“Pertamina telah banyak menanam mangrove, tidak hanya di Indramayu, tetapi di seluruh daerah di Indonesia. Setiap hektar mangrove yang kita tanam dan pelihara adalah investasi nyata bagi stabilitas iklim bumi dan kesejahteraan generasi masa depan,” ucap Rahmat.
Sementara itu, Feri memaparkan pentingnya penerapan aspek HSSE di lingkungan Pertamina. Menurutnya, setiap pekerjaan yang dilaksanakan harus menjamin keselamatan sekaligus menjaga kesehatan para pekerja.
Baca juga: Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasional dan Ketahanan Energi
Seminar tersebut mendapat respons positif dari pihak universitas.
Rektor Universitas Wiralodra Prof. Dr. Dra. Ipong Dekawati M.Pd mengapresiasi Project R&P Balongan atas komitmennya memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di tengah aktivitas bisnisnya.
“Dari seminar ini, diharapkan kelak mahasiswa bisa menjadi calon profesional di industri energi sekaligus bisa menjadi pahlawan lingkungan di masa depan,” ungkap Ipong.
Melalui kegiatan Goes to Campus, mahasiswa sebagai agent of change diharapkan semakin terinspirasi untuk mengembangkan profesi di bidang energi sekaligus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Baca juga: Perusahaan RI-Korea Selatan Kerja Sama di Bidang Energi dan Investasi
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya