Musim panas ini, asap dari kebakaran Kanada melintasi Atlantik dua kali, memengaruhi langit di Eropa Barat dari tanggal 5–7 Agustus dan di Eropa Tengah dan Selatan pada akhir Juni.
“Panas ekstrem terkadang disebut sebagai pembunuh diam-diam, tetapi dengan sains, data, dan teknologi saat ini, diam bukan lagi alasan. Setiap kematian akibat panas ekstrem dapat dicegah,” kata Wakil Sekretaris Jenderal WMO, Ko Barrett.
WMO kini sedang berupaya memperkuat sistem peringatan dini panas di bawah inisiatif Peringatan Dini untuk Semua (Early Warnings for All).
Bekerja sama dengan mitra global dan lokal, WMO juga membantu negara-negara menyusun rencana aksi panas-kesehatan dan memastikan populasi yang berisiko menerima peringatan tepat waktu.
Baca juga: Panas Ekstrem Serang Mental Remaja, Picu Depresi dan Kecemasan
WMO juga menjadi salah satu dari sepuluh badan PBB yang mendukung Seruan Aksi Sekretaris Jenderal PBB tentang Panas Ekstrem (Secretary-General’s Call to Action on Extreme Heat).
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerja sama global dalam mengurangi dampak panas melalui kebijakan ekonomi dan sosial.
Fokus utamanya adalah membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri, sesuai dengan Perjanjian Paris 2015.
Berdasarkan perkiraan dari WMO dan Organisasi Kesehatan Dunia, jika sistem peringatan dini kesehatan terkait panas ditingkatkan di 57 negara saja, hal itu bisa menyelamatkan hampir 100.000 nyawa setiap tahunnya.
“Jaringan kami menghubungkan sains, kebijakan, dan aksi agar tidak ada komunitas yang tertinggal dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim yang akan terus memperburuk panas ekstrem di tahun-tahun mendatang,” ujar Joy Shumake-Guillemot, pimpinan Program Gabungan Iklim dan Kesehatan WHO-WMO dan salah satu pimpinan Jaringan Informasi Panas-Kesehatan Global (GHHIN).
“Ini bukan sekadar masalah iklim, ini darurat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Baca juga: Suhu Ekstrem Jadi Isu, FIFA Diminta Sesuaikan Jadwal Piala Dunia
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya