Rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil lainnya rusak atau hancur, sementara anak-anak menghadapi bahaya saat melarikan diri dari kekerasan atau mencari makanan, air, dan perawatan medis.
Jumlah pelanggaran berat tertinggi terverifikasi terjadi di Israel dan Wilayah Pendudukan Palestina, disusul oleh Republik Demokratik Kongo, Nigeria, Myanmar, dan Somalia.
Untuk pertama kalinya, pasukan pemerintah menjadi pihak yang bertanggung jawab atas sebagian besar pelanggaran berat yang terverifikasi.
PBB bersama banyak mitranya meyakini secara kuat bahwa pendidikan melindungi anak-anak di daerah krisis dari bahaya, sekaligus memberi mereka keterampilan untuk membangun kembali komunitas mereka di masa depan.
Kampanye Hope Starts Here dari lembaga Education Cannot Wait menargetkan penggalangan dana sebesar 600 juta dolar AS untuk memastikan 10 juta anak di wilayah-wilayah tersulit di dunia bisa mendapatkan akses ke pendidikan yang aman dan berkualitas.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya