang bagi perguruan tinggi Indonesia belajar, berjejaring, dan mengeksplorasi potensi penguatan layanan disabilitas di lingkungan masing-masing."

"Harapannya, model dan contoh baik di Jepang bisa meneguhkan mimpi kita bersama membangun pendidikan tinggi inklusi di Indonesia,” imbuh Anthony Marwan.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran lintas negara ditempatkan sebagai sebuah proses komprehensif untuk memahami berbagai peluang baru, sekaligus mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang paling relevan untuk disesuaikan dengan konteks lokal di tanah air.

Transformasi menuju perubahan institusional ini sebetulnya telah dirintis sejak pelaksanaan Online Executive Workshop. Dalam lokakarya tersebut, para peserta mendalami berbagai materi krusial mengenai pendidikan tinggi inklusif.

Pembahasan mencakup pengembangan sistem ULD, studi praktik internasional, penerapan reasonable accommodation, prosedur asesmen dan konsultasi, penyusunan Individual Support Plan, penyediaan perangkat pendukung, keterlibatan mahasiswa, sistem peer support, hingga isu kepemimpinan dan komitmen kelembagaan.

Tak hanya itu, para fellows juga dibekali dengan Disability Equality Training guna membuka perspektif mendalam.

Rangkaian pelatihan intensif tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menyadari bahwa isu inklusi bukanlah tugas tunggal dari satu unit atau individu semata, melainkan sebuah komitmen kolektif yang harus melekat pada sistem kelembagaan.

Di sisi lain, Krisan Fellowship juga berfungsi sebagai panggung pertukaran gagasan dua arah. Para peserta asal Indonesia turut membawa pengalaman serta realitas dari kampus masing-masing ke dalam meja diskusi internasional.

Latar belakang peserta berasal dari wilayah dengan kondisi geografis dan sosial yang beragam memungkinkan terjadinya dialog kaya, tidak hanya antara Indonesia dan Jepang, tetapi juga antarperguruan tinggi di dalam negeri.

“Krisan Fellowship mengubah cara saya melihat layanan disabilitas di perguruan tinggi. Sebelumnya, saya berpikir bahwa inklusi terutama tentang apa yang perlu disediakan oleh universitas," ujar Wakil Rektor III Universitas PGRI Argopuro Jember, Asrorul Mais. 

"Kini saya memahami bahwa yang paling penting adalah mendengarkan mahasiswa penyandang disabilitas. Dari sana, kita dapat membangun layanan yang benar-benar menjawab kebutuhan mereka," ujarmya.

"Dengan 189 mahasiswa penyandang disabilitas di universitas kami, saya menyadari bahwa penguatan layanan tidak dapat dilakukan sendiri. Kami membutuhkan kerja sama, jejaring, dan kesempatan untuk terus belajar dari pengalaman universitas lain, termasuk dari Jepang, lalu menyesuaikannya dengan konteks kami,” pungkas Asrorul Mais.

Baca juga: “Belum Siap Terima Disabilitas”, Penolakan yang Buat Pencari Kerja Disabilitas Kecewa

Pertukaran pengetahuan ini menjadi pijakan penting dalam proses pembenahan kampus.

Daripada memaksakan satu definisi atau model baku mengenai kampus inklusif, para peserta diajak untuk merancang sistem dukungan yang adaptif, tepat guna, dan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik khas dari masing-masing institusi pendidikan tinggi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Swasta
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Pemerintah
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Swasta
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Pemerintah
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
LSM/Figur
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
Pemerintah
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Pemerintah
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
Pemerintah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
LSM/Figur
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
LSM/Figur
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Pemerintah
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Pemerintah
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
BUMN
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau