KOMPAS.com - Ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang belum merata dikeluhkan banyak pengguna mobil listrik di Indonesia.
Berdasarkan hasil survei 'Potensi dan Tantangan Mobil Listrik di Indonesia dari Persepsi Pengguna' dari agensi public relations dan public affair, Praxis, sebesar 23 persen responden menyarankan peningkatan SPKLU secara kuantitas maupun kualitas.
"Data spesifik menunjukkan SPKLU masih menjadi saran terbesar yang perlu untuk segera diperbaiki," ujar Head of Research Praxis, Garda Maharsi, di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Survei itu juga menyebut, SPKLU resmi menjadi lokasi pengisian daya baterai di luar rumah paling digemari responden atau sebesar 42 persen. Sisanya, responden mengisi daya baterai mobil listriknya di tempat kerja sebesar 40 persen; mal 9 persen; charging station dealer 4 persen; serta pom bensin/rest area 5 persen.
Temuan survei itu mengungkap, sebesar 57 persen responden menyebut lokasi SPKLU terdekat berada dalam radius 3-5 kilometer dari rumah. Survei dari Praxis ini digelar dari 7 Februari hingga 7 Juli 2025 dengan melibatkan 1.200 pengguna mobil listrik dari 20 merek berbeda di 12 kota besar di Indonesia.
Baca juga: Hanya Sedikit Orang Indonesia Beli Mobil Listrik Demi Atasi Perubahan Iklim
Menanggapi hal itu, Vice President Teknologi dan Inkubasi Produk Niaga PT PLN, Nuraida Puspitasari mengatakan, perusahaannya terus berupaya memperluas jaringan SPKLU dan menambah fasilitasnya untuk mendukung pertumbuhan pengguna mobil listrik di Indonesia.
PLN saat ini sudah membangun sekitar 4.100 SPKLU dari total target 5.000 untuk tahun 2025. PLN mempertimbangkan jumlah pengguna mobil listrik dalam pembangunan SPKLU di suatu daerah. Untuk daerah-daerah agak pelosok, PLN menyediakan SPKLU di kantor-kantornya.
Sedangkan daerah-daerah padat, khususnya Jakarta yang banyak pengguna mobil listriknya, permasalahan yang dihadapi PLN adalah keterbatasan lahan. PLN menyiasati masalah keterbatasan lahan dengan menggandeng berbagai mitra.
"Jadi, memang kami masih mencoba mencari metode yang pas untuk memperluas ketersediaan SPKLU ini," tutur Nuraida.
Selain itu, PLN akan meluncurkan SPKLU Center dengan kapasitas 10 hingga 20 slot sekaligus. Beberapa SPKLU Center akan hadir mulai Agustus 2025, lengkap dengan fasilitas tambahan seperti ruang tunggu nyaman bagi pengguna.
Setiap SPKLU Center akan dilengkapi charger berstandar minimal fast charger 50 kW ke atas. Namun, juga tetap menyediakan charger AC untuk mengakomodasi berbagai jenis kendaraan listrik.
“Jadi ketika teman-teman nunggu, enggak digigit nyamuk gitu. Nonton beberapa film,” ucapnya.
Baca juga: PLN Siapkan SPKLU Besar, Bisa Tampung 20 Mobil Listrik
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya