Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lestari Summit & Awards 2025: Kolaborasi sebagai Kunci Masa Depan Berkelanjutan

Kompas.com, 1 Oktober 2025, 15:21 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Isu keberlanjutan kian menuntut perhatian serius. Dari polusi udara, krisis iklim, hingga ketidakpastian energi, semua tantangan saling terhubung dan berdampak langsung pada masyarakat.

Pertanyaan pentingnya: bagaimana mendorong kerja bersama agar solusi tidak hanya berhenti di wacana?

Hal itu menjadi fokus Lestari Summit & Awards 2025 yang akan digelar di Jakarta pekan ini. Dengan tema “Thriving Together and Cultivating Resilience for Sustainable Future”, Lestari Summit 2025 menghadirkan beragam suara; dari ilmuwan dengan data terkini, regulator dengan arah kebijakan, komunitas lokal dengan pengalaman lapangan, hingga seniman dan figur publik yang mencoba menjembatani isu lingkungan ke generasi muda.

Baca juga: Riset DBS Sebut AI dan Sustainability Bisa Optimalkan Biaya Modal Perusahaan

Wisnu Nugroho, VP Sustainability KG Media, menyampaikan bahwa saat ini perlu kolaborasi semua pihak untuk mendorong terwujudnya masa depan yang berkelanjutan.

“Tidak bisa satu pihak yang bertanggung jawab untuk masa depan, melainkan semuanya. Pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil. Hal ini pula yang menjadi dorongan kami menggelar Lestari Summit & Awards 2025,” kata Wisnu Nugroho dalam keterangan resminya, Rabu (1/10/2025).

Dalam acara ini, beberapa pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Direktur Keuangan Berkelanjutan OJK Joko Siswanto, Sustainability Policy Manager Amazon Web Services, Asia-Pacific & Japan Shibao Pek, Co-Founder of Bicara Udara Ratna Kartadjoemena, dan beberapa pembicara lainnya.

Wisnu Nugroho menambahkan, keterbukaan forum keberlanjutan terhadap publik bisa menjadi langkah penting.

Selama ini, diskusi semacam ini kerap terbatas di lingkaran pemerintah dan korporasi. Padahal, tanpa partisipasi masyarakat luas, transisi menuju masa depan berkelanjutan sulit dicapai.

Itu sebabnya, Lestari Forum 2025 akan dibuka pertama kalinya bagi publik dengan harapan bahwa diskusi berkelanjutan bisa melibatkan masyarakat secara langsung.

Wisnu juga menyampaikan bahwa Lestari Summit 2025 akan jadi kesempatan bagi semua pihak untuk ikut terlibat dalam isu keberlanjutan.

Baca juga: Mahasiswa ITB dan Relawan Perbankan Dorong Sustainability lewat Badminton

"Forum ini membuka diri untuk publik dan kesempatan bagi masyarakat luas untuk turut terlibat, belajar, dan memahami urgensi keberlanjutan sebagai isu bersama yang memerlukan partisipasi semua pihak tentunya," terangnya.

Keberlanjutan Jadi Isu Bersama

Alih-alih sekadar seremoni, keberadaan forum semacam ini mencerminkan satu hal: keberlanjutan adalah urusan bersama. Membuka percakapan, mengakui inisiatif yang sudah berjalan, sekaligus mencari cara baru agar gerakan ini lebih inklusif.

Selain diskusi, ajang ini juga memberi ruang apresiasi melalui Lestari Awards, yang menyoroti inisiatif nyata dari UKM hingga perusahaan besar di berbagai bidang

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Membongkar Mitos Sawit sebagai Miracle Crop
Membongkar Mitos Sawit sebagai Miracle Crop
Pemerintah
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU
BUMN
Membangun dari Manusia, Ini Cara Bakti BCA Memberdayakan Individu hingga Komunitas
Membangun dari Manusia, Ini Cara Bakti BCA Memberdayakan Individu hingga Komunitas
BrandzView
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Dua Desa di Kaltim Ditetapkan Jadi Area Konservasi Pesut Mahakam
Pemerintah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
Studi Ungkap 50 Persen Perairan Dunia Terkontaminasi Sampah
LSM/Figur
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Volume Sampah Dunia Diprediksi Melonjak 80 Persen pada 2050
Pemerintah
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Ambisi Korsel: 60 Persen Motor Pengirim Barang Wajib Listrik pada 2035
Pemerintah
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Inggris Berencana Pangkas Pendanaan Iklim untuk Negara Berkembang
Pemerintah
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Bali Jadi Pusat Pariwisata, tapi Sampah Lautnya Kian Meningkat
Pemerintah
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Disebut Asia Tenggara Kontributor Terbesar, Kenapa Kadar Metana di Awal Tahun 2020-an Pecah Rekor
Pemerintah
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Peneliti Kaitkan Naiknya Kasus Gigitan Hiu dengan Perubahan Iklim
Pemerintah
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
Tren Global Predator Darat Berburu di Pesisir, Lebih dari 7.000 Penguin di Argentina Mati Selama 4 Tahun
LSM/Figur
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
SBTi Siapkan Standar Emisi Nol Bersih Baru bagi Industri Otomotif
LSM/Figur
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Uni Eropa Terancam Kekurangan Bahan Mentah untuk Transisi Energi Bersih
Pemerintah
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Patahkan Stigma, Inilah Kisah Kolaborasi Petani dengan Industri Tambang yang Bertanggung Jawab
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau