Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah

Kompas.com, 11 September 2026, 18:59 WIB
Sri Noviyanti

Editor

KOMPAS.com – PT Ethos Kreatif Indonesia meraih dua penghargaan dalam ajang TOP GRC Awards 2026. Pencapaian tersebut menjadi momentum bagi Ethos untuk terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance/GRC) sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang memberikan dampak lebih luas bagi pembangunan ekonomi wilayah.

Dua penghargaan yang diraih Ethos yakni TOP GRC Awards 2026 #Star 3 dan The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama PT Ethos Kreatif Indonesia, Lucky Hatreztyo.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Ethos dalam memperkuat penerapan GRC di lingkungan perusahaan. 

Baca juga: ASRI Awards, Penghargaan bagi Siswa hingga Sekolah lewat Inovasi Keberlanjutan

Namun, bagi Ethos, capaian tersebut bukan sekadar apresiasi, melainkan dorongan untuk terus memperbaiki proses bisnis dan layanan agar pertumbuhan perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian di wilayah tempat perusahaan berkembang.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperbaiki proses bisnis dan layanan perusahaan. Tata kelola yang baik harus mampu membentuk organisasi yang sehat, adaptif, dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, pertumbuhan Ethos tidak boleh hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga harus menciptakan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi wilayah dan masyarakat di sekitar kami,” ujar Lucky dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (11/9/2026).

Memperkuat proses bisnis

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembenahan proses bisnis, peningkatan kualitas pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, serta penerapan prinsip kepatuhan di berbagai lini perusahaan.

Ethos terus mengevaluasi berbagai langkah tersebut agar penerapan GRC tidak berhenti sebagai kebijakan administratif, tetapi menjadi bagian dari budaya dan cara kerja perusahaan.

Baca juga: Urgensi Membangun Tata Kelola Transparan Sejak di Tingkat Tapak

Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk memastikan setiap keputusan bisnis mempertimbangkan risiko dan dijalankan secara transparan serta bertanggung jawab.

Direktur Legal, Kepatuhan, dan Kerjasama PT Ethos Kreatif Indonesia, Iwan Sunaryoso, mengatakan penguatan kepatuhan perlu menjadi bagian dari keseharian dan kesadaran bersama di dalam perusahaan.

“Kepatuhan bukan hanya tentang memenuhi aturan, melainkan bagaimana prinsip tersebut menjadi bagian dari cara kita bekerja dan mengambil keputusan. Karena itu, kami terus mendorong setiap bagian untuk memahami proses, mempertimbangkan risiko, dan menjalankan tanggung jawabnya dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola

Menurut dia, kesadaran GRC terus dibangun di berbagai lini perusahaan. Setiap bagian didorong tidak hanya berfokus pada pencapaian target, tetapi juga memahami risiko dari setiap keputusan serta memastikan proses kerja berjalan secara transparan dan bertanggung jawab.

Dengan pendekatan tersebut, GRC tidak hanya menjadi tanggung jawab satu fungsi, tetapi menjadi budaya organisasi yang dijalankan bersama.

Mendorong ekonomi wilayah

Sebagai perusahaan yang tumbuh dari daerah, Ethos juga menempatkan penguatan ekosistem ekonomi wilayah sebagai bagian dari arah pertumbuhan bisnisnya.

Komitmen tersebut dilakukan melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, serta penguatan rantai usaha yang melibatkan banyak sektor.

Ekosistem bisnis Ethos yang terintegrasi dari hulu hingga hilir diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Pemerintah
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Pemerintah
Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan
Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan
Pemerintah
Utusan PBB Ingatkan Target SDGs soal Air Terancam Meleset
Utusan PBB Ingatkan Target SDGs soal Air Terancam Meleset
Pemerintah
95 Persen UMKM Klaim Ramah Lingkungan, Nyatanya Aksi Kurangi Emisi Lambat
95 Persen UMKM Klaim Ramah Lingkungan, Nyatanya Aksi Kurangi Emisi Lambat
Pemerintah
Target Bebas Emisi Mundur ke 2090, Suhu Bumi Terancam Naik 2,3 Derajat C
Target Bebas Emisi Mundur ke 2090, Suhu Bumi Terancam Naik 2,3 Derajat C
Pemerintah
Kemenperin Usul Produk Bersertifikat Hijau Diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah
Kemenperin Usul Produk Bersertifikat Hijau Diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah
Pemerintah
ITB Olah Ubi Cilembu Rusak Jadi Sirup Gula, Teliti Metabolisme Kopi Premium
ITB Olah Ubi Cilembu Rusak Jadi Sirup Gula, Teliti Metabolisme Kopi Premium
LSM/Figur
Indonesia Bidik 12 Juta Hektare Lahan Terdegradasi untuk Pangan dan Biofuel
Indonesia Bidik 12 Juta Hektare Lahan Terdegradasi untuk Pangan dan Biofuel
Pemerintah
Retno Marsudi: Target Air dan Sanitasi Aman 2030 Terancam Meleset
Retno Marsudi: Target Air dan Sanitasi Aman 2030 Terancam Meleset
Pemerintah
Sampah Antariksa Capai Ratusan Juta Fragmen, BRIN Dorong Kolaborasi Pemantauan
Sampah Antariksa Capai Ratusan Juta Fragmen, BRIN Dorong Kolaborasi Pemantauan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau