Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 10 Agustus 2023, 08:44 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

KOMPAS.com - Stockholm didapuk sebagai kota paling hijau dan berkelanjutan di dunia dengan pencapaian luar biasa di sektor pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, penghijauan, reduksi gas rumah kaca, transportasi publik, dan kualitas hidup perkotaan.

Dari ibu kota Swedia ini, Jakarta bisa belajar bagaimana perubahan iklim bisa diatasi dengan perencanaan terpadu di semua sektor, seraya terus melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala.

Bagaimana Stockholm bisa menjadi kota dengan kualitas hidup paling baik? Berikut resepnya:

1. Menetapkan Rencana Iklim

Pada tahun 1996, Stockholm mengadopsi Rencana Iklim pertamanya, yang menetapkan target ambisius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Baca juga: 10 Kota Paling Berkelanjutan di Dunia, Tak Ada Jakarta

Rencana tersebut direvisi pada tahun 2009, dengan target yang diperbarui untuk tahun 2020 dan 2050. Kota ini juga secara teratur memantau emisinya dan kemajuan pencapaian targetnya.

2. Mempromosikan Transportasi Berkelanjutan

Stockholm telah menerapkan biaya kemacetan bagi pengemudi yang memasuki pusat kota, yang telah mengurangi lalu lintas dan polusi udara.

Kota ini juga memiliki sistem transportasi umum yang luas, termasuk bus, kereta api, dan sistem metro.

Stockholm juga mendorong bersepeda dan berjalan kaki dengan membangun jalur sepeda dan jalur pejalan kaki, serta menawarkan program berbagi sepeda.?

Warga Swedia menikmati sinar matahari musim panas di Stockholm beberapa waktu lalu.REUTERS/STINA STJERNKVIST via ABC INDONESIA Warga Swedia menikmati sinar matahari musim panas di Stockholm beberapa waktu lalu.
3. Mendorong Efisiensi Energi

Stockholm telah menerapkan beberapa langkah efisiensi energi, seperti meningkatkan insulasi bangunan, meningkatkan sistem pemanas, dan menerapkan penerangan jalan hemat energi.

Kota ini juga memasang panel surya di gedung-gedung publik dan memiliki rencana untuk memperluas penggunaan energi terbarukan.

4. Ruang Hijau dan Pertanian Perkotaan

Stockholm memiliki tujuan memiliki taman atau ruang hijau dalam jarak 300 meter dari setiap penduduk.

Kota ini juga mendorong pertanian perkotaan, dengan beberapa kebun dan peternakan masyarakat di ruang publik.

Baca juga: Resep Sukses Stockholm, Kota Paling Hijau dan Berkelanjutan di Dunia

Stockholm juga memiliki tujuan untuk menjadi kota bebas bahan bakar fosil pada tahun 2040, termasuk memperluas penggunaan energi terbarukan.

5. Pengurangan dan Daur Ulang Sampah

Stockholm telah menerapkan program pengurangan dan daur ulang sampah yang ketat, dengan tujuan menjadi kota tanpa sampah.

Kota ini telah memperkenalkan aliran limbah terpisah untuk limbah makanan, kertas, plastik, dan bahan lainnya, dan telah menerapkan sistem bayar sesuai penggunaan untuk mendorong warga mengurangi limbah mereka.

Stockholm, SwediaDok. Pixabay/Michelle_Raponi Stockholm, Swedia
6. Praktik Bangunan Berkelanjutan

Stockholm telah menerapkan praktik bangunan berkelanjutan, seperti mewajibkan bangunan baru untuk hemat energi dan memasukkan ruang hijau ke dalam desain bangunan.

Kota ini juga mendorong penggunaan bahan yang berkelanjutan dalam konstruksi.

Baca juga: Mewujudkan Kota Hutan Berkelanjutan IKN Melalui Konsorsium

Untuk mencapai pada kondisi saat ini, Stockholm menghadapi sejumlah tantangan dalam upaya keberlanjutan kota. Di antaranya adalah:

1. Biaya Tinggi

Banyak dari langkah-langkah keberlanjutan yang diterapkan oleh Stockholm berbiaya tinggi, seperti biaya kemacetan dan peningkatan gedung yang hemat energi. Ini membutuhkan investasi yang signifikan dari kota dan penduduknya.

2. Perlawanan Politik

Beberapa kelompok politik menentang biaya kemacetan dan langkah-langkah keberlanjutan lainnya, yang membutuhkan kemauan politik yang signifikan untuk diterapkan dan dipertahankan.

Terlepas dari tantangan ini, Stockholm telah melihat beberapa hasil positif dari upaya keberlanjutannya.
Kota ini telah mengurangi emisi GRK sebesar 50 persen sejak tahun 1990, sementara ekonominya terus tumbuh.

Ilustrasi Stockholm, Swedia. Kereta tidur EuroNight bisa membawa pelancong dari Harmburg ke Stockholm dalam waktu 12 jam.UNSPLASH/ANA BORQUEZ Ilustrasi Stockholm, Swedia. Kereta tidur EuroNight bisa membawa pelancong dari Harmburg ke Stockholm dalam waktu 12 jam.
Kualitas udara dan air kota juga meningkat, dan Stockholm telah diakui sebagai salah satu kota paling ramah lingkungan di dunia.

Salah satu pembelajaran utama dari upaya keberlanjutan Stockholm adalah pentingnya kemauan politik dan dukungan publik.

Baca juga: Penerapan Konsep ESG dalam Membangun Bisnis Berkelanjutan

Langkah-langkah keberlanjutan dapat mahal dan membutuhkan investasi yang signifikan, tetapi jika diterapkan dengan kepemimpinan politik yang kuat dan dukungan publik, langkah tersebut dapat memberikan dampak yang signifikan.

Pembelajaran penting lainnya adalah pentingnya kolaborasi dan kemitraan.

Stockholm telah bekerja sama dengan bisnis, kelompok masyarakat, dan penduduk untuk menerapkan langkah-langkah keberlanjutannya, yang telah membantu membangun dukungan dan meraih kesuksesan.

Keindahan bangunan tua yang dipertahankan di gedung parlemen Stockholm, Swedia.KOMPAS/MAWAR KUSUMA WULAN Keindahan bangunan tua yang dipertahankan di gedung parlemen Stockholm, Swedia.
Akhirnya, upaya keberlanjutan Stockholm membutuhkan perubahan signifikan dalam perilaku dan kebiasaan penduduknya.

Kota ini secara aktif mempromosikan praktik berkelanjutan dan menyediakan pendidikan dan sumber daya untuk membantu warga membuat perubahan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Ini menyoroti pentingnya tindakan individu dalam mencapai tujuan keberlanjutan, serta kebutuhan akan dukungan dan sumber daya untuk memungkinkan perubahan tersebut.

Baca juga: Lestari, Kontribusi KG Media Terhadap Isu Pembangunan Berkelanjutan

Kesimpulannya, perjalanan Stockholm menuju keberlanjutan memberikan contoh berharga tentang bagaimana sebuah kota dapat berubah menjadi kota yang berkelanjutan dan hijau.

Upaya kota menuju transportasi berkelanjutan, energi terbarukan, bangunan berkelanjutan, pengelolaan limbah, ruang hijau, dan kemitraan telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kesejahteraan dan kualitas hidup kota secara keseluruhan.

Kesuksesan kota menyoroti pentingnya tindakan individu dalam mencapai tujuan keberlanjutan, serta kebutuhan akan dukungan dan sumber daya untuk mewujudkan perubahan tersebut.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Pemerintah
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau