Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 14 Desember 2023, 18:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Lazada Indonesia dan Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DKUKMPP) Kota Cirebon menjalin kerja sama untuk memperkuat penjualan produk lokal fesyen binaan DKUKMPP Kota Cirebon (13/12/2023).

Pada kerja sama ini, Lazada mendaftarkan ratusan UKM fesyen yang tergabung dalam Mall UKM Cirebon untuk memiliki toko digital dan berjualan di Lazada.

Athina Tokan, Category Director Fashion, Lazada Indonesia, melalui rilis resmi (14/12/2023) menyampaikan, kerja sama ini menegaskan komitmen Lazada mendukung pertumbuhan ekonomi digital, serta memperluas kesempatan sama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

“Lazada selalu berkomitmen untuk mendukung penjual lokal agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen di seluruh Indonesia melalui peningkatan penjualan di Lazada," tegas Athina Tokan.

"Lewat kolaborasi ini kami juga bisa memberikan lebih banyak pilihan produk-produk asli Indonesia, terutama yang berasal dari Cirebon seperti batik dan kerajinan anyaman tas bagi konsumen," ujarnya.

"Kami berharap kehadiran UKM Cirebon di Lazada dapat memberdayakan para penjual lokal Indonesia, sehingga semakin mendapatkan perhatian dari masyarakat luas," tutup Athina. 

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman memberikan apresiasi atas langkah yang diambil Lazada.

“Kami melihat cukup banyak talenta-talenta pebisnis di Cirebon yang belum dikenal masyarakat luas," ungkap Iing Daiman.

"Bersama Lazada yang memberikan penawaran kepada UMKM Cirebon untuk dapat bergabung ke kanal Harbolnas, diharapkan dapat membuka peluang baru bagi para pelaku UMKM agar mendapatkan kemudahan akses untuk meningkatkan pemasaran produk mereka, sehingga para UMKM ini dapat memperluas jaringan distribusi hingga ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ada dua pelatihan yang dilakukan Lazada dan DKUKMPP Kota Cirebon untuk mengakselerasi para penjual lokal secara digital, pada bulan November yang lalu yaitu:

Pertama, Akselerasi Top Seller UKM dan UMKM dari wilayah Kota Cirebon: Lazada berbagi tips memanfaatkan fitur-fitur dalam platform, hingga melihat peluang pasar bagi penjual di Cirebon yang sudah bergabung di Lazada.

Kedua, Mall UKM Cirebon Go Online: Pelatihan ini dihadiri ratusan UKM yang baru pertama kali berjualan secara online, sehingga pelatihan lebih berfokus kepada hal dasar seperti menyiapkan foto produk yang baik serta memilih keragaman produk, sehingga toko menjadi menarik bagi konsumen.

Baca juga: 10 Wisata Cirebon yang Hits buat Liburan Tahun Baru 2024 

Dalam kanal Harbolnas terdapat ratusan UMKM fesyen termasuk Cirebon. Kanal Harbolnas merupakan dedikasi Lazada kepada penjual lokal Indonesia dan banner kanal Harbolnas ini dapat diakses pada laman utama aplikasi Lazada untuk memudahkan konsumen mengeksplorasi produk dari penjual-penjual lokal asli Indonesia.

"Kami berharap kesempatan ini dapat menjadi momen bagi penjual lokal Indonesia untuk semakin mengembangkan bisnis mereka,” tutup Athina.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Peneliti Temukan Mikroplastik pada Kedalaman 2.450 Meter di Laut Indonesia
Peneliti Temukan Mikroplastik pada Kedalaman 2.450 Meter di Laut Indonesia
Pemerintah
Perang dan Krisis Iklim: Dampak Ekologis Eskalasi Konflik Timur Tengah
Perang dan Krisis Iklim: Dampak Ekologis Eskalasi Konflik Timur Tengah
Pemerintah
Krisis Iklim Ubah Jalur Migrasi Penyu Tempayan, Gap Rasio Jenis Kelamin Ancam Keberlanjutan Populasi
Krisis Iklim Ubah Jalur Migrasi Penyu Tempayan, Gap Rasio Jenis Kelamin Ancam Keberlanjutan Populasi
LSM/Figur
Peran Serangga dan Laba-Laba di Negara Maju Diabaikan
Peran Serangga dan Laba-Laba di Negara Maju Diabaikan
LSM/Figur
Perjanjian Dagang dengan AS Bikin RI Bergantung Minyak dari 'Paman Sam'
Perjanjian Dagang dengan AS Bikin RI Bergantung Minyak dari "Paman Sam"
LSM/Figur
Soal Tambang Martabe, NGO Desak Pemerintah Fokus Pemulihan Lingkungan ketimbang Pengambilalihan
Soal Tambang Martabe, NGO Desak Pemerintah Fokus Pemulihan Lingkungan ketimbang Pengambilalihan
LSM/Figur
Orang Kaya Dubai Kabur Naik Jet Pribadi Saat Konflik AS-Israel Vs Iran, Bikin Emisi Naik
Orang Kaya Dubai Kabur Naik Jet Pribadi Saat Konflik AS-Israel Vs Iran, Bikin Emisi Naik
LSM/Figur
3 Mega Tren Dunia Versi Schneider Electric, Transisi Energi hingga AI
3 Mega Tren Dunia Versi Schneider Electric, Transisi Energi hingga AI
Swasta
Bahan Kimia Abadi PFAS Bisa Percepat Penuaan
Bahan Kimia Abadi PFAS Bisa Percepat Penuaan
LSM/Figur
Jepara Siap Gelar JIFBW 2026, Pembeli Diajak Kunjungi Perajin Furnitur
Jepara Siap Gelar JIFBW 2026, Pembeli Diajak Kunjungi Perajin Furnitur
Pemerintah
Produktivitas Pekerja Indonesia Naik Tiap Tahun, tapi Masih Tertinggal di ASEAN
Produktivitas Pekerja Indonesia Naik Tiap Tahun, tapi Masih Tertinggal di ASEAN
LSM/Figur
Ikan Air Tawar Lebih Tangguh Hadapi Pemanasan Global Dibanding Ikan Laut
Ikan Air Tawar Lebih Tangguh Hadapi Pemanasan Global Dibanding Ikan Laut
LSM/Figur
Investor Desak Perusahaan Utilitas Asia Perbaiki Alokasi Modal dan Kebijakan Iklim
Investor Desak Perusahaan Utilitas Asia Perbaiki Alokasi Modal dan Kebijakan Iklim
Swasta
Peneliti Temukan Cara Daur Ulang Limbah Sarung Tangan Karet
Peneliti Temukan Cara Daur Ulang Limbah Sarung Tangan Karet
Pemerintah
Uni Eropa Target Pangkas Emisi Gas Rumah Kaca hingga 90 Persen pada 2040
Uni Eropa Target Pangkas Emisi Gas Rumah Kaca hingga 90 Persen pada 2040
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau