Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Belum Siap Hadapi Perubahan Iklim

Kompas.com, 21 Oktober 2024, 19:16 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Laporan dari Climate X menemukan sebagian besar bank global terkemuka tidak siap menghadapi gangguan terkait iklim.

Studi dari perusahaan analisis data risiko iklim tersebut menilai 50 bank komersial terkemuka dunia terkait kemampuan mereka beradaptasi dengan perubahan iklim.

Temuan studi menunjukkan 88 persen bank-bank tersebut kurang siap dalam operasi dan bisnis yang mereka dukung terhadap kesulitan iklim.

Baca juga: Solusi Perubahan Iklim Tak Selalu Baik untuk Keanekaragaman Hayati

Mengutip Sustainability Magazine, Senin (21/10/2024) laporan berjudul ‘The Top 50 Banks in the World Tackling Adaptation (2024)’ ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di industri keuangan atas dampak perubahan iklim, mulai dari bencana cuaca hingga perubahan lingkungan progresif, yang semuanya memerlukan respons yang kohesif dan tangguh dari sektor perbankan.

Mengkaji Temuan

Temuan tersebut mengungkap adanya kesenjangan geografis yang jelas dalam komitmen bank terhadap adaptasi iklim.

Bank-bank yang berbasis di Eropa dan Inggris telah menunjukkan kinerja yang unggul, sebagian besar karena tuntutan regulasi yang lebih ketat, melampaui bank-bank di Amerika Utara dan Australia.

Sebaliknya, bank-bank Amerika tertinggal secara signifikan.

“Adaptasi iklim bukan lagi pilihan bagi sektor keuangan, ini adalah suatu keharusan. Peringkat kami menunjukkan bahwa sementara beberapa bank mulai mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia yang lebih panas dan lebih tidak stabil, mayoritas masih harus menempuh jalan panjang,” ungkap Lukky Ahmed, CEO Climate X.

Lebih lanjut, pendekatan inovatif studi ini menggunakan 17 indikator kualitatif yang dikategorikan dalam penyelarasan strategis, implementasi adaptasi, dan pemantauan kemajuan.

"Metodologi yang kami gunakan memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana bank-bank ini maju dalam upaya adaptasi mereka. Namun, metodologi ini juga mengungkap kesenjangan yang signifikan dalam transparansi dan tindakan," terang Kamil Kluza, COO Climate X.

Pasalnya,  sebagian besar bank tidak menetapkan metrik dampak adaptasi  dan hanya sedikit yang memiliki strategi pinjaman yang jelas yang mendukung masyarakat dan bisnis yang terkena bencana terkait iklim.

Baca juga: Studi Sebut 8 dari 10 Orang di Dunia Terdampak Perubahan Iklim

Peran Penting Bank dalam Adaptasi Iklim

Seiring meningkatnya ancaman iklim, bank memainkan peran yang semakin penting dalam mendanai ketahanan dan adaptasi.

Meskipun secara historis berfokus pada mitigasi, adaptasi sangat penting untuk melindungi ekonomi terhadap dampak perubahan iklim yang tak terelakkan.

Laporan ini menekankan pentingnya bank melangkah maju sebagai pemimpin dalam pembiayaan adaptasi, terutama karena beban ekonomi dari ketidakaktifan iklim melonjak.

Hal ini tidak hanya mencakup penilaian risiko iklim mereka tetapi juga menciptakan produk dan layanan keuangan untuk mendukung ketahanan ekonomi.

“Sangat penting bagi bank untuk memasukkan adaptasi ke dalam proses pengambilan keputusan strategis mereka dan mengembangkan produk serta layanan yang mendukung ketahanan. Semakin lama mereka menunda, semakin parah konsekuensinya, tidak hanya bagi mereka, tetapi juga bagi seluruh perekonomian,” tambah Lukky.

sumber https://sustainabilitymag.com/articles/climate-x-reveals-banks-climate-adaptation-shortfall

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
 Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim
Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim
Pemerintah
IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
Pemerintah
Peta Risiko Penyakit Menular Lewat Air Bergeser akibat Perubahan Iklim
Peta Risiko Penyakit Menular Lewat Air Bergeser akibat Perubahan Iklim
LSM/Figur
Pasar Hijau Tembus Rp179,77 Kuadriliun, Asia Makin Dominan
Pasar Hijau Tembus Rp179,77 Kuadriliun, Asia Makin Dominan
Pemerintah
Pertamina Usul Blending SAF 1 Persen Rute Jakarta-Bali, Jaga Keseimbangan Emisi dan Harga Tiket Pesawat
Pertamina Usul Blending SAF 1 Persen Rute Jakarta-Bali, Jaga Keseimbangan Emisi dan Harga Tiket Pesawat
BUMN
Angka Vaksinasi Naik Tipis, Jutaan Anak Masih Belum Terlindungi
Angka Vaksinasi Naik Tipis, Jutaan Anak Masih Belum Terlindungi
Pemerintah
Samator Lanjutkan Revitalisasi Sungai Jagir, Targetkan Penataan Sepanjang 775 Meter
Samator Lanjutkan Revitalisasi Sungai Jagir, Targetkan Penataan Sepanjang 775 Meter
Swasta
PalmCo Dorong Pemerintah Perjelas Batas Kawasan Hutan untuk Beri Kepastian Hukum
PalmCo Dorong Pemerintah Perjelas Batas Kawasan Hutan untuk Beri Kepastian Hukum
BUMN
Emisi Melejit, Bakteri Pemakan Metana Kewalahan
Emisi Melejit, Bakteri Pemakan Metana Kewalahan
LSM/Figur
UE Tindak Tegas 27 Negara Anggota Soal Aturan Bangunan Ramah Lingkungan
UE Tindak Tegas 27 Negara Anggota Soal Aturan Bangunan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Emisi Perjalanan Penonton Piala Dunia Jauh Lebih Tinggi Dibanding Acaranya
Emisi Perjalanan Penonton Piala Dunia Jauh Lebih Tinggi Dibanding Acaranya
Pemerintah
Studi: Kebakaran Hutan Kanada Bikin Puluhan Spesies Burung di New York Lebih Sulit Ditemukan
Studi: Kebakaran Hutan Kanada Bikin Puluhan Spesies Burung di New York Lebih Sulit Ditemukan
LSM/Figur
ITB Kembangkan Pepton dari Maggot untuk Kurangi Ketergantungan Impor
ITB Kembangkan Pepton dari Maggot untuk Kurangi Ketergantungan Impor
LSM/Figur
Kebijakan Perlindungan Tanah Terbukti Sehatkan Lahan Pertanian
Kebijakan Perlindungan Tanah Terbukti Sehatkan Lahan Pertanian
Pemerintah
El Nino Bukan Vonis Kekeringan
El Nino Bukan Vonis Kekeringan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau