Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong Lapangan Kerja dan Teknologi, Bank Dunia Resmikan Strategi Digital Global

Kompas.com, 26 Oktober 2026, 14:14 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bank Dunia telah meluncurkan strategi digital pertamanya untuk membantu negara-negara berkembang memperluas akses internet yang terjangkau, meningkatkan layanan publik, menciptakan lapangan kerja, dan mempersiapkan perekonomian mereka agar dapat memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).

Melansir Down to Earth, Kamis (22/10/2026) strategi ini diluncurkan di Seoul pada 20 Oktober 2026 dalam KTT Global AI dan Digital pertama lembaga tersebut. Strategi menggabungkan sumber daya sektor publik dan swasta Bank Dunia untuk mempercepat pembangunan digital.

Peluncuran ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan bagi negara-negara berkembang untuk menciptakan lapangan kerja di tengah keterbatasan sumber daya keuangan.

Selama 10 hingga 15 tahun ke depan, diperkirakan 1,2 miliar anak muda akan mencapai usia kerja di negara-negara berkembang, sementara perekonomian mereka diproyeksikan hanya mampu menciptakan sekitar 420 juta lapangan kerja.

Menurut Bank Dunia, teknologi digital dapat membantu mengatasi kesenjangan lapangan kerja ini dengan cara meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta membuat akses keuangan menjadi lebih mudah bagi dunia usaha.

Baca juga: Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja

Teknologi ini juga dapat menekan biaya penyampaian layanan publik dan mendukung aktivitas ekonomi di lima sektor prioritas yakni infrastruktur dan energi, agribisnis, kesehatan, pariwisata, serta manufaktur bernilai tambah.

Tantangan akses digital merata

Namun, masih banyak hambatan besar untuk mewujudkan inklusi digital yang merata.

Lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia masih belum tersambung ke internet pada tahun 2025. Penggunaan internet di negara-negara berpendapatan rendah hanya 23 persen, jauh tertinggal dibandingkan 94 persen di negara-negara berpendapatan tinggi.

Mahalnya harga perangkat dan data, terbatasnya keterampilan digital, serta minimnya layanan online yang relevan masih menjadi penghalang bagi jutaan orang untuk menikmati manfaat dari koneksi internet.

Strategi ini pun menetapkan empat prioritas utama yakni memperluas koneksi yang andal, membuat perangkat dan data lebih terjangkau, memperkuat layanan dan keterampilan digital, serta membantu negara-negara membangun infrastruktur dan kemampuan yang dibutuhkan untuk mengadopsi AI.

Untuk mengatasi berbagai tantangan ini, grup Bank Dunia berencana mendukung investasi pada infrastruktur telekomunikasi, mendorong persaingan sehat, dan menghimpun modal swasta guna memperluas akses internet ke daerah-daerah yang belum terlayani.

Kemitraan dengan produsen perangkat, operator seluler, dan lembaga keuangan juga diharapkan dapat membantu menurunkan harga ponsel pintar serta layanan internet broadband.

Strategi ini memprioritaskan sistem identitas digital, pembayaran digital, dan platform berbagi informasi yang aman, serta program literasi digital dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan peluang kerja.

Mempersiapkan penggunaan AI

Perlindungan privasi, keamanan siber, dan pencegahan penipuan juga ditetapkan sebagai langkah pengamanan yang diperlukan untuk mendukung perluasan layanan digital.

Selain itu, mempersiapkan negara-negara berkembang untuk menggunakan AI adalah komponen penting lainnya dalam strategi ini.

Bank Dunia mempromosikan apa yang disebutnya sebagai AI skala kecil yaitu aplikasi praktis yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas khusus dan menanggapi kebutuhan lokal.

Baca juga: Bank Dunia Kantongi Rp 70,78 Triliun dari Penjualan Obligasi Berkelanjutan

Contohnya meliputi alat untuk mendeteksi penyakit tanaman, membantu tenaga kesehatan, dan membantu pelaku usaha mengelola stok barang.

Seiring dengan strategi tersebut, grup Bank Dunia mengumumkan Inisiatif Infrastruktur dan Kesiapan AI untuk membantu negara-negara berkembang mendapatkan akses kapasitas komputasi yang terjangkau.

Inisiatif ini menawarkan akses bersama dengan sistem bayar-sesuai-pemakaian (pay-as-you-go) ke unit pemrosesan grafis (GPU) khusus, yang digunakan untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi AI.

Pada tahap awal difokuskan di Afrika dan Amerika Latin, inisiatif ini bertujuan untuk memberikan alternatif selain harus membangun pusat data nasional mandiri yang mahal.

Melalui pendanaan, saran kebijakan, investasi swasta, dan jaminan, grup Bank Dunia menyatakan tujuannya adalah untuk membantu negara-negara berkembang mengubah peningkatan akses digital menjadi produktivitas yang lebih tinggi, layanan publik yang lebih baik, dan peluang ekonomi yang lebih luas.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PBB: Dunia Harus Pangkas Emisi 18 Persen dalam Empat Tahun untuk Selamatkan Bumi
PBB: Dunia Harus Pangkas Emisi 18 Persen dalam Empat Tahun untuk Selamatkan Bumi
Pemerintah
Permintaan Green Skills Global Naik Dua Kali Lipat dari Ketersediaan Tenaga Kerja
Permintaan Green Skills Global Naik Dua Kali Lipat dari Ketersediaan Tenaga Kerja
Pemerintah
Perubahan Iklim Perparah Pencemaran Limbah Tambang Beracun di Wilayah Pesisir
Perubahan Iklim Perparah Pencemaran Limbah Tambang Beracun di Wilayah Pesisir
Pemerintah
Dorong Lapangan Kerja dan Teknologi, Bank Dunia Resmikan Strategi Digital Global
Dorong Lapangan Kerja dan Teknologi, Bank Dunia Resmikan Strategi Digital Global
Pemerintah
Singapura Gelontorkan 75 Juta Dollar Singapura untuk Dekarbonisasi Listrik
Singapura Gelontorkan 75 Juta Dollar Singapura untuk Dekarbonisasi Listrik
Pemerintah
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
Dilema Pemanfaatan Dana Karbon di Pedalaman Kalimantan...
LSM/Figur
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Bank Global Kucurkan Rp 10,69 Kuadriliun ke Perusahaan Terkait Deforestasi
Pemerintah
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Menjaga Mangrove Tetap Hidup, Bukan Sekadar Menanam
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau