JAKARTA, KOMPAS.com - Utusan Khusus Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, mengungkapkan jumlah spesies hewan dan tumbuhan turun hingga 85 persen selama 50 tahun terakhir. Apabila tren kerusakan terus berlanjut, diprediksi kualitas ekosistem danau bakal menurun 20 persen di 2050.
"Danau sebagai ekosistem air secara signifikan mengalami penurunan kualitas. Spesies hewan dan tanaman yang ada di dano telah menurun sebanyak 85 persen sejak 50 tahun yang lalu," kata Retno dalam Rakornas Penyelamatan Danau Indonesia di Jakarta Selatan, Rabu (1/10/2025).
Peringatan Hari Danau Sedunia dinilai sebagai waktu yang tepat sekaligus menjadi pengingat banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Dia lantas mendorong langkah yang tepat dan sesegera mungkin untuk menjaga ekosistem danau di Indonesia.
Baca juga: Kakatua Tanimbar, Spesies Cerdas Asal Maluku yang Populasinya Kian Terancam
"Data mencatat bahwa danau menampung 87 persen pasokan air bersih dunia, sebagai solusi bagi upaya perlindungan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati, ini juga merupakan fungsi strategis danau," tutur dia.
Retno lalu menegaskan, evaluasi menyeluruh terhadap langkah-langkah perlindungan danau harus diprioritaskan. Penetapan Hari Danau Sedunia juga sebagai pengakuan bahwa danau berperan penting sebagai penunjang kesejahteraan manusia dari aspek energi, pangan, maupun kesehatan.
"Resolusi PBB tentang penetapan Hari Danau Dunia menekankan pentingnya pengakuan terhadap danau, dalam upaya pengelolaan sumber daya air dan lingkungan yang berkelanjutan," sebut dia.
Ketahanan air merupakan salah satu prioritas kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini sejalan dengan komitmen presiden di Majelis Umum PBB pada 23 September lalu terkait ancaman ketahanan pangan, energi, dan air yang membayangi banyak negara.
Baca juga: Laporan WMO: Sumber Air Dunia Terancam, Kekeringan dan Banjir Kian Parah
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengakui masih banyak danau di Indonesia dalam kondisi yang buruk. Sebanyak 15 di antaranya dinyatakan kritis dan ditetapkan sebagai prioritas nasional.
"Secara fisik 15 danau tadi benar-benar belum kami sentuh dengan kegiatan nyata yang membawa dampak real untuk perubahan 15 danau," ucap Hanif.
15 danau prioritas yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional antara lain Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Singkarak di Sumatera Barat, Danau Maninjau di Sumatera Barat, Danau Kerinci di Jambi, Danau Rawa Danau di Banten, Danau Rawa Pening di Jawa Tengah, dan Danau Batur di Bali.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya