Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong Perubahan Berkelanjutan, Sompo Insurance Gelar Program Magang Pembelajaran LSM Lingkungan

Kompas.com, 24 Oktober 2023, 22:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance), perusahaan asuransi melalui Sompo Environment Foundation berhasil menyelesaikan Program Magang Pembelajaran LSM Lingkungan V yang meluluskan 25 mahasiswa peserta magang terpilih.

Program ini menjadi komitmen Sompo untuk mendorong perubahan berkelanjutan dan positif dengan melibatkan mahasiswa Indonesia dan membina mereka menjadi pemimpin yang sadar lingkungan.

Sebagai informasi, Sompo Insurance melalui Sompo Environment Foundation telah meluncurkan Program Magang Pembelajaran LSM Lingkungan di Indonesia sejak 6 Februari 2019.

Program ini bertujuan membantu mahasiswa Indonesia memperluas pengetahuan tentang berbagai masalah lingkungan, perubahan iklim, konservasi hutan, dan untuk memperluas kesadaran bagaimana LSM lingkungan bekerja mengatasi beragam masalah selama periode magang delapan bulan.

Mahasiswa peserta program mendapatkan pendanaan dari Sompo Environment Foundation selama program magang. Program berjalan atas kolaborasi bersama dengan Japan Environmental Education Forum (JEFF).

Memasuki tahun kelima, Program Magang Pembelajaran LSM Lingkungan telah menarik lebih dari 1.200 peserta. Program unik ini ditawarkan secara eksklusif di luar Jepang oleh Sompo Environment Foundation ini.

Mendapat dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, program ini secara konsisten membina dan memberdayakan bakat-bakat muda di Indonesia untuk mendapatkan pengetahuan praktis tentang isu-isu lingkungan.

"Masalah lingkungan terus bergejolak, dan sangat penting bagi kami untuk memberdayakan para anak muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini secara langsung dan tepat," jelas Presiden Direktur Sompo Insurance, Eric Nemitz melalui rilis resmi (24/10/2023).

Baca juga: BNI Buka Pendaftaran untuk Program Magang BINA BNI 21-27 Oktober 2023, Ini Syarat dan Cara Mendaftarnya

"Program Magang Pembelajaran LSM Lingkungan ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan pemikiran kritis di kalangan anak muda saat ini," ungkap Eric Nemitz.

"Program ini juga membekali mereka untuk menghadapi tantangan lingkungan di masa depan dengan kreativitas dan tekad yang kuat," tambahnya.

Angkat berbagai isu lingkungan

Direktur Eksekutif Sompo Environment Foundation Yoshikazu Nishiwaki (kanan) memberikan sertifikat kepada salah satu peserta magang LSM Lingkungan.DOK. SOMPO INSURANCE Direktur Eksekutif Sompo Environment Foundation Yoshikazu Nishiwaki (kanan) memberikan sertifikat kepada salah satu peserta magang LSM Lingkungan.

Tahun ini, peserta magang bekerja untuk mendorong perubahan berdampak pada isu-isu berkaitan dengan lingkungan.

Beberapa isu lingkungan tersebut di antaranya mendukung program konservasi lingkungan dan upaya-upaya yang menjangkau masyarakat, produksi konten relevan, pengelolaan hutan kemasyarakatan, dan masih banyak lagi.

LSM yang berpartisipasi antara lain Benua Lestari Indonesia, BIOCert, Borneo Orangutan Survival (BOS), Burung Indonesia, Yayasan DeTara, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), HuMa, Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif, dan YIARI.

Hadir dalam acara peresmian tersebut perwakilan dari Sompo Insurance Indonesia, Yoshikazu Nishiwaki (Direktur Eksekutif Sompo Environment Foundation), Latipah Hendarti (Direktur Yayasan DeTara), dan Makoto Yata (Direktur Jenderal JEEF Indonesia).

Mewakili para LSM, Latipah mengatakan, "tantangan lingkungan di Indonesia sangat mendesak, dengan penggundulan hutan, polusi plastik, dan hilangnya habitat yang mengancam keanekaragaman hayati yang unik."

"Kami berharap Program Magang Pembelajaran LSM Lingkungan dapat menginspirasi dan terus merealisasikan para pemimpin muda di bidang lingkungan untuk melindungi kekayaan alam kita dan membangun masa depan yang berkelanjutan bagi Indonesia," ujar Latipah.

Selain Program Magang Pembelajaran LSM Lingkungan, Sompo Insurance juga membentuk Sompo Alumni Idea Fund yang memberikan hibah dan kesempatan bagi para lulusan untuk melanjutkan proyek-proyek lingkungan.

Baca juga: Cerita Ficky, Mahasiswa IPB Ikut Kompetisi hingga Magang di 3 Negara

Tahun ini, dua alumni program LSM terpilih secara aktif mengerjakan proyek yang bertujuan memberikan solusi nyata dan tepat waktu untuk masalah-masalah yang mendesak di masyarakat setempat.

Diharapkan pada Desember 2023, kedua alumni tersebut akan mendapatkan hasil yang nyata dari usaha mereka masing-masing.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
Pemerintah
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
LSM/Figur
Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Pemerintah
Usai Banjir Sumatera, Banyak Warga yang Tinggal di Pengungsian dengan Fasilitas Terbatas
Usai Banjir Sumatera, Banyak Warga yang Tinggal di Pengungsian dengan Fasilitas Terbatas
LSM/Figur
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
LSM/Figur
Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
LSM/Figur
Kemenhut Terapkan Syarat Ketat untuk Pengelola Baru Bandung Zoo
Kemenhut Terapkan Syarat Ketat untuk Pengelola Baru Bandung Zoo
Pemerintah
Mandatori Biodiesel B50 Ditunda, Ini Alasan Tak Perlu Buru-buru
Mandatori Biodiesel B50 Ditunda, Ini Alasan Tak Perlu Buru-buru
Swasta
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
LSM/Figur
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Pemerintah
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
BUMN
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Pemerintah
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
LSM/Figur
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau