Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Transformasi Pendidikan, Dahua Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan Akademisi

Kompas.com, 3 Desember 2024, 19:28 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com – Dahua Indonesia memperkuat kolaborasinya dengan Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) dalam Seminar Nasional dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) bertema “Co-Creating the Digital Intellectual Education of the Future”. Acara ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademis dan industri dalam membentuk masa depan pendidikan digital di Indonesia.

Seminar dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Wamendikti Ristek) Prof Dr Fauzan M. PD serta Staf Ahli Menteri Perindustrian Ignatius Warsito. Keduanya menyoroti peran transformasi digital dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Indonesia.

Fauzan menyatakan bahwa seminar tersebut menjadi langkah awal penting bagi para dosen untuk menyamakan visi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Jembatani Keterbatasan lewat Kesetaraan Pendidikan, MMSGI Bantu Akses Pendidikan di Desa-desa Kaltim

"Dengan pemberdayaan dan pengembangan SDM, perguruan tinggi tidak hanya sekadar mengurangi pengangguran, tapi juga terkait ketahanan pangan, swasembada energi, dan lain sebagainya," ujar Fauzan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (3/12/2024).

Ia juga mengajak para dosen agar inovatif, adaptif, dan inklusif untuk mengikuti perkembangan zaman.

Kolaborasi tersebut turut didukung oleh para pemimpin pendidikan, seperti Ketua Forum Rektor Indonesia Prof Nur Hasan MKes, dan Wasekjen APTIKOM sekaligus Rektor Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur Pangkal Pinang Prof Dr Ir Wendi Usino. Mereka menegaskan pentingnya sinergi antara industri dan akademisi untuk mendorong lanskap pendidikan yang lebih maju.

Country Director PT Dahua Vision Technology Indonesia Royce Ouyang menyampaikan komitmen Dahua dalam transformasi pendidikan di Indonesia melalui inovasi teknologi.

"Melalui corporate social responsibility (CSR), kami bekerja sama dengan sejumlah universitas, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan perguruan tinggi negeri lainnya untuk pengembangan pendidikan di Indonesia dengan membuat smart classroom berbasis AI," kata Royce.

Lewat acara tersebut, Dahua mempresentasikan solusi teknologi, seperti smart interactive board, ruang kelas pintar, serta sistem manajemen data digital yang dapat meningkatkan pengalaman belajar-mengajar dan efisiensi administrasi pendidikan.

Selain itu, Dahua memberikan hibah berupa smart interactive board kepada ADI sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung modernisasi pendidikan.

Seminar turut dihadiri perwakilan dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia, termasuk UGM, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Atma Luhur, dan Universitas Insan Cita Indonesia (UICI). Partisipasi aktif mereka menciptakan ruang diskusi yang kaya ide dan peluang kolaborasi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Beasiswa untuk Masyarakat yang Mau Transmigrasi

“Kolaborasi seperti ini menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Transformasi digital bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan,” ujar Fauzan

Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan akademisi, institusi pendidikan, dan industri, Dahua Indonesia berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, terhubung, dan efisien. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem pendidikan Indonesia agar relevan dengan kebutuhan masa depan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Satu Abad Panas Bumi Indonesia, Pemanfaatannya Didorong Tak Lagi Sekadar untuk Listrik
Satu Abad Panas Bumi Indonesia, Pemanfaatannya Didorong Tak Lagi Sekadar untuk Listrik
BUMN
IPB: Dana Desa Diproyeksikan Menurun, Desa Berpotensi Kehilangan Kesempatan Membangun
IPB: Dana Desa Diproyeksikan Menurun, Desa Berpotensi Kehilangan Kesempatan Membangun
LSM/Figur
65,5 Persen Kepala Keluarga Perempuan Tanpa Bansos Terancam Kenaikan Muka Air Laut
65,5 Persen Kepala Keluarga Perempuan Tanpa Bansos Terancam Kenaikan Muka Air Laut
Pemerintah
Warga Lereng Gunung Lewotobi Dapat Akses Air Bersih dari Pembangunan Sumur Bor
Warga Lereng Gunung Lewotobi Dapat Akses Air Bersih dari Pembangunan Sumur Bor
Swasta
Pemerintah Percepat Pipanisasi Air Bersih untuk Tekan Penurunan Muka Tanah
Pemerintah Percepat Pipanisasi Air Bersih untuk Tekan Penurunan Muka Tanah
Pemerintah
AHY: Giant Sea Wall Tak Akan Efektif Tanpa Mitigasi Penurunan Muka Tanah
AHY: Giant Sea Wall Tak Akan Efektif Tanpa Mitigasi Penurunan Muka Tanah
Pemerintah
Bappenas: Krisis Iklim Bisa Ancam  Kedaulatan Negara
Bappenas: Krisis Iklim Bisa Ancam Kedaulatan Negara
Pemerintah
Perubahan Iklim Bisa Bikin Tagihan Air Kota Naik Dua Kali Lipat
Perubahan Iklim Bisa Bikin Tagihan Air Kota Naik Dua Kali Lipat
Pemerintah
Negara Berkembang Habiskan Uang untuk Bayar Utang ketimbang Pendidikan
Negara Berkembang Habiskan Uang untuk Bayar Utang ketimbang Pendidikan
Pemerintah
Penuaan Biologis yang Lebih Cepat Picu Kanker di Usia Muda
Penuaan Biologis yang Lebih Cepat Picu Kanker di Usia Muda
Pemerintah
Dampak Pemanasan Samudra, Ukuran Hewan Laut Terus Mengecil
Dampak Pemanasan Samudra, Ukuran Hewan Laut Terus Mengecil
Pemerintah
Pulihkan Lahan Rusak akibat Banjir, Warga Desa Pulu Sulap Sereh Wangi Jadi Sumber Penghasilan
Pulihkan Lahan Rusak akibat Banjir, Warga Desa Pulu Sulap Sereh Wangi Jadi Sumber Penghasilan
LSM/Figur
AI Bisa Modernisasi Perdagangan Asia-Pasifik, Tapi Adopsi Belum Merata
AI Bisa Modernisasi Perdagangan Asia-Pasifik, Tapi Adopsi Belum Merata
Pemerintah
Negara Asia-Pasifik Sepakati Peta Jalan Baru Atasi Krisis Iklim
Negara Asia-Pasifik Sepakati Peta Jalan Baru Atasi Krisis Iklim
Pemerintah
Paus Abu-Abu di Samudra Pasifik Terancam Punah Akibat Kelaparan Massal
Paus Abu-Abu di Samudra Pasifik Terancam Punah Akibat Kelaparan Massal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau