Penulis
BATAM, KOMPAS.com - President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan menyebutkan tiga mega trend yang tengah dialami masyarakat di dunia, termasuk Indonesia.
Ketiganya adalah new energy landscape (lanskap energi baru), digitalisasi dan AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan), dan multipolar world (dunia multi-kutub).
Baca juga:
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan saat Innovation Talk di Kota Batam, Riau, Rabu (25/2/2026).Pada poin pertama, Martin memberi pertanyaan mengapa new energy landscape dibutuhkan, misalnya mengubah sumber energi dari coal fire (batu bara) ke yang renewable (terbarukan).
"Yang pasti karena greenhouse gases (gas rumah kaca) itu semakin lama semakin besar sehingga dunia kita ini semakin lama semakin tidak sehat," kata Martin saat Innovation Talk di Kota Batam, Riau, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, cuaca semakin tidak pasti dan ekstrem. Banjir bisa terjadi meskipun hujan turun selama beberapa jam, serta cuaca bisa terasa semakin panas sehingga bisa berisiko memicu kebakaran hutan.
Maka dari itu, dunia perlu memangkas emisi global sebanyak 50 persen pada tahun 2030, yang mana tinggal empat tahun lagi. Semua komitmen lingkungan pun pada akhirnya akan mengarah ke target tersebut.
Martin juga menambahkan bahwa diperkirakan 80 persen konsumsi energi masyarakat akan menggunakan direct current (DC atau arus searah) pada tahun 2030.
"Misalnya untuk desain data center (pusat data) mulai dari sekarang sudah mulai berkembang untuk menggunakan 800 volt DC design," tutur Martin.
Hal itu berbeda dengan kondisi saat ini, yang mana banyak perangkat elektronik rumah tangga menggunakan alternating current (AC atau arus bolak-balik).
Baca juga:
Schneider Electric menyebut tiga mega tren yang tengah terjadi, dari transisi energi hingga meluasnya penggunaan AI.Poin selanjutnya adalah meluasnya penggunaan AI yang turut memengaruhi kebutuhan data center.
"Coba Bapak, Ibu yang punya anak remaja, nanti (saat) pulang tanya sama anaknya, pakai apa sekarang kalau search (mencari informasi)? Mungkin pakai ChatGPT, pakai Gemini, atau search-nya pakai TikTok, dari Instagram. Nah, itu banyak generate data yang dikeluarkan sehingga kebutuhan data center ini akan semakin tinggi," jelas Martin.
Di Kota Batam pun tengah dibangun banyak data center untuk mendukung aktivitas industri yang ada.
Martin juga menyoroti konsekuensi yang ada, antara lain peningkatan internet of things (IoT), robotics, bangkitnya agentic AI, dan smart manufacturing (manufaktur cerdas).
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya