Editor
KOMPAS.com – PT Ethos Kreatif Indonesia meraih dua penghargaan dalam ajang TOP GRC Awards 2026. Pencapaian tersebut menjadi momentum bagi Ethos untuk terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, and Compliance/GRC) sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang memberikan dampak lebih luas bagi pembangunan ekonomi wilayah.
Dua penghargaan yang diraih Ethos yakni TOP GRC Awards 2026 #Star 3 dan The Most Committed GRC Leader 2026 yang diberikan kepada Direktur Utama PT Ethos Kreatif Indonesia, Lucky Hatreztyo.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Ethos dalam memperkuat penerapan GRC di lingkungan perusahaan.
Baca juga: ASRI Awards, Penghargaan bagi Siswa hingga Sekolah lewat Inovasi Keberlanjutan
Namun, bagi Ethos, capaian tersebut bukan sekadar apresiasi, melainkan dorongan untuk terus memperbaiki proses bisnis dan layanan agar pertumbuhan perusahaan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan perekonomian di wilayah tempat perusahaan berkembang.
“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperbaiki proses bisnis dan layanan perusahaan. Tata kelola yang baik harus mampu membentuk organisasi yang sehat, adaptif, dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, pertumbuhan Ethos tidak boleh hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga harus menciptakan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi wilayah dan masyarakat di sekitar kami,” ujar Lucky dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (11/9/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembenahan proses bisnis, peningkatan kualitas pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, serta penerapan prinsip kepatuhan di berbagai lini perusahaan.
Ethos terus mengevaluasi berbagai langkah tersebut agar penerapan GRC tidak berhenti sebagai kebijakan administratif, tetapi menjadi bagian dari budaya dan cara kerja perusahaan.
Baca juga: Urgensi Membangun Tata Kelola Transparan Sejak di Tingkat Tapak
Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk memastikan setiap keputusan bisnis mempertimbangkan risiko dan dijalankan secara transparan serta bertanggung jawab.
Direktur Legal, Kepatuhan, dan Kerjasama PT Ethos Kreatif Indonesia, Iwan Sunaryoso, mengatakan penguatan kepatuhan perlu menjadi bagian dari keseharian dan kesadaran bersama di dalam perusahaan.
“Kepatuhan bukan hanya tentang memenuhi aturan, melainkan bagaimana prinsip tersebut menjadi bagian dari cara kita bekerja dan mengambil keputusan. Karena itu, kami terus mendorong setiap bagian untuk memahami proses, mempertimbangkan risiko, dan menjalankan tanggung jawabnya dengan baik,” ujarnya.
Baca juga: Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Menurut dia, kesadaran GRC terus dibangun di berbagai lini perusahaan. Setiap bagian didorong tidak hanya berfokus pada pencapaian target, tetapi juga memahami risiko dari setiap keputusan serta memastikan proses kerja berjalan secara transparan dan bertanggung jawab.
Dengan pendekatan tersebut, GRC tidak hanya menjadi tanggung jawab satu fungsi, tetapi menjadi budaya organisasi yang dijalankan bersama.
Sebagai perusahaan yang tumbuh dari daerah, Ethos juga menempatkan penguatan ekosistem ekonomi wilayah sebagai bagian dari arah pertumbuhan bisnisnya.
Komitmen tersebut dilakukan melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, serta penguatan rantai usaha yang melibatkan banyak sektor.
Ekosistem bisnis Ethos yang terintegrasi dari hulu hingga hilir diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya