Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Formula 1 Eropa Mendukung Keberlanjutan?

Kompas.com, 14 Mei 2025, 17:40 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Langkah Formula 1 Eropa untuk mendukung keberlanjutan terus diupayakan. Salah satunya adalah bekerja sama dengan Aggreko, yang telah ditetapkan sebagai Penyedia Solusi Tenaga Listrik Sementara untuk Formula 1 Eropa.

Kerjasama itu meliputi penggunaan Greener Upgrades, serangkaian solusi yang ditawarkan oleh perusahaan Aggreko termasuk tenaga surya fotovoltaik, dan bahan bakar nabati terhidrogenasi (HVO) untuk menyediakan tenaga listrik yang lebih berkelanjutan untuk Grand Prix Eropa hingga 2031.

Solusi energi rendah karbon dari Aggreko tidak hanya akan mendukung kebutuhan listrik di area paddock, tetapi juga akan memasok daya untuk International Broadcast Compound (pusat penyiaran internasional F1).

Penggunaan solusi energi rendah karbon ini adalah bagian dari rencana Formula 1 untuk menghilangkan lebih banyak emisi karbon dari atmosfer daripada yang mereka hasilkan pada tahun 2030.

Baca juga: Kanselir Jerman Desak Uni Eropa Cabut Aturan Keberlanjutan CSDDD

“Dengan dukungan Aggreko, Formula 1 mengambil langkah lebih jauh untuk mengurangi emisi di Paddock," kata Ellen Jones, Kepala ESG Formula 1, dikutip dari Sustainability Magazine, Rabu (14/5/2025).

“Solusi daya rendah karbon akan diterapkan di seluruh acara Eropa kami tahun ini dan akan semakin mendukung upaya kami untuk mencapai Net Zero pada tahun 2030," paparnya lagi.

Robert Wells, Presiden dan Kepala Acara Eropa Aggreko, menambahkan solusi khusus menggunakan teknologi Greener Upgrades dapat membantu mencapai tujuan ESG dalam lingkungan Formula 1, yang dianggap sebagai ujian kinerja tertinggi.

Ia pun percaya bahwa kemitraan ini akan menjadi contoh yang cemerlang bagi penyelenggara acara-acara besar lainnya di seluruh dunia.

Aggreko pun berharap penyelenggara lain dapat belajar dari pendekatan progresif Formula 1 dalam mengurangi emisi dan terinspirasi untuk mempercepat perubahan menuju praktik yang lebih berkelanjutan dalam operasional acara mereka.

Kemitraan F1 dengan Aggreko merupakan kelanjutan dari kolaborasi sukses yang dimulai dengan proyek percontohan di Grand Prix Austria 2023.

Baca juga: UMKM Terkendala Laporan Keberlanjutan, dari Bimbingan hingga Regulasi

Didorong oleh keberhasilannya, sistem tersebut diuji lebih lanjut di Red Bull Ring dan Grand Prix Hungaria 2024.

Pengurangan emisi karbon yang konsisten di ajang ini memperkuat rencana untuk menerapkan sistem tenaga terpusat ini di semua Grand Prix Eropa mulai tahun 2025.

Sistem penyediaan energi yang akan diterapkan oleh Aggreko dengan solusi Greener Upgrades menghilangkan kebutuhan bagi setiap tim balap dan pihak terkait lainnya seperti media, vendor, dll untuk membawa generator listrik mereka sendiri.

F1 sendiri telah berjanji untuk mencapai nol emisi pada tahun 2030, dengan berfokus pada pengurangan emisi dari perjalanan, logistik, dan penggunaan energi.

Transisi ke sumber energi terbarukan di ajang balap merupakan bagian penting dari strategi ini, dengan lebih dari 75 persen promotor kini menggunakan tenaga hijau.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis
LSM/Figur
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
Memilah Berulang Jadi Kesulitan Para Ibu Pengelola Sampah
LSM/Figur
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
ASN di Bekasi Bisa Berhemat BBM sejak Kebijakan WFH
Pemerintah
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Meleset dari Janji, Emisi Karbon Penerbangan Eropa Malah Melonjak Tinggi
Pemerintah
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar
Pemerintah
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
Tukang Sampah dan Warga di Daerah Langganan Banjir Paling Berisiko Terinfeksi Hantavirus
LSM/Figur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Perubahan Iklim Jadi Risiko Bisnis, Dunia Usaha Didorong Lakukan Mitigasi Secara Terukur
Pemerintah
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Perusahaan Raksasa Dunia Ramai-ramai PHK Karyawan, Ada Meta dan Amazon
Swasta
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
PBB: Kekerasan Online Terhadap Perempuan di Ranah Publik Semakin Canggih
Pemerintah
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
WHO Selidiki Risiko Hantavirus Menular Antar Manusia, Apakah Mengulang Pandemi Covid-19?
LSM/Figur
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
Danantara Dinilai Mampu Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pekerja Migran Indonesia di Jepang Perkuat Jejaring Lewat Pentas Budaya
Pemerintah
Praktik 'Open Dumping' Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
Praktik "Open Dumping" Masih Marak Terjadi Imbas Minimnya Anggaran Daerah
LSM/Figur
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Kampanye Tahun Petani Perempuan, Tingkatkan Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Iklim
Pemerintah
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau