Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sharing Desa Bakti BCA, Nicholas Saputra Ingatkan Jaga Alam dan Budaya untuk Pengalaman Berkualitas

Kompas.com, 8 Januari 2026, 15:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar "Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA" dengan menghadirkan Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, serta diikuti 10 desa dan komunitas wisata yang tergabung dalam Desa Bakti BCA.

Kegiatan berlangsung pada 29-30 Desember 2025 di Desa Wisata Taro, Bali dan menjadi bentuk dukungan pengembangan destinasi pariwisata yang mengedepankan aspek berkelanjutan.

Pemilihan Nicholas Saputra sebagai narasumber berdasarkan rekam jejak yang bersangkutan sebagai salah satu pelaku usaha di sektor pariwisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan serta penciptaan pengalaman wisata berkualitas.

Dalam kesempatan tersebut, Nicholas Saputra menekankan pentingnya pengelolaan destinasi wisata yang menjunjung prinsip keberlanjutan secara konsisten, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, pelestarian alam dan budaya, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal.

“Setiap destinasi memiliki karakter dan cerita yang unik, sehingga pendekatan pengelolaannya perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Forum seperti ini menjadi ruang bagi para pelaku di sektor pariwisata untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, termasuk bagi saya sendiri," ungkapnya.

"Saya meyakini bahwa pengembangan destinasi yang menghormati kelestarian lingkungan dan budaya, melibatkan masyarakat lokal, serta mengutamakan kualitas pengalaman wisata, akan memperkuat keberlanjutan desa wisata," tutur Nicholas Saputra.

"Melalui upaya bersama tersebut, pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dapat terus dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi destinasi dan lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Adapun 10 perwakilan pengurus Desa Bakti BCA berasal dari Desa Wisata Hijau Bilebante (Nusa Tenggara Barat), Kampung Adat Nagari Sijunjung (Sumatra Barat), Desa Wisata Pentingsari (Yogyakarta), serta Wisata Wayang Desa Wukirsari (Yogyakarta).

Selain itu ada pula Kampung Adat Prai Ijing/Tebara (Nusa Tenggara Timur), Desa Wisata Edelweiss Wonokitri (Jawa Timur), Desa Wisata Pulau Derawan (Kalimantan Timur), Desa Wisata Patakbanteng (Jawa Tengah), Desa Wisata Tamansari (Jawa Timur), dan Desa Wisata Taro (Bali).

Nicholas Saputra dalam Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA yang diikuti 10 desa dan komunitas wisata (29-30/12/2025) di Desa Wisata Taro, Bali.
DOK. BCA Nicholas Saputra dalam Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA yang diikuti 10 desa dan komunitas wisata (29-30/12/2025) di Desa Wisata Taro, Bali.

Melalui forum ini, perwakilan pengurus Desa Bakti BCA memperoleh pembelajaran langsung dari sejumlah pelaku pariwisata, khususnya terkait tata kelola pariwisata yang bertanggung jawab, berstandar tinggi, dan selaras dengan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

Para peserta mendapatkan kesempatan melakukan studi banding ke Desa Wisata Penglipuran, cooking class di Taman Dukuh.

Pemilihan Desa Wisata Penglipuran sebagai tujuan benchmarking berdasarkan reputasi desa tersebut sebagai salah satu dari daftar Best Tourism Village versi United Nations World Tourism Organization (UNWTO/UN Tourism).

“Sharing Session Quality Tourism Desa Bakti BCA menjadi upaya kami untuk memperkuat kapasitas desa dan komunitas wisata binaan agar mampu mengelola destinasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan," jelas EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn.

Baca juga: Dari Bekas Tambang ke Desa Wisata Terbaik, Pesona Bilebante Lombok Suguhkan Kearifan Lokal

Hera menyampaikan, pihaknya meyakini pariwisata berkualitas tidak hanya diukur dari volume kunjungan, tetapi juga dari pengalaman wisata bermakna, penerapan standar layanan unggul, serta kemampuan memberikan dampak positif bagi perekonomian, sosial budaya, dan kelestarian lingkungan setempat.

"Kami berharap para pengurus Desa Bakti BCA dapat memanfaatkan forum ini sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan daya saing destinasi wisata di masing-masing wilayah,” pungkasnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Implementasikan Program Keberlanjutan, FIF Group Resmikan DSA Ketiga
Implementasikan Program Keberlanjutan, FIF Group Resmikan DSA Ketiga
Swasta
DLH DKI Tutup Permanen TPS Liar di Sejumlah Titik
DLH DKI Tutup Permanen TPS Liar di Sejumlah Titik
Pemerintah
Spons Cuci Melepaskan Jutaan Partikel Mikroplastik ke Saluran Air
Spons Cuci Melepaskan Jutaan Partikel Mikroplastik ke Saluran Air
Pemerintah
Nestlé dan ILO Luncurkan Proyek Perlindungan Pekerja di Rantai Pasok Kopi
Nestlé dan ILO Luncurkan Proyek Perlindungan Pekerja di Rantai Pasok Kopi
Swasta
ASEAN Sepakat Lakukan Percepatan Pengendalian Spesies Invasif lewat AIM-ASEAN
ASEAN Sepakat Lakukan Percepatan Pengendalian Spesies Invasif lewat AIM-ASEAN
Pemerintah
Potensi Bioetanol Limbah  Sawit Capai 1,2 Juta Kiloliter Per tahun, Bisa untuk Bensin dan Bioavtur
Potensi Bioetanol Limbah Sawit Capai 1,2 Juta Kiloliter Per tahun, Bisa untuk Bensin dan Bioavtur
LSM/Figur
Kemenhut-AFoCO Pacu Pengembangan Proyek Karbon dan Perhutanan Sosial
Kemenhut-AFoCO Pacu Pengembangan Proyek Karbon dan Perhutanan Sosial
Pemerintah
Peneliti Sebut Ekowisata Tak Mampu Atasi Emisi Karbon Industri Pariwisata
Peneliti Sebut Ekowisata Tak Mampu Atasi Emisi Karbon Industri Pariwisata
Pemerintah
Ilmuwan China Temukan Cara Produksi BBM dari Emisi Karbondioksida
Ilmuwan China Temukan Cara Produksi BBM dari Emisi Karbondioksida
LSM/Figur
Limbah Panel Surya Bekas di Australia Mulai Menggunung
Limbah Panel Surya Bekas di Australia Mulai Menggunung
Pemerintah
Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Tumbuh 92,9 Persen pada 2025
Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Tumbuh 92,9 Persen pada 2025
Swasta
BRIN-WRI Dorong Pemulihan Pascabanjir Sumatera Berbasis Komunitas
BRIN-WRI Dorong Pemulihan Pascabanjir Sumatera Berbasis Komunitas
Pemerintah
Konversi PLTD ke PLTS Dinilai Bisa Hemat Biaya Listrik hingga Rp 64 Triliun Per Tahun
Konversi PLTD ke PLTS Dinilai Bisa Hemat Biaya Listrik hingga Rp 64 Triliun Per Tahun
LSM/Figur
Perang Picu Harga Avtur Melambung, Apakah Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Bisa Jadi Solusi?
Perang Picu Harga Avtur Melambung, Apakah Bioavtur Berbasis Limbah Sawit Bisa Jadi Solusi?
LSM/Figur
Apa Benar Anggapan ASN Kerja Main-Main padahal Gajinya Serius, dan Swasta Sebaliknya?
Apa Benar Anggapan ASN Kerja Main-Main padahal Gajinya Serius, dan Swasta Sebaliknya?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau