KOMPAS.com – PLN menyiapkan gebrakan baru untuk mendukung lonjakan kendaraan listrik di Indonesia.
Perusahaan listrik negara ini akan meluncurkan SPKLU Center atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum dengan kapasitas lebih besar, menyediakan 10 hingga 20 slot sekaligus.
Beberapa SPKLU Center akan hadir mulai Agustus 2025, lengkap dengan fasilitas tambahan seperti ruang tunggu nyaman bagi pengguna.
“Jadi ketika teman-teman nunggu, enggak digigit nyamuk gitu. Nonton beberapa film,” ujar Vice President Teknologi dan Inkubasi Produk Niaga PT PLN, Nuraida Puspita, dalam diskusi di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Setiap SPKLU Center akan dilengkapi charger berstandar minimal fast charger 50 kW ke atas, namun tetap menyediakan charger AC untuk mengakomodasi berbagai jenis kendaraan listrik.
Nuraida menegaskan, langkah ini membutuhkan sokongan penuh pemerintah — dari kebijakan hingga penetapan tarif yang adil bagi pengguna.
“Kami butuh dukungan pemerintah untuk menyiapkan kebijakan ke depan seperti apa, kemudian bagaimana tarif yang adil untuk pengguna SPKLU,” tuturnya.
Baca juga: Mobil Listrik Hasilkan Emisi 73 Persen Lebih Rendah, Bantu Capai Target Iklim
Selain membangun SPKLU Center, PLN juga memperluas jaringan di daerah yang belum banyak memiliki mobil listrik. Untuk wilayah seperti ini, stasiun akan ditempatkan di kantor-kantor PLN, baik dengan fasilitas standar maupun fast charging.
Tantangan terbesar, kata Nuraida, ada pada penyediaan lahan, terutama di kota padat seperti Jakarta. Karena itu, PLN akan menggandeng mitra untuk menghadirkan lokasi SPKLU yang strategis.
Saat ini, rasio SPKLU rata-rata di Indonesia adalah 1:25. Di Jawa, rasionya bisa lebih tinggi, 1:30, sementara di daerah lain bisa 1:20.
Baca juga: Narasi Hijau Palsu: Dampak Nyata Tambang Nikel di Balik Mobil Listrik
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya