Penulis
Melalui program ini, penduduk Desa Bakti BCA menanam 50.581 bibit tanaman dan memperoleh hasil panen setara dengan Rp86,6 juta atau 50 persen anggaran belanja sayur.
Tak hanya itu, program ini juga berhasil mengurangi limbah desa melalui pengelolaan 66,8 ton sampah organik dan 814,8 kg sampah anorganik menjadi media tanam dan pupuk alami.
“Kami melihat potensi yang besar untuk mengembangkan Wirawisata Goa Pindul sebagai destinasi wisata dengan prinsip-prinsip berkelanjutan," ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Dikembangkan di Tiga Desa Wisata, Seperti Apa Bentuknya?
Program ini menggabungkan kolaborasi lintas sektor antara ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pariwisata.
"Rumah Pangan Hidup tidak hanya menjawab tantangan keberlangsungan hidup masyarakat Goa Pindul, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya roda ekonomi baru, termasuk wisata edukasi dan agrowisata yang dapat memperkuat ekosistem desa,” pungkasnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya