Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam

Kompas.com, 11 September 2026, 20:13 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) melalui Project Refinery And Petrochemical (R&P) Balongan menggelar kegiatan Goes to Campus di Auditorium Universitas Wiralodra, Indramayu, Jawa Barat (Jabar), Rabu (10/9/2026).

Melalui seminar bertajuk Inspiring Future Energy Professional and Environmental Champions, Project R&P Balongan mengedukasi mahasiswa mengenai perannya dalam proyek infrastruktur Kilang Balongan di Indramayu, Jabar.

Project R&P Balongan merupakan bagian hilir Pertamina yang bertugas merencanakan, mengelola, dan mengeksekusi proyek pembangunan serta pengembangan infrastruktur kilang minyak dan fasilitas petrokimia milik Pertamina.

Berbagai proyek strategis nasional (PSN) telah berhasil diselesaikan Project R&P dengan lancar dan tanpa fatality atau kecelakaan kerja lainnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPR Sebut PSN Blok Masela Bakal Dongkrak Ekonomi Nasional

Selain menjelaskan peran Project R&P dalam operasional Kilang Balongan, seminar tersebut juga bertujuan menunjukkan komitmen Pertamina terhadap kelestarian alam, kesehatan masyarakat, serta lingkungan di sekitar wilayah operasi kilang.

Pejabat Sementara (Pjs) General Manager (GM) Project R&P Balongan Ashabul Kahfi menegaskan pentingnya menyeimbangkan kegiatan operasional kilang yang menghasilkan emisi karbon dengan berbagai upaya berkelanjutan yang dapat menekan emisi tersebut.

“Seminar ini penting kami lakukan untuk membangun masa depan energi yang berkelanjutan melalui inovasi, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan demi terwujudnya Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060,” ujar Ashabul Kahfi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (11/9/2026).

Salah satu upaya menekan emisi karbon yang dilakukan Project R&P Balongan adalah penanaman ribuan pohon mangrove atau bakau di wilayah pesisir Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Emisi Karbon Karhutla Indonesia Tembus 19,7 Juta Ton, Tertinggi di Dunia

Pada 2023, Project R&P Balongan mulai menanam mangrove jenis Rhizophora mucronata di Pantai Tiris, Indramayu. Penanaman kemudian berlanjut di sejumlah wilayah pesisir lainnya di Indramayu.

Hingga 2026, total pohon yang telah ditanam Project R&P Balongan mencapai 165.000 bibit mangrove dengan luas tanam sekitar 15 hektar (ha).

Ashabul Kahfi mengatakan, seluruh bibit mangrove yang telah ditanam terus dipantau pertumbuhannya dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan mangrove dapat membantu mengurangi risiko abrasi pantai, memulihkan lingkungan pesisir, serta mendukung komitmen Pertamina dalam mengurangi dampak perubahan iklim. 

Baca juga: Menarini Indonesia Tanam 1.600 Pohon Mangrove di Pesisir Utara Jawa

Hadirkan pakar mangrove dan HSSE

Kegiatan Goes to Campus di Auditorium Universitas Wiralodra, Indramayu, Jawa Barat (Jabar), Rabu (10/9/2026).Dok. Pertamina Balongan Kegiatan Goes to Campus di Auditorium Universitas Wiralodra, Indramayu, Jawa Barat (Jabar), Rabu (10/9/2026).

Dalam kegiatan Goes to Campus tersebut, Project R&P Balongan menghadirkan dua pemateri, yakni koordinator ahli pengelolaan lingkungan/mangrove Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) Rahmat Abbas serta Senior Officer Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Project R&P Balongan Feri Haldino.

Rahmat membahas mengenai perubahan iklim dan bencana. 

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Pemerintah
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Pemerintah
Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan
Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan
Pemerintah
Utusan PBB Ingatkan Target SDGs soal Air Terancam Meleset
Utusan PBB Ingatkan Target SDGs soal Air Terancam Meleset
Pemerintah
95 Persen UMKM Klaim Ramah Lingkungan, Nyatanya Aksi Kurangi Emisi Lambat
95 Persen UMKM Klaim Ramah Lingkungan, Nyatanya Aksi Kurangi Emisi Lambat
Pemerintah
Target Bebas Emisi Mundur ke 2090, Suhu Bumi Terancam Naik 2,3 Derajat C
Target Bebas Emisi Mundur ke 2090, Suhu Bumi Terancam Naik 2,3 Derajat C
Pemerintah
Kemenperin Usul Produk Bersertifikat Hijau Diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah
Kemenperin Usul Produk Bersertifikat Hijau Diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah
Pemerintah
ITB Olah Ubi Cilembu Rusak Jadi Sirup Gula, Teliti Metabolisme Kopi Premium
ITB Olah Ubi Cilembu Rusak Jadi Sirup Gula, Teliti Metabolisme Kopi Premium
LSM/Figur
Indonesia Bidik 12 Juta Hektare Lahan Terdegradasi untuk Pangan dan Biofuel
Indonesia Bidik 12 Juta Hektare Lahan Terdegradasi untuk Pangan dan Biofuel
Pemerintah
Retno Marsudi: Target Air dan Sanitasi Aman 2030 Terancam Meleset
Retno Marsudi: Target Air dan Sanitasi Aman 2030 Terancam Meleset
Pemerintah
Sampah Antariksa Capai Ratusan Juta Fragmen, BRIN Dorong Kolaborasi Pemantauan
Sampah Antariksa Capai Ratusan Juta Fragmen, BRIN Dorong Kolaborasi Pemantauan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau