Penulis
SINGAPURA, KOMPAS.com – Pemerintah Singapura menyiapkan pendanaan sebesar 75 juta dollar Singapura untuk mengembangkan teknologi rendah karbon guna mengurangi emisi dari sektor ketenagalistrikan.
Pendanaan tersebut disalurkan melalui Power Decarbonisation Funding Initiative yang diluncurkan Energy Market Authority (EMA) bersama Advanced Energy and Decarbonisation Office (AEDO) pada Senin (26/10/2026).
"Program ini merupakan bagian dari Decarbonisation Grand Challenge senilai 800 juta dollar Singapura dalam agenda Research, Innovation and Enterprise 2030 yang diumumkan pada Maret 2026," tulis EMA dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2026).
Baca juga: Gas Pasok 95 Persen Kebutuhan Listrik Singapura, Infrastruktur Diperkuat
Pendanaan akan mendukung riset teknologi rendah karbon, mulai dari penelitian di laboratorium hingga pengujian dan penerapan percontohan teknologi yang dinilai lebih matang.
Dalam program tersebut, Singapura memprioritaskan tiga bidang, yakni hidrogen, energi surya, dan biomassa.
Untuk hidrogen, pendanaan diarahkan pada pengembangan teknologi yang dapat menekan biaya produksi, meningkatkan keselamatan infrastruktur, serta memungkinkan pembangkit listrik beralih dari bahan bakar berbasis hidrogen ke bahan bakar cadangan dalam waktu 10 menit tanpa mengganggu stabilitas pembakaran.
Di bidang energi surya, pemerintah mendorong pengembangan sistem struktur yang lebih murah dan rendah karbon agar panel surya dapat dipasang pada berbagai permukaan yang tidak konvensional.
Program ini juga mendukung pengembangan modul fotovoltaik generasi baru yang lebih efisien, ringan, dan fleksibel.
Sementara itu, pada sektor biomassa, pendanaan akan digunakan untuk mengembangkan teknologi yang dapat mengolah abu biomassa menjadi produk yang bermanfaat dengan biaya rendah.
Selain pendanaan utama, Singapura menyediakan 25 juta dollar Singapura melalui program Decarbonisation Research for Industry, Ventures, and Enterprise (DRIVE).
Program tersebut ditujukan bagi proyek yang dirancang oleh industri untuk mempercepat pengembangan teknologi rendah karbon di sektor ketenagalistrikan.
Perusahaan, termasuk perusahaan rintisan dan penyedia teknologi, dapat bekerja sama dengan universitas negeri serta lembaga penelitian Singapura untuk mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Baca juga: Cara Mendapatkan Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen, Cek Syarat dan Biayanya
Pemerintah akan memberikan pendanaan bersama hingga 75 persen dari total biaya proyek yang memenuhi syarat untuk pelaksana riset publik.
Melalui kedua skema tersebut, Singapura berupaya mempercepat pengembangan teknologi yang dapat mendukung dekarbonisasi sektor listrik, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga penelitian.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya