Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Rani, Penyandang Disabilitas yang Pekerjakan Sesama di Bisnis Laundry

Kompas.com, 8 Agustus 2025, 11:26 WIB
Add on Google
Zintan Prihatini,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Rani Mei Lestari, menjadi satu dari 35 pemenang ajang penghargaan SisBerdaya & DisBerdaya yang digelar DANA dan Ant International, Kamis (7/8/2025). Memakai pakaian berkelir merah, dia tampak berseri ketika menyabet juara 3 kategori DisBerdaya.

Kepada Kompas.com, Rani bercerita bahwa inovasi yang diikutsertakan pada ajang tersebut ialah bisnis laundry yang dijalankannya. Laundry ini mempekerjakan empat penyandang disabilitas.

"Banyak penyandang disabilitas yang sulit mendapatkan pekerjaan formal, dan kebetulan kami berada di kawasan industri Kabupaten Bekasi Cikarang. Masalah yang selanjutnya adalah banyak sekali di sana pekerja yang sangat membutuhkan bantuan mencuci," kata Rani di Jakarta Pusat.

Baca juga: Bus Makin Modern tetapi Belum Inklusif, Perempuan dan Disabilitas Terpinggirkan

Dari sanalah, ia mulai membuka bisnis laundry Disabilitas Produktif dan Mandiri (Disproman) sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk memberdayakan disabilitas. Mereka mencuci, menjemur, hingga menyetrika pakaian milik pelanggan.

"Kami memberikan pelatihan juga buat teman-teman sebelum mereka terjun ke lepangan pekerjaannya," jelas dia.

Sejauh ini, Rani memiliki satu cabang laundry saja. Karenanya, dia ingin membuka cabang lain sehingga bisa melibatkan lebih banyak penyandang disabilitas.

"Di Kabupaten Bekasi ada 23 kecamatan, big dream kami adalah setiap kecamatan bisa membuka satu cabang. Sehingga kesempatan pekerjaan buat penyandang disabilitas di setiap kecamatan makin merata," tutur Rani.

Awal Mula

Laundry Disproman beridiri mulanya dari kecelakaan lalu lintas yang menimpa Rani. Insiden itu menyebabkan dirinya harus beraktivitas menggunakan kursi roda.

Baca juga: Libatkan Disabilitas, Rework2Relove Sulap Limbah Tekstil Jadi Barang Bernilai

Akhirnya, dia bangkit dan membina beberapa penyandang disabilitas melalui Himpunan Wanita Penyandang Disabilitas Indonesia. Kendati demikian, bisnisnya itu sulit mendapatkan pendanaan.

"Kami berusaha mencari solusinya dengan bermitra ada sebagiannya yang kemudian cukup mendukung kami, salah satunya Baznas Kabupaten Bekasi. Disproman Laundry dibantu pendiriannya," ucap Rani.

Adapun hadiah dari SisBerdaya & DisBerdaya rencananya akan digunakan untuk membeli sepeda listrik roda tiga sebagai layanan antar jemput Laundry.

DANA mengumumkan 35 pemenang UMKM yang menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi, khususnya AI, mampu meningkatkan produktivitas, efektivitas, serta keberlanjutan bisnis mereka.

CEO dan Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menyampaikan SisBerdaya menarik lebih dari 5.000 peserta. Angkanya meningkat 176 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan, peserta kategori DisBerdaya empat kali lipat lebih banyak dibanding 2024, dengan lebih dari 100 peserta perempuan penyandang disabilitas antusias mengikuti program ini.

“Penganugerahaan SisBerdaya dan DisBerdaya 2025, bukan hanya selebrasi dan kompetisi semata melainkan momentum penting untuk mengakui dan mendukung terus UMKM perempuan sebagai bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia," ungkap Vince.

"Kita semua tahu bahwa 64 persen pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Mereka yang bekerja keras dari dalam dapur atau mungkin warung kecil di depan rumahnya, mencoba membantu stabilitas ekonomi keluarganya," imbuh dia.

Baca juga: Bikin Rendang Teri, UMKM Asal Riau Sabet Juara 1 SisBerdaya & DisBerdaya DANA

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Total Denda Emisi Karbon Selama 2025 Capai Rp1.897 Triliun
Total Denda Emisi Karbon Selama 2025 Capai Rp1.897 Triliun
Pemerintah
Blackout Berulang Jadi Pertanda Bahaya Sistem Listrik yang Terpusat
Blackout Berulang Jadi Pertanda Bahaya Sistem Listrik yang Terpusat
LSM/Figur
Ekonom: Tata Kelola dan Komunikasi Jadi Penentu Keberhasilan PT DSI
Ekonom: Tata Kelola dan Komunikasi Jadi Penentu Keberhasilan PT DSI
Pemerintah
Blackout Massal di Sumatera, IESR Desak Investigasi Akar Masalahnya
Blackout Massal di Sumatera, IESR Desak Investigasi Akar Masalahnya
LSM/Figur
Krisis Iklim Perburuk Risiko Penyebaran Hantavirus
Krisis Iklim Perburuk Risiko Penyebaran Hantavirus
LSM/Figur
Warga Dunia Makin Susah Punya Rumah, Afrika Paling Terdampak
Warga Dunia Makin Susah Punya Rumah, Afrika Paling Terdampak
Pemerintah
Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan Meningkat, Amplop Pengiriman Jadi Tren
Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan Meningkat, Amplop Pengiriman Jadi Tren
Pemerintah
Ekspansi Produk, OVOC IPB University Gandeng Syamille Agro Farm Malaysia
Ekspansi Produk, OVOC IPB University Gandeng Syamille Agro Farm Malaysia
Pemerintah
Permintaan Tinggi Picu Perburuan Liar Kura-kura Sulcata dari Afrika ke Indonesia
Permintaan Tinggi Picu Perburuan Liar Kura-kura Sulcata dari Afrika ke Indonesia
LSM/Figur
Seragam dan Bangunan Sekolah di Malaysia Diarahkan Adaptif Krisis Iklim
Seragam dan Bangunan Sekolah di Malaysia Diarahkan Adaptif Krisis Iklim
Pemerintah
Studi: Emisi GRK dari Sawah Hampir Dua Kali Lipat sejak 1960-an
Studi: Emisi GRK dari Sawah Hampir Dua Kali Lipat sejak 1960-an
LSM/Figur
Mencairnya Es di Artik Lepas Polusi dan Bisa Hancurkan Warisan Budaya
Mencairnya Es di Artik Lepas Polusi dan Bisa Hancurkan Warisan Budaya
LSM/Figur
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik
LSM/Figur
Badan Ekspor Danantara Dinilai Berpotensi Hambat Transisi Energi
Badan Ekspor Danantara Dinilai Berpotensi Hambat Transisi Energi
LSM/Figur
Kemenhut dan UNDP Akselerasi Perdagangan Karbon di Kawasan IAD Garut
Kemenhut dan UNDP Akselerasi Perdagangan Karbon di Kawasan IAD Garut
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau