JAKARTA, KOMPAS.com - Rani Mei Lestari, menjadi satu dari 35 pemenang ajang penghargaan SisBerdaya & DisBerdaya yang digelar DANA dan Ant International, Kamis (7/8/2025). Memakai pakaian berkelir merah, dia tampak berseri ketika menyabet juara 3 kategori DisBerdaya.
Kepada Kompas.com, Rani bercerita bahwa inovasi yang diikutsertakan pada ajang tersebut ialah bisnis laundry yang dijalankannya. Laundry ini mempekerjakan empat penyandang disabilitas.
"Banyak penyandang disabilitas yang sulit mendapatkan pekerjaan formal, dan kebetulan kami berada di kawasan industri Kabupaten Bekasi Cikarang. Masalah yang selanjutnya adalah banyak sekali di sana pekerja yang sangat membutuhkan bantuan mencuci," kata Rani di Jakarta Pusat.
Baca juga: Bus Makin Modern tetapi Belum Inklusif, Perempuan dan Disabilitas Terpinggirkan
Dari sanalah, ia mulai membuka bisnis laundry Disabilitas Produktif dan Mandiri (Disproman) sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk memberdayakan disabilitas. Mereka mencuci, menjemur, hingga menyetrika pakaian milik pelanggan.
"Kami memberikan pelatihan juga buat teman-teman sebelum mereka terjun ke lepangan pekerjaannya," jelas dia.
Sejauh ini, Rani memiliki satu cabang laundry saja. Karenanya, dia ingin membuka cabang lain sehingga bisa melibatkan lebih banyak penyandang disabilitas.
"Di Kabupaten Bekasi ada 23 kecamatan, big dream kami adalah setiap kecamatan bisa membuka satu cabang. Sehingga kesempatan pekerjaan buat penyandang disabilitas di setiap kecamatan makin merata," tutur Rani.
Laundry Disproman beridiri mulanya dari kecelakaan lalu lintas yang menimpa Rani. Insiden itu menyebabkan dirinya harus beraktivitas menggunakan kursi roda.
Baca juga: Libatkan Disabilitas, Rework2Relove Sulap Limbah Tekstil Jadi Barang Bernilai
Akhirnya, dia bangkit dan membina beberapa penyandang disabilitas melalui Himpunan Wanita Penyandang Disabilitas Indonesia. Kendati demikian, bisnisnya itu sulit mendapatkan pendanaan.
"Kami berusaha mencari solusinya dengan bermitra ada sebagiannya yang kemudian cukup mendukung kami, salah satunya Baznas Kabupaten Bekasi. Disproman Laundry dibantu pendiriannya," ucap Rani.
Adapun hadiah dari SisBerdaya & DisBerdaya rencananya akan digunakan untuk membeli sepeda listrik roda tiga sebagai layanan antar jemput Laundry.
DANA mengumumkan 35 pemenang UMKM yang menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi, khususnya AI, mampu meningkatkan produktivitas, efektivitas, serta keberlanjutan bisnis mereka.
CEO dan Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menyampaikan SisBerdaya menarik lebih dari 5.000 peserta. Angkanya meningkat 176 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sedangkan, peserta kategori DisBerdaya empat kali lipat lebih banyak dibanding 2024, dengan lebih dari 100 peserta perempuan penyandang disabilitas antusias mengikuti program ini.
“Penganugerahaan SisBerdaya dan DisBerdaya 2025, bukan hanya selebrasi dan kompetisi semata melainkan momentum penting untuk mengakui dan mendukung terus UMKM perempuan sebagai bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia," ungkap Vince.
"Kita semua tahu bahwa 64 persen pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Mereka yang bekerja keras dari dalam dapur atau mungkin warung kecil di depan rumahnya, mencoba membantu stabilitas ekonomi keluarganya," imbuh dia.
Baca juga: Bikin Rendang Teri, UMKM Asal Riau Sabet Juara 1 SisBerdaya & DisBerdaya DANA
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya