Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sulteng Masuk 3 Besar Nasional, Investasi Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan

Kompas.com, 26 Oktober 2026, 19:10 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Investasi tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dan memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan realisasi investasi perlu diikuti dengan upaya memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.

Prinsip tersebut menjadi perhatian Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid, menyusul capaian provinsi itu yang menempati peringkat ketiga nasional dalam realisasi investasi periode Januari–September 2026.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di Sulteng mencapai Rp 116 triliun. Capaian ini memperkuat posisi Sulteng sebagai salah satu tujuan investasi strategis di Indonesia, terutama berkat potensi sumber daya alam dan perkembangan industri pengolahan.

Baca juga: AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta

Anwar menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai peluang investasi yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Sulawesi Tengah sangat terbuka bagi siapa pun. Dalam segala bentuk dan peluang investasi, kami selalu menyambut baik sepanjang itu memberi dampak positif bagi daerah, terutama bagi rakyat Sulawesi Tengah,” kata Anwar dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (26/10/2026).

Menurut dia, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya modal yang ditanamkan. Investasi juga perlu memberikan manfaat nyata melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan penguatan usaha masyarakat.

Buka peluang ekonomi masyarakat

Anwar menjelaskan bahwa potensi sumber daya alam Sulteng membuka peluang bagi pengembangan industri pengolahan dan hilirisasi. Melalui proses tersebut, komoditas daerah dapat memperoleh nilai tambah sebelum dipasarkan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor pendukung.

Meski demikian, pertumbuhan industri perlu diiringi dengan upaya memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi. Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan keterampilan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam perkembangan industri.

Baca juga: Investasi Hijau Tumbuh, EBUS Berkelanjutan Capai Rp 85,15 Triliun

Penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga menjadi aspek penting. Kehadiran industri dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok, penyediaan barang, maupun jasa pendukung operasional.

Dengan demikian, manfaat investasi berpeluang menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, tidak hanya melalui aktivitas industri secara langsung, tetapi juga melalui tumbuhnya kegiatan ekonomi di sekitarnya.

Anwar berpandangan, investasi perlu menjadi bagian dari upaya membangun perekonomian daerah yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami percaya, investasi bukan hanya tentang penanaman modal, tetapi juga membangun kepercayaan, berbagi teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Beriringan dengan prinsip keberlanjutan

Selain memperluas kesempatan ekonomi, perkembangan investasi dan industri juga perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga: Kekeringan Ancam Sektor Ekonomi, Pemerintah Harus Rancang Strategi Baru

Pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab menjadi salah satu aspek penting agar kegiatan ekonomi dapat terus memberikan manfaat tanpa mengabaikan kondisi lingkungan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedelapan mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Tujuan ini menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, produktivitas, serta kesempatan kerja yang layak.

Dalam konteks Sulteng, besarnya investasi menjadi peluang untuk memperkuat hubungan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, pencapaian tersebut perlu ditopang oleh kebijakan dan pelaksanaan yang memastikan masyarakat lokal dapat memperoleh manfaat dari perkembangan ekonomi daerah.

Baca juga: Hilirisasi Nikel Disebut Belum Dorong Penguatan SDM dan Industri Lokal

Secara nasional, realisasi investasi pada Januari–September 2026 mencapai Rp 1.539,2 triliun atau tumbuh 7,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut menyerap 2.194.496 tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi.

Dari jumlah tersebut, investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp 779,4 triliun atau setara 50,6 persen dari total investasi nasional. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp 759,8 triliun atau 49,4 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa investasi di luar Jawa memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

"Capaian realisasi investasi menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong agar manfaat pembangunan semakin dirasakan oleh masyarakat," tegas Anwar.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Sulteng Masuk 3 Besar Nasional, Investasi Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
Sulteng Masuk 3 Besar Nasional, Investasi Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
Pemerintah
Eropa Masuki Era Pemasaran Hijau, Seperti Apa?
Eropa Masuki Era Pemasaran Hijau, Seperti Apa?
Pemerintah
Ancaman Perubahan Iklim, 96 Persen Terumbu Karang Terancam Punah pada 2075
Ancaman Perubahan Iklim, 96 Persen Terumbu Karang Terancam Punah pada 2075
Pemerintah
PBB: Dunia Harus Pangkas Emisi 18 Persen dalam Empat Tahun untuk Selamatkan Bumi
PBB: Dunia Harus Pangkas Emisi 18 Persen dalam Empat Tahun untuk Selamatkan Bumi
Pemerintah
Permintaan Green Skills Global Naik Dua Kali Lipat dari Ketersediaan Tenaga Kerja
Permintaan Green Skills Global Naik Dua Kali Lipat dari Ketersediaan Tenaga Kerja
Pemerintah
Perubahan Iklim Perparah Pencemaran Limbah Tambang Beracun di Wilayah Pesisir
Perubahan Iklim Perparah Pencemaran Limbah Tambang Beracun di Wilayah Pesisir
Pemerintah
Dorong Lapangan Kerja dan Teknologi, Bank Dunia Resmikan Strategi Digital Global
Dorong Lapangan Kerja dan Teknologi, Bank Dunia Resmikan Strategi Digital Global
Pemerintah
Singapura Gelontorkan 75 Juta Dollar Singapura untuk Dekarbonisasi Listrik
Singapura Gelontorkan 75 Juta Dollar Singapura untuk Dekarbonisasi Listrik
Pemerintah
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau