Perubahan iklim semakin memperburuk tantangan-tantangan ini dengan memicu pengungsian, kerawanan pangan, konflik perebutan sumber daya, dan risiko kesehatan.
Baca juga: Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Asia-Pasifik adalah kawasan yang paling rawan bencana di dunia, menyumbang sekitar 70 persen dari populasi global yang mengalami bencana dan sekitar 40 persen dari kerugian ekonomi akibat bencana di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir.
UNDP memperingatkan bahwa pendekatan yang bersifat reaktif yang hanya berfokus pada stabilisasi, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi sering kali gagal menyelesaikan akar masalah dari ketidakamanan tersebut.
Saat ini, baru 14 dari 117 target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang terukur di kawasan ini berada di jalur yang tepat untuk tercapai pada tahun 2030.
Laporan ini pun mendorong adanya penilaian risiko yang terkoordinasi, perlindungan sosial yang lebih kuat, peluang ekonomi yang inklusif, regulasi digital yang bertanggung jawab, serta sistem kesehatan yang tahan terhadap iklim.
Pada akhirnya, UNDP menekankan bahwa keamanan dan pembangunan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Mengatasi ketimpangan, pengucilan sosial, dan kelemahan institusi sangat penting untuk mencegah krisis, membangun ketahanan, serta mengamankan perdamaian abadi dan kesejahteraan manusia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya