Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank di Eropa Gagal Tetapkan Rencana Emisi Nol Bersih

Kompas.com, 7 November 2024, 20:41 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Penelitian baru telah mengungkap bahwa 20 bank terbesar di Eropa gagal memenuhi komitmen nol emisi bersih dan tidak memiliki keselarasan yang diperlukan untuk tindakan iklim yang berarti.

Hal ini berdasarkan laporan terbaru ‘Mind the strategy gap’ dari lembaga nirlaba investasi ShareAction yang menilai upaya bank dalam pengurangan emisi dan strategi mereka untuk meningkatkan keuangan berkelanjutan.

Temuan menunjukkan bahwa upaya dekarbonisasi bank terlalu terbatas cakupannya dan target keuangan berkelanjutan mereka sering kali tidak didasarkan pada metodologi yang kuat dan transparan sehingga sulit untuk mengevaluasi dampak sebenarnya.

Baca juga:

Mengutip Edie, Kamis (7/11/2024) masalah penting lainnya yang diidentifikasi dalam laporan tersebut adalah penanganan fasilitasi pasar modal yang tidak konsisten.

Sementara 17 dari 20 bank memasukkan fasilitasi pasar modal dalam tujuan keuangan berkelanjutan mereka, hanya dua bank yang memperluasnya ke target dekarbonisasi mereka.

Ketidakkonsistenan ini menciptakan pandangan yang sempit tentang risiko iklim, terlepas dari kenyataan bahwa aktivitas keuangan seperti penerbitan obligasi dapat memiliki dampak lingkungan jangka panjang.

Sebagian besar bank yang dinilai dalam laporan tersebut tidak secara eksplisit menghubungkan pelaporan dekarbonisasi mereka dengan target keuangan berkelanjutan mereka.

“Bank-bank terbesar di Eropa memiliki peran penting dalam membiayai transisi ke ekonomi rendah karbon, seperti meningkatkan energi terbarukan, membuat real estat hemat energi, dan mendukung industri-industri penting untuk melakukan dekarbonisasi," ungkap Manajer penelitian senior ShareAction Xavier Lerin.

“Namun, analisis kami menunjukkan bahwa dalam sebagian besar kasus, target iklim yang digunakan bank sebagai peta jalan menuju transisi tidak sesuai dengan tujuannya, yang membahayakan kemampuan kita untuk melindungi masyarakat dari dampak terburuk perubahan iklim,” paparnya lagi.

Temuan lain dari laporan ini mengungkapkan beberapa komitmen keuangan hijau bank pun relatif kecil jika dilihat dalam konteks total aset bank mereka.

Selain itu, praktik akuntansi yang tidak konsisten menyebabkan bank melebih-lebihkan pencapaian keuangan berkelanjutan mereka dibandingkan dengan upaya dekarbonisasi mereka.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa 63 persen target dekarbonisasi hanya memperhitungkan pinjaman yang telah dibayarkan, sementara 76 persen target keuangan berkelanjutan mencakup jumlah pinjaman yang telah dibayarkan dan yang belum ditarik.

Setengah dari bank menetapkan sasaran dekarbonisasi berdasarkan pinjaman yang ada yang mereka miliki pada akhir periode, tetapi menggunakan jumlah total pinjaman yang diberikan dari waktu ke waktu untuk target keuangan berkelanjutan mereka, sehingga target tersebut tampak lebih besar.

Tantangan Pengungkapan

Laporan pun menyoroti bahwa pemangku kepentingan kesulitan memahami dampak target iklim bank karena pengungkapan (disclosure) yang tak memadai tentang bagaimana target tersebut dipenuhi.

Beberapa bank memang menerapkan strategi dekarbonisasi yang efektif dan secara bermakna mendukung klien dalam transisi ke praktik yang lebih ramah lingkungan, tetapi yang lain mengandalkan metode akuntansi yang hanya mengurangi emisi di atas kertas.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Pemerintah
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Pemerintah
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Pemerintah
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
LSM/Figur
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
LSM/Figur
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Pemerintah
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Swasta
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
United Tractors Cabang Padang Raih Penghargaan Kementerian UMKM
Swasta
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
Menteri LH Larang Insinerator Mini di Bandung, Benarkah Emisinya Lebih Berbahaya?
LSM/Figur
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
RDF Rorotan Bantu Kurangi Beban Bantargebang, Ini Cerita Warga
LSM/Figur
Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan Kerja, KAI Daop 7 Madiun Gelar Diklat Masinis dan Asisten
BUMN
SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori
SAF Berbasis Limbah Sawit Diusulkan Masuk Kebijakan Mandatori
LSM/Figur
Gas Asam Nitrat Bocor di Cilegon, BRIN Imbau untuk Cepat Dinetralkan
Gas Asam Nitrat Bocor di Cilegon, BRIN Imbau untuk Cepat Dinetralkan
Pemerintah
Di Balik Asap Pembakaran Sampah, Ada Masalah Sosial yang Tak Sederhana
Di Balik Asap Pembakaran Sampah, Ada Masalah Sosial yang Tak Sederhana
LSM/Figur
Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Buru Pelaku
Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Buru Pelaku
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau