BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan BCA

Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas

Kompas.com, 15 September 2026, 20:38 WIB
Sri Noviyanti,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com — Suara aktivitas pameran terdengar dari berbagai penjuru area BCA Expo 2026. Di salah satu sudut area Bakti BCA, perhatian pengunjung tertuju pada meja kecil dengan lampu penerangan yang menyorot tangan seorang pelanggan.

Di sana, tiga orang make-up artist (MUA) Tuli Bakti BCA tengah mengerjakan nail art. Dengan gerakan tangan yang teliti, mereka menghias kuku pelanggan satu per satu.

Aktivitas tersebut menjadi salah satu layanan yang ditawarkan MUA Tuli Bakti BCA dalam gelaran BCA Expo 2026. Tidak hanya menghadirkan hasil karya, kegiatan itu juga mempertemukan para talenta binaan dengan masyarakat secara langsung.

Salah satunya adalah Nagita Putri Aisyah, MUA Tuli Bakti BCA, yang turut memberikan layanan nail art kepada pengunjung.

Bagi para talenta seperti Nagita, kesempatan untuk hadir dalam kegiatan berskala besar memberikan ruang untuk memperkenalkan keterampilan yang mereka miliki secara langsung kepada masyarakat.

Kesempatan bertemu dengan pengunjung juga menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya menunjukkan hasil karya, tetapi berhadapan langsung dengan calon pengguna jasa dan merasakan bagaimana keterampilan tersebut diterima oleh masyarakat.

MUA Tuli Bakti BCA Nagita Putri Aisyah.KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI MUA Tuli Bakti BCA Nagita Putri Aisyah.

“BCA mendukung teman-teman tuli dan penyandang disabilitas. Event ini membuat kami merasa dipercaya bahwa kami pasti bisa (berkarya). Kami senang Bakti BCA mendukung dan memberikan semangat,” ujarnya lewat bahasa isyarat saat ditemui Kompas.com, Sabtu (14/9/2026).

Tak jauh dari area nail art, pengunjung dapat melihat deretan kain dan produk berbasis wastra yang dipamerkan dalam stan Wastra Warna Alam.

Kain-kain tersebut menggunakan pewarna alam dari tumbuhan asli Indonesia dan diproduksi oleh perajin dari Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Membangun dari Manusia, Ini Cara Bakti BCA Memberdayakan Individu hingga Komunitas

Selain itu, Bakti BCA juga menghadirkan produk pewarnaan alam Songket Melayu dari Sumatera Utara serta produk dari Baduy.

Beragam produk dan layanan tersebut memperlihatkan bagaimana komunitas binaan Bakti BCA mendapat ruang untuk membawa karya mereka lebih dekat kepada masyarakat.

Mempertemukan komunitas dengan pasar

Bagi Bakti BCA, menghadirkan para talenta dan komunitas binaan dalam kegiatan korporasi bukan sekadar untuk memeriahkan acara.

Deretan kain dan produk berbasis wastra yang dipamerkan dalam stan Wastra Warna Alam.KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Deretan kain dan produk berbasis wastra yang dipamerkan dalam stan Wastra Warna Alam.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, kehadiran mereka merupakan bagian dari upaya memberikan kesempatan memperluas akses pasar.

“Kami ingin memberikan kesempatan perluasan akses pasar untuk produk-produk, untuk pemberdayaan dari talent-talent, champion-champion dari binaan Bakti BCA sendiri hadir dalam standar nasional,” ujar Hera.

Menurut Hera, keterlibatan para binaan dalam kegiatan seperti BCA Expo juga diharapkan dapat menambah jam terbang mereka.

Semakin sering mengikuti kegiatan dan berinteraksi dengan masyarakat, maka semakin banyak pengalaman yang diperoleh. Hal tersebut diharapkan membantu para binaan memenuhi standar yang lebih luas.

Baca juga: Bakti BCA Perkuat Desa Wisata lewat Pendampingan SDM hingga Akses Pasar

Dengan demikian, pameran tidak hanya menjadi tempat untuk memajang produk atau menawarkan jasa. Bagi komunitas binaan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan calon konsumen.

Produk yang dibuat oleh perajin di daerah dapat diperkenalkan kepada pengunjung. Sementara talenta seperti MUA Tuli dapat menunjukkan keterampilan mereka secara langsung kepada calon pengguna jasa.

Memanfaatkan panggung korporasi

Pada BCA Expo 2026 di Jabodetabek, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Bakti BCA menjadi salah satu bagian yang dihadirkan kepada masyarakat.

Salah satu booth Bangga Lokal yang ada di area Bakti BCA.KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Salah satu booth Bangga Lokal yang ada di area Bakti BCA.

Pengunjung dapat menemukan produk Wastra Warna Alam, mencoba layanan nail art dari MUA Tuli Bakti BCA, hingga melihat berbagai produk dari pelaku usaha BCA Bangga Lokal.

BCA Expo sendiri merupakan agenda tahunan BCA yang digelar sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah sekaligus menghadirkan berbagai solusi finansial dan penawaran bagi masyarakat.

Baca juga: Mengintip Pesona Desa Wisata Bakti BCA di Belitung, dari Tarsius hingga Tradisi Makan Bedulang

Pada penyelenggaraan 2026, BCA Expo offline digelar di tujuh kota, yakni Surabaya, Malang, Semarang, Jabodetabek, Medan, Bandung, dan Denpasar. Selain secara offline, BCA Expo juga dapat diakses secara online.

Di tengah agenda tersebut, area Bakti BCA menjadi salah satu titik yang mempertemukan masyarakat dengan produk, layanan, dan talenta binaan.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn di area Bakti BCA.Dok BCA Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn di area Bakti BCA.

Hera mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan upaya BCA untuk memberikan manfaat kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk komunitas yang berada di bawah binaan Bakti BCA.

“BCA itu milik semua lintas masyarakat. Jadi baik itu bagi nasabah kami, baik itu juga untuk komunitas binaan kami dan kami memberikan nilai corporate shared value,” ujar Hera.

Baca juga: Sharing Desa Bakti BCA, Nicholas Saputra Ingatkan Jaga Alam dan Budaya untuk Pengalaman Berkualitas

Menurut dia, apa yang dimiliki BCA melalui kegiatan bisnisnya juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemberdayaan komunitas.

“Jadi apa yang kami miliki secara core business itu juga bisa digunakan, dimanfaatkan untuk memberdayakan komunitas-komunitas binaan kami,” katanya. 

Dengan pendekatan tersebut, BCA memanfaatkan kegiatan korporasi sebagai salah satu jembatan yang menghubungkan komunitas binaan dengan masyarakat dan pasar potensial mereka.

Bagi perajin, kehadiran di pameran menjadi kesempatan memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang. Bagi talenta seperti MUA Tuli, kesempatan tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan keterampilan sekaligus mendapatkan pengalaman melayani masyarakat secara langsung.

Baca juga: Bakti BCA Kembangkan Rumah Pangan Hidup, Wujudkan Desa Wisata Berkelanjutan

Hera mengatakan, keterlibatan tersebut diharapkan memberikan manfaat yang lebih jauh bagi komunitas binaan, termasuk dari sisi ekonomi.

“Semoga hal ini bisa memberikan pesan bahwa BCA senantiasa di sisi semua stakeholders, baik itu nasabah kami maupun untuk komunitas yang kami bina. Lalu, semoga hal ini juga bisa memberikan peningkatan pendapatan bagi saudara-saudara kami yang ada di bawah payung besar Bakti BCA,” lanjut Hera. 

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
BrandzView
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Swasta
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
LSM/Figur
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
LSM/Figur
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Pemerintah
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Swasta
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Swasta
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Pemerintah
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
BUMN
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Pemerintah
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Pemerintah
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Pemerintah
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Pemerintah
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau